Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI

Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah Ramadan Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel News Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI News Binti Mufarida 23/02/2026 19:20 WIB Hingga saat ini situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran masih terpantau normal dan kondusif.  Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI A A A IDXChannel – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran menyusul meningkatnya eskalasi dan ancaman perang, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap negara tersebut. Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah pun memastikan hingga saat ini situasi di Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran masih terpantau normal dan kondusif.  Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Lebih dari 5 Persen Sepekan di Tengah Ketegangan AS-Iran “Terkait hal ini dapat kami sampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tehran terus memantau secara seksama perkembangan situasi keamanan di Iran. Hingga saat ini, situasi di Tehran dan kota-kota lainnya terpantau berjalan normal serta kondusif,” kata Heni dalam keterangannya kepada awak media, Senin (23/2/2026). Terkait keberadaan WNI di Iran, Heni memastikan bahwa KBRI Tehran senantiasa memantau dan menjalin komunikasi aktif dengan para WNI. Baca Juga: Usut Aliran Dana TPPU Tambang Ilegal, Bareskrim Geledah Toko Emas di Jatim “Hingga saat ini, tidak terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan,” kata dia. Heni memastikan bahwa Kemlu RI telah menetapkan status Siaga 1 untuk Iran sejak Juni 2025, dan masih berlaku. Baca Juga: Iran Ancam Serang Pangkalan AS Jika Trump Lancarkan Agresi Militer Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Wni Iran Amerika Serikat Kemlu Tim Editor Binti Mufarida Reporter Nur Ichsan Yuniarto Editor Berita Rekomendasi AS-Iran di Ambang Perang, Negosiasi Nuklir Kembali Digelar pada 26 Februari Berita Terkait Produk Impor Makanan, Minuman, hingga Kosmetik dari AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal 23/02/2026 04:00 WIB AS Negara Utama Tujuan Ekspor, Pengusaha Mebel Minta Tarif Dagang Jadi Nol Persen 22/02/2026 21:00 WIB Soal Perubahan Tarif Trump, Apindo Tunggu Kepastian Hukum 22/02/2026 20:00 WIB RI Impor 1.000 Ton Beras AS saat Swasembada, Diklaim Tak Akan Berdampak ke Produksi Nasional 22/02/2026 19:00 WIB Keran Impor Ayam AS Dibuka, Bagaimana Nasib Peternak Lokal? 22/02/2026 16:36 WIB Prabowo: Perundingan Perdagangan Indonesia dan AS Saling Menguntungkan 22/02/2026 11:19 WIB Berita Lainnya Cak Imin Jamin Kualitas Layanan Tak Berkurang Seiring Pemutakhiran Data PBI-JKN 23/02/2026 19:30 WIB 5 Saham Makanan Ringan di Bursa Efek Indonesia: Apa Saja Produk-produknya? 23/02/2026 19:27 WIB Menag Tak Bisa Dijerat Pasal Gratifikasi Terkait Jet Pribadi, Begini Kata KPK 23/02/2026 19:23 WIB Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI 23/02/2026 19:20 WIB Bebas Pajak Digital, Goggle hingga Netflix Tetap Dikenakan PPN PMSE 23/02/2026 19:11 WIB Pramono soal Dua Bus Transjakarta Tabrakan: Human Error karena Sopir Kurang Tidur 23/02/2026 19:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Uni Eropa Berencana Tangguhkan Ratifikasi Kesepakatan Dagang dengan AS Gempa M7,2 Guncang Sabah Malaysia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia BNPB Catat Banjir Masih Mendominasi Bencana di Indonesia India Tunda Kesepakatan Dagang usai MA AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump Seskab Teddy Sebut Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM Cak Imin Jamin Kualitas Layanan Tak Berkurang Seiring Pemutakhiran Data PBI-JKN Menag Tak Bisa Dijerat Pasal Gratifikasi Terkait Jet Pribadi, Begini Kata KPK Iran-Amerika Serikat Memanas, Kemlu Terus Pantau Kondisi WNI Pramono soal Dua Bus Transjakarta Tabrakan: Human Error karena Sopir Kurang Tidur Proyek Giant Sea Wall Bisa Tekan Kerugian Ekonomi Setara USD368,37 Miliar Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *