LPS Soroti Kredit Seret di Tengah Lonjakan Dana Pihak Ketiga login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Keuangan LPS Soroti Kredit Seret di Tengah Lonjakan Dana Pihak Ketiga CNN Indonesia Selasa, 24 Feb 2026 13:42 WIB Bagikan: url telah tercopy LPS menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga yang tumbuh dua digit sepanjang 2025. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN) Jakarta, CNN Indonesia — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti perlambatan pertumbuhan kredit perbankan di tengah lonjakan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh dua digit sepanjang 2025.Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan pertumbuhan simpanan masyarakat tercatat di atas 10 persen. Hal itu menunjukkan kemampuan menabung masyarakat masih kuat.”Kalau kita lihat 2025, pertumbuhan dari dana pihak ketiga itu meningkat di atas 10 persen. Itu artinya saving-nya kuat, tabungan masyarakat itu kuat,” ujar Anggito dalam wawancara bersama CNN Indonesia Business, Selasa (24/2). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Namun di sisi lain, pertumbuhan kredit tercatat di bawah 10 persen dan lebih rendah dibandingkan periode pascapandemi covid-19. LPS melihat kondisi ini sebagai indikasi melemahnya fungsi intermediasi perbankan.Lihat Juga :LPS Pilih Bail-in dan Merger Jadi Langkah Selamatkan Bank Bermasalah Menurut Anggito, perlambatan kredit dipengaruhi faktor permintaan (demand) yang belum sepenuhnya pulih. Pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen serta tekanan di sejumlah sektor akibat penurunan harga komoditas turut menahan ekspansi pembiayaan.”Karena mungkin pertumbuhan ekonomi kita sekitar 5 persen, 5,11 (persen) kemarin, tahun 2025. Kemudian, ada beberapa sektor-sektor yang mengalami tekanan, karena harga komoditas turun, karena produksi juga menurun, penjualan keluarga juga menurun secara agregat,” katanya.LPS juga mencermati pelebaran selisih (spread) antara suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Suku bunga deposito cenderung menyesuaikan dengan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS, sementara penurunan suku bunga kredit berjalan lebih lambat. Kondisi tersebut, lanjut Anggito, mengindikasikan masalah struktural, baik dari sisi biaya dana, kebijakan special rate, maupun kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit.”Kita tengarai bahwa ada masalah struktural ya, apakah karena dayanya mahal, karena apakah ada pinjaman simpanan-simpanan yang dikategorikan sebagai special rate, yang mendapatkan rate khusus yang cukup tinggi, sehingga menghambat penurunan suku bunga, atau memang karena faktor demand ya, atau permintaan,” ujarnya.Meski demikian, LPS bersama otoritas terkait terus memantau perkembangan intermediasi perbankan guna menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah meningkatnya risiko ekonomi global pada 2026.[Gambas:Video CNN] (lau/sfr) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT anggito abimanyu lps kredit bank perbankan dana pihak ketiga dpk ARTIKEL TERKAIT LPS Pilih Bail-in dan Merger Jadi Langkah Selamatkan Bank Bermasalah LPS Ungkap Penyebab Jumlah BPR Susut 500 Unit dalam 5 Tahun LPS Siapkan Strategi Penyelamatan Bank Hadapi Risiko Krisis BPR Kamadana Bali Bangkrut, LPS Siap Bayar Klaim Simpanan Nasabah Thomas Djiwandono Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Kuat Bos BRI Sebut Pelemahan Kredit Gara-gara Pelaku Usaha Tahan Ekspansi REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
BRI Jadi Bank Pertama Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar
BRI Jadi Bank Pertama Terbitkan Surat Berharga Komersial Rp500 Miliar
Jadi Magnet Masyarakat, Bank Jakarta Makin Getol Perluas Inklusi Keuangan Lewat Olahraga
Jadi Magnet Masyarakat, Bank Jakarta Makin Getol Perluas Inklusi Keuangan Lewat Olahraga
Skema Kredit BYD Sealion 7, Cicilan Mulai Rp11 Jutaan
Skema Kredit BYD Sealion 7, Cicilan Mulai Rp11 Jutaan
