Panel Surya RI Digetok Trump Tarif hingga 143 Persen, Ini Kata Mendag

Panel Surya RI Digetok Trump Tarif hingga 143 Persen, Ini Kata Mendag login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Panel Surya RI Digetok Trump Tarif hingga 143 Persen, Ini Kata Mendag CNN Indonesia Jumat, 27 Feb 2026 18:39 WIB Bagikan: url telah tercopy Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara soal panel surya asal Indonesia terancam dikenai tarif hingga 143 persen oleh Amerika Serikat (AS). (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia) Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso buka suara soal panel surya asal Indonesia terancam dikenai tarif hingga 143 persen oleh Amerika Serikat (AS) buntut penyelidikan antisubsidi.AS mengenakan bea masuk imbalan sementara (BMIS) atau tarif antisubsidi terhadap produk panel surya asal RI dengan kisaran 85,99 hingga 143,30 persen. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Budi menyatakan pemerintah siap membela kepentingan industri nasional hingga putusan final diumumkan. RI akan bersikap kooperatif dan transparan dalam menghadapi proses penyelidikan antisubsidi yang dilakukan AS.”Proses ini sepenuhnya berbasis data dan fakta. Pemerintah Indonesia bersikap kooperatif dan transparan agar seluruh tahapan penyelidikan berjalan sesuai ketentuan. Kami akan terus mengawal kepentingan industri nasional hingga keputusan final diumumkan,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Jumat (27/2). Lihat Juga :Badan Gizi: Satu Dapur MBG Dapat Jatah Rp500 Juta per HariSelasa lalu (24/2), Departemen Perdagangan AS (USDOC) mengumumkan pengenaan BMIS atas impor produk crystalline silicon photovoltaic cells, whether or not assembled into modules (panel surya) dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Penyelidikan masih berlangsung dan keputusan final dijadwalkan pada Juli 2026.Secara komparatif, tarif yang dikenakan kepada Indonesia lebih rendah dibanding beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Malaysia dikenakan tarif 14-168 persen, Vietnam 68-542 persen, Thailand 99-263 persen, dan Kamboja bahkan melampaui 3.400 persen.Budi menyebut posisi Indonesia relatif lebih moderat dalam struktur penetapan sementara tersebut.Sejak kasus ini bergulir pada Agustus 2025, pemerintah disebut telah menyampaikan jawaban kuesioner, data pendukung, serta klarifikasi teknis secara lengkap dan tepat waktu kepada otoritas AS.Lihat Juga :Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat BoeingPemerintah juga menekankan pentingnya partisipasi aktif industri untuk menghindari penerapan metode Adverse Facts Available (AFA), yakni penggunaan data sepihak oleh otoritas penyelidik jika pihak tertuduh dinilai tidak kooperatif. Metode tersebut berpotensi menghasilkan tarif yang lebih tinggi.”Dalam mekanisme trade remedies di bawah kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kelengkapan dan akurasi data menjadi faktor krusial,” ungkap Budi.Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk memperkuat konsolidasi data dan pendampingan teknis menjelang verifikasi lapangan oleh otoritas AS pada April 2026.”Kami memastikan seluruh respons industri konsisten, terukur, dan dapat diverifikasi. Semakin solid data yang disampaikan, semakin objektif hasil evaluasi yang dihasilkan,” ujarnya. Dalam tahap lanjutan, USDOC akan memverifikasi fasilitas insentif di Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Batam yang dianggap sebagai bentuk subsidi. Selain itu, bahan baku impor asal China juga ditengarai memperoleh subsidi dari pemerintah negara tersebut dan dinilai sebagai subsidi transnasional oleh AS.Sementara itu, Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Reza Pahlevi Chairul menegaskan pemerintah akan hadir melindungi kepentingan eksportir nasional dan menjaga akses pasar AS.”Pemerintah berkomitmen penuh membantu pelaku usaha yang menghadapi tuduhan dumping, subsidi, maupun safeguard untuk menjaga akses pasar dan keberlanjutan ekspor Indonesia,” ujar Reza.[Gambas:Video CNN] (lau/pta) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT panel surya budi santoso amerika serikat kemendag ARTIKEL TERKAIT Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat Boeing Mendag Jamin Impor Baju Cacah AS Tak Ganggu Industri Tekstil RI Trump Getok Tarif Impor Panel Surya Indonesia 104 Persen Mendag Pastikan 1.819 Produk Ekspor RI ke AS Bebas Tarif Jalan Terus Mendag Temui Mendes Bahas Nasib Alfamart Cs di Desa, Apa Hasilnya? Daftar 8 Negara yang Sudah Teken Kesepakatan Dagang dengan AS, Ada RI REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *