Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia

Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia Anto Kurniawan Sabtu, 28 Februari 2026 – 22:24 WIBloading… Di tengah meningkatnya tantangan ketenagakerjaan dan perubahan cepat kebutuhan industri, Bostan Group memperkuat program pengembangan kompetensi profesional skala nasional. Foto/Dok A A A JAKARTA – Di tengah meningkatnya tantangan ketenagakerjaan dan perubahan cepat kebutuhan industri, Bostan Group melalui PT. Bostan Royal Nusantara mengambil langkah strategis dengan memperkuat program pengembangan kompetensi profesional skala nasional. Perusahaan ini berdiri sebagai bagian dari solusi atas persoalan pengangguran melalui pendekatan pendidikan berbasis kebutuhan industri.Direktur Utama Bostan Group, M Sutan HS menegaskan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesenjangan kompetensi (skill gap) antara pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.“Masalah utama bukan sekadar kurangnya pekerjaan, tetapi kurangnya kesiapan kompetensi dari sumber daya manusia (SDM). Industri berkembang sangat cepat, sementara banyak tenaga kerja belum memiliki keterampilan yang relevan. Di sinilah kami hadir,” ujar M Sutan HS.Baca Juga: Tren Pengembangan Kompetensi SDM Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital, otomatisasi, serta perubahan model bisnis telah mengubah standar kompetensi tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mencari tenaga profesional yang tidak hanya memiliki ijazah formal, tetapi juga keterampilan teknis dan soft skills yang teruji.Fenomena ini menciptakan kesenjangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri. Akibatnya, tingkat pengangguran, khususnya pada usia produktif, masih menjadi tantangan nasional. Bostan Group melihat persoalan ini sebagai peluang sekaligus tanggung jawab sosial korporasi.Bostan Royal Institute: Pilar Pengembangan SDMSebagai bagian dari strategi tersebut, Bostan Group mengembangkan unit pendidikan dan pelatihan bernama Bostan Royal Institute. Lembaga ini dirancang sebagai pusat pengembangan kompetensi profesional berbasis praktik dan kebutuhan pasar kerja. Halaman :123 Lihat Juga : 4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! kompetensi sdm peningkatan kompetensi ketenagakerjaan pengangguran tenaga kerja Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait 4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya Zulhas Sebut 80 Ribu Kopdes Bakal Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja Langsung Catatkan Tren Tumbuh, Tahun Ini GDPS Perluas Layanan hingga Internasional Perkuat Pemagangan Luar Negeri, Menaker Ungkap 3 Fokus Utamanya Imbas AI, 23 Juta Orang Penduduk Bumi Terancam Jadi Pengangguran DPR dan Pemerintah Kejar Target Selesaikan RUU Ketenagakerjaan Komisi IV DPRD Kota Bogor Kawal Hak Kerja, Kesehatan, dan Pendidikan Terpenuhi Perkuat Pencari Kerja, PKSS Gandeng Universitas Sriwijaya Rekomendasi Fariz RM Putuskan Berhenti Gunakan Smartphone setelah 10 Bulan Ditahan, Ini Alasannya 2 Sekolah Dirudal Israel, 53 Orang Iran Tewas Kalah Dramatis dari Australia, Timnas Futsal Putri Indonesia Terhenti di Semifinal Piala AFF 2026 Selengkapnya AS-Israel Serang Iran, Kemlu Pantau Kondisi WNI AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional Biaya Hidup Tinggi dan Negeri Kacau, Warga AS Eksodus Massal Berita Terkini Selengkapnya Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia 4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel Terapkan Hunian Subsidi Konsep Klaster, 1.002 Unit Rumah Ludes Terjual Mampukah Yuan China Menantang Dominasi Dolar AS? Begini Analisisnya Menangkap Peningkatan Kebutuhan Kawasan Komersil lewat Pendekatan 24/7 Urban Hub Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun 2 Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya 3 China, India, dan Brasil Diuntungkan Tarif Baru Trump, Sekutu AS Malah Rugi 4 Amran Sebut Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Tembus Rp15.000 Triliun 5 Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Hanya Amankan 2% Total Perdagangan Nasional Infografis Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *