Trump Getok Tarif Impor Panel Surya Indonesia 104 Persen login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Trump Getok Tarif Impor Panel Surya Indonesia 104 Persen CNN Indonesia Kamis, 26 Feb 2026 17:07 WIB Bagikan: url telah tercopy Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau DOC menetapkan bea masuk sementara atas impor produk sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono). Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Perdagangan Amerika Serikat (AS) atau DOC menetapkan bea masuk sementara atas impor produk sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos. Besarannya setara subsidi umum yang diberikan oleh masing-masing negara.Hal ini dilakukan untuk menekan dampak subsidi pemerintah ketiga negara tersebut terhadap produk surya buatan AS.Mengutip Reuters, tingkat subsidi umum ditetapkan sebesar 125,87 persen untuk impor produk sel dan panel surya dari India, 104,38 persen dari Indonesia, dan 80,67 persen dari Laos dalam lembar fakta yang dirilis oleh DOC. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT DOC mengungkapkan produsen sel dan panel surya yang beroperasi di ketiga negara itu menerima subsidi dari pemerintahnya sehingga membuat produk AS tak kompetitif.Lihat Juga :Daftar 8 Negara yang Sudah Teken Kesepakatan Dagang dengan AS, Ada RI Hal tersebut tercermin dari jumlah impor dari ketiga negara tersebut yang mencapai US$4,5 miliar atau setara Rp75,39 triliun (asumsi kurs Rp16.670 per dolar). Angka tersebut hampir dua per tiga dari total impor AS pada tahun 2025.Selain itu, AS menilai kebijakan tersebut juga berkaitan dengan tren pengenaan tarif terhadap impor panel surya murah dari Asia selama lebih dari satu dekade. Sebagian besar produk panel surya murah tersebut diproduksi oleh perusahaan asal China.Sebelumnya, Gedung Putih juga telah mengenakan tarif tinggi untuk produk impor serupa dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Kebijakan tersebut membuat impor keempat negara tersebut merosot tajam.Sementara itu, DOC juga secara khusus mengenakan tarif individual untuk produsen asal ketiga negara tersebut. Misalnya, perusahaan asal Indonesia, AS menetapkan tarif sebesar 143,3 persen untuk PT Blue Sky Solar dan 85,99 persen untuk PT REC Solar Energy.Lihat Juga :Arab Saudi Larang Impor Ayam dan Telur dari Indonesia Cs, Kenapa?Lalu, perusahaan asal India, Mundra Solar dikenai tarif sebesar 125,87 persen sedangkan perusahaan asal Laos, Solarspace Technology Sole Co dan Vietnam, Sunergy Joint Stock Company dikenai tarif 80,67 persen.Pengumuman ini adalah tahap pertama dari dua dari dua keputusan yang akan diambil dalam kasus perdagangan yang diajukan tahun lalu oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade yang mencakup Hanwha Qcells, First Solar, dan Mission Solar.Pengacara utama aliansi Tim Brightbill menyampaikan langkah tersebut penting untuk memulihkan persaingan yang adil di AS. Selain itu, ia juga menekankan investasi tersebut tidak akan berhasil jika impor yang diperdagangkan secara tidak adil dibiarkan mendistorsi pasar.”Para produsen Amerika menginvestasikan miliaran dolar untuk membangun kembali kapasitas dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja dengan gaji yang layak. Investasi tersebut tidak akan berhasil jika impor yang diperdagangkan secara tidak adil dibiarkan mendistorsi pasar,” katanya dalam sebuah pernyataan.Dalam hal ini, DOC dijadwalkan akan mengambil keputusan terpisah bulan depan untuk menilai apakah perusahaan-perusahaan dari Indonesia, India, dan Laos ini menjual produk ke pasar AS di bawah biaya produksi.[Gambas:Video CNN] (fln/sfr) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT departemen perdagangan as tarif impor panel surya amerika serikat bea masuk ARTIKEL TERKAIT Mendag Pastikan 1.819 Produk Ekspor RI ke AS Bebas Tarif Jalan Terus Daftar 8 Negara yang Sudah Teken Kesepakatan Dagang dengan AS, Ada RI Dilema Deal Dagang RI-AS: Lebih Baik Bertahan atau Negosiasi Ulang? Babe Haikal Sebut Produk Asal AS Bakal Punya Dua Label Halal MA Batalkan Tarif Trump, AS Terancam Kembalikan Rp2.255 T ke Importir Respons MUI soal Polemik Sertifikat Halal Produk Impor AS REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Penanganan Kawasan Kumuh Harus Dibarengi Perbaikan Ekonomi Masyarakat
Penanganan Kawasan Kumuh Harus Dibarengi Perbaikan Ekonomi Masyarakat
Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation Bangun Ekosistem Inovasi, Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan
Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation Bangun Ekosistem Inovasi, Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan
Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal
Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal
