Deal Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, AS Menang Telak login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Deal Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, AS Menang Telak CNN Indonesia Jumat, 27 Feb 2026 21:30 WIB Bagikan: url telah tercopy INDEF menilai kesepakatan dagang RI-AS tak seimbang karena Amerika menang telak, sementara industri tekstil, petani hingga peternak RI terpukul. (Foto: Tangkapan layar instagram @sekretariat.kabinet) Jakarta, CNN Indonesia — Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) lebih menguntungkan pihak Negeri Paman Sam. Kebijakan itu dinilai berisiko menekan industri domestik, mulai dari sektor pangan hingga tekstil dan alas kaki.Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Ahmad Heri Firdaus mengatakan struktur tarif dalam kesepakatan tersebut tidak simetris. Indonesia disebut menghapus sekitar 99 persen tarif untuk produk asal AS, sementara banyak produk ekspor Indonesia masih dikenakan tarif hingga 19 persen saat masuk ke pasar AS.”Di sini kita bisa melihat bahwa struktur tarifnya asimetris tapi resiprokal, jadi ada ketidakseimbangan di mana Indonesia ini menghapus 99 persen tarif produk dari Amerika Serikat. Jadi ini hampir full liberalisasi. Hampir full liberalisasi, artinya bebas masuk sini,” kata Heri dalam diskusi publik INDEF, Jumat (27/2). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Menurutnya, kondisi itu berpotensi menekan daya saing produk ekspor Indonesia di pasar AS, terlebih di tengah ongkos produksi domestik yang relatif tinggi dibanding negara pesaing seperti Vietnam dan Malaysia.Lihat Juga :Badan Gizi: Satu Dapur MBG Dapat Jatah Rp500 Juta per 12 Hari INDEF mencatat sejumlah sektor berisiko terdampak jika tarif tetap diberlakukan atau jika kesepakatan tidak berjalan sesuai harapan. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, serta produk turunan sawit disebut menjadi sektor yang perlu diwaspadai.Untuk alas kaki, misalnya, pangsa ekspor ke AS mencapai sekitar 40 persen dari total ekspor global sektor tersebut. Sementara untuk produk elektronik tertentu bahkan lebih tinggi. Jika akses pasar terganggu atau terjadi perubahan skema tarif, penyerapan tenaga kerja di sektor padat karya itu dinilai bisa terdampak.Di sisi lain, produk olahan sawit memang disebut mendapat tarif nol persen. Namun INDEF menilai kontribusi pasar AS terhadap total ekspor sawit Indonesia relatif kecil dibanding pasar global, sehingga dinilai tidak sebanding dengan konsesi kebijakan yang diberikan Indonesia.Tak hanya sektor manufaktur, INDEF juga menyoroti pelonggaran akses impor pangan dari AS. Dalam kesepakatan tersebut, produk pertanian dan peternakan seperti daging, susu, hingga komoditas hortikultura disebut diminta memperoleh akses lebih longgar ke pasar Indonesia.Lihat Juga :Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat BoeingKepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF Andry Satrio Nugroho mengingatkan kebijakan itu harus dihitung cermat karena berpotensi menekan petani dan peternak lokal.”Kita harus tahu dulu pertama tadi bagaimana kemampuan produksi kita, potensi produksinya, kemudian juga impor yang akan kita lakukan dari negara lain. Kemudian kalau memang bisa ditambah dari Amerika Serikat, tentu saja harus memperhatikan kebutuhan lokal,” ujarnya.Ia menambahkan pengalihan impor dari negara mitra lama ke AS juga berisiko memicu retaliasi atau gangguan hubungan dagang yang telah terjalin sebelumnya. Selain itu, pelonggaran impor pangan dinilai berpotensi bertolak belakang dengan agenda swasembada dan penguatan ketahanan pangan nasional.Secara makro, INDEF memperkirakan dampak jangka pendek terhadap pertumbuhan ekonomi relatif kecil. Namun, lembaga itu menilai risiko jangka panjang perlu diantisipasi, terutama terkait ruang kebijakan industri dan perlindungan sektor domestik. INDEF mendorong pemerintah meninjau ulang sejumlah poin dalam kesepakatan tersebut, termasuk opsi negosiasi ulang atau penyesuaian sebelum proses ratifikasi dilakukan.”Dalam hal ini yang kita dorong adalah bagaimana peran DPR. Ini bisa jadi menjadi pahlawan gitu ya karena mereka menolak untuk meratifikasi terkait dengan sejumlah regulasi yang harus diratifikasi dalam ART ini,” pungkas Andry.[Gambas:Video CNN] (lau/pta) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT kesepakatan dagang tarif resiprokal indef tekstil petani peternak donald trump amerika serikat ARTIKEL TERKAIT Panel Surya RI Digetok Trump Tarif hingga 143 Persen, Ini Kata Mendag Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat Boeing Mendag Jamin Impor Baju Cacah AS Tak Ganggu Industri Tekstil RI Trump Getok Tarif Impor Panel Surya Indonesia 104 Persen Mendag Pastikan 1.819 Produk Ekspor RI ke AS Bebas Tarif Jalan Terus 50 Pesawat Boeing di Deal Dagang RI-AS Diborong Garuda REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Tunggu Tanggal Mainnya, Kadin Bakal Meluncurkan Kajian soal MBGnomics
Tunggu Tanggal Mainnya, Kadin Bakal Meluncurkan Kajian soal MBGnomics
THR Karyawan Swasta Wajib Cair H-7 Lebaran, PNS Duluan
THR Karyawan Swasta Wajib Cair H-7 Lebaran, PNS Duluan
Prabowo Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Sita 4 Juta Hektare Lahan saat Pidato di Amerika Serikat
Prabowo Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Sita 4 Juta Hektare Lahan saat Pidato di Amerika Serikat
