Review Film: Marty Supreme

Review Film: Marty Supreme login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Hiburan Film Review Film: Marty Supreme Gisella Keilsa | CNN Indonesia Jumat, 27 Feb 2026 20:15 WIB Bagikan: url telah tercopy Review film: Josh Safdie tidak memilih jalan umum yang aman dan nyaman dalam menampilkan perjuangan seseorang mencapai mimpi terbesarnya di Marty Supreme. (dok. A24 via IMDb) 4 Josh Safdie tidak memilih jalan umum yang aman dan nyaman dalam menampilkan perjuangan seseorang mencapai mimpi terbesarnya di Marty Supreme. Jakarta, CNN Indonesia — Josh Safdie tidak memilih jalan umum yang aman dan nyaman dalam menampilkan perjuangan seseorang mencapai mimpi terbesarnya di Marty Supreme. Ia memilih jalan yang penuh chaos dan berputar-putar.Terinspirasi dan kemudian diadaptasi secara bebas dari sosok legendaris Marty Reisman, Marty Supreme justru menonjolkan sosok anti-hero Marty Mauser yang narsis dan agaknya paling ambisius yang pernah muncul.Lihat Juga :Sinopsis Marty Supreme, Perjalanan Penuh Obsesi dan Ambisi Jadi Juara ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Safdie menampilkan alur cerita yang penuh dengan segala kekacauan yang terlihat meragukan terjadi pada seorang manusia dalam waktu singkat, dan hanya bersumber dari keputusan-keputusan impulsif Marty Mauser.Penipuan, negosiasi agresif, manipulasi, bertahan pada prinsip dan ego tapi siap melakukan segala cara, semua dilakukan Marty Mauser hanya demi bisa membayar kekalahannya dari pemain tenis meja asal Jepang. Segala keputusan serampangan yang dilakukan Marty itu digambarkan dengan shaky shot dari Darius Khondji selaku sinematografer, menegaskan kekacauan hidup Marty sejak awal durasi 150 menit berjalan.Namun sayangnya segala aksi pendek akal Marty yang ditulis Safdie bersama Ronald Bronstein tersebut terasa repetitif dan bersiklus. Mungkin Safdie dan Bronstein ingin menunjukkan kegigihan karakter Marty yang tidak mengenal kata menyerah, walau harus merugikan orang-orang di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri.Beruntungnya niat tersebut diimbangi oleh usaha Timothée Chalamet dalam membawakan sosok Marty Mauser. Marty Supreme memang menunjukkan usaha dan dedikasi Chalamet terbayar nyata.Menjalani latihan pingpong 6-7 tahun sejak bertemu Safdie pada 2018, Timothée Chalamet mampu melahap dengan mulus segala adegan pertandingan yang intens.Namun ia tak lupa melakukan perannya sebagai Marty yang terobsesi amat dalam dengan bakatnya sendiri serta pingpong. Intensitas kontak mata Chalamet menjelaskan itu semua.Review film Marty Supreme: Terinspirasi dan kemudian diadaptasi secara bebas dari sosok legendaris Marty Reisman, Marty Supreme justru menonjolkan sosok anti-hero Marty Mauser yang narsis dan agaknya paling ambisius yang pernah muncul. (dok. A24 via IMDb)Intensitas dalam menghadapi adu lempar bola pingpong di atas meja juga dibawa Safdie di luar arena. Atmosfer film terus bergerak cepat dan penuh masalah tanpa memberikan jeda bagi penonton untuk santai. Belum lagi dengan pola dialog yang saling tumpang tindih bikin situasi terasa agak mencekam.REVIEW FILM NOMINE OSCAR 2026Review Film: The Secret AgentReview Film: Sentimental ValueReview Film: SinnersReview Film: Train DreamsReview Film: Frankenstein (2025)Selain aksi Chalamet, visual Marty Supreme menjadi salah satu hal yang mampu membawa konteks lebih kepada penonton. Safdie bersama Ronald Bronstein mampu menyatukan kepingan-kepingan gambar indah yang diambil Khondji.Mulai dari pemukiman kumuh Lower East Side New York yang kental dengan budaya Yahudi pasca-Perang Dunia II, kemewahan hotel di London, hingga atmosfer Tokyo yang jauh berbeda dari Amerika, semua disampaikan dengan baik.Belum lagi dengan musik yang disusun Daniel Lopatin untuk menemani kekacauan hidup Marty Mausser dan jatuh-bangunnya hanya untuk bisa terbang ke Jepang. Visual dan musik ini yang membuat kegaduhan repetitif akibat Marty Mausser sedikit terobati.Beruntungnya Safdie cukup tahu diri untuk mengakhiri kisah penuh kekacauan Marty Mausser. Perkembangan karakter yang jelas terlihat, walau di detik-detik terakhir, sebenarnya jadi sajian penutup yang cukup melegakan bagi penonton setelah diikat oleh banyak kekacauan.Walaupun terasa terlambat, perubahan itu berisi pesan mendalam dari Josh Safdie yang mengungkap sisi humanis dari sosok paling red flag bernama Marty Mauser, bahwa manusia yang sulit dicintai dan paling amoral di Marty Supreme pun akan kembali pada kemanusiaannya pada satu masa.[Gambas:Youtube] (end) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT review film marty supreme film marty supreme film ARTIKEL TERKAIT Alasan Daphne dan Simon Basset Tak Muncul di Bridgerton 4 Sinopsis Legend of Tarzan, Bioskop Trans TV 27 Februari 2026 5 Rekomendasi Film Akhir Pekan, Hamnet hingga Marty Supreme Scream 7 Akhirnya Bikin Courteney Cox Takut ke Kamar Mandi Batal Akuisisi WBD, Netflix Kantongi Rp47 T dari Paramount FOTO: Bintang Scream 7 Pose Dulu Sebelum Diburu Ghostface REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *