Avtur Campuran Minyak Jelantah Mulai Diproduksi 2029, SAF Indonesia Lirik Pasar Internasional

Avtur Campuran Minyak Jelantah Mulai Diproduksi 2029, SAF Indonesia Lirik Pasar Internasional   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Avtur Campuran Minyak Jelantah Mulai Diproduksi 2029, SAF Indonesia Lirik Pasar Internasional Iqbal Dwi Purnama Sabtu, 28 Februari 2026 – 17:58 WIBloading… Pertamina memproduksi SAF melalui teknologi co-processing menggunakan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Green Refinery Cilacap, dengan kandungan campuran SAF sekitar 2,4%. Foto/Dok A A A JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melaporkan proses ekspansi skala komersial SAF (Sustainable Aviation Fuel) melalui proyek Biorefinery Cilacap Fase 2, ditargetkan memasuki fase on stream pada 2029 mendatang. Peningkatan kapasitas ini diarahkan untuk mendukung kebijakan mandatori campuran SAF 1% untuk penerbangan internasional dari Indonesia mulai 2027, sekaligus membuka peluang ekspor ke pasar Asia Pasifik dan Eropa.Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengatakan, seluruh rantai nilai SAF telah tersertifikasi ISCC (International Sustainability and Carbon Certification), mulai dari pengumpulan bahan baku, proses pemurnian (refining), hingga penyimpanan dan distribusi. Sertifikasi ini menjamin ketelusuran penuh, mencegah penghitungan ganda, serta memenuhi standar keberlanjutan dan akuntansi karbon internasional.”Fokus kami bukan hanya pada produksi SAF, tetapi juga pada pembangunan ekosistem SAF yang kredibel, terukur, dan diakui secara global, serta menghubungkan pengumpulan bahan baku tingkat komunitas di Indonesia dengan pasar penerbangan internasional,” ujar Agung dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).Baca Juga: Sustainable Aviation Fuel (SAF) Mengangkasa, Bioavtur Pertamina untuk Penerbangan Ramah Lingkungan Pertamina memproduksi SAF melalui teknologi co-processing menggunakan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) di Green Refinery Cilacap, dengan kandungan campuran SAF sekitar 2,4%. Pertamina mencatat journey pengembangan bioavtur ini telah dimulai sejak 2015 dengan penelitian katalis domestik dan telah melewati uji teknis pada pesawat Airbus A320-200 milik maskapai penerbangan Indonesia, Pelita Air Services. Halaman :12 Lihat Juga : Pertamina Patra Niaga Jamin Kualitas Avtur Melalui Pemeriksaan Berlapis Pertamina Beri Diskon Harga Avtur 10%, Tiket Pesawat Bakal Turun? Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! avtur minyak jelantah sustainable aviation fuel pt pertamina persero Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Pertamina Patra Niaga Jamin Kualitas Avtur Melalui Pemeriksaan Berlapis Pertamina Beri Diskon Harga Avtur 10%, Tiket Pesawat Bakal Turun? Jelang Lebaran, Permintaan Avtur Diprediksi Meningkat 3% Subholding Downstream Pertamina Seharusnya Bikin Operasional Hilir Makin Optimal AHY Mendorong Percepatan Penggunaan Avtur Minyak Jelantah Pertamina Patra Niaga Suplai Avtur Perdana di Bandara Notohadinegoro Jember Perluas Akses Daur Ulang, Alfamart Resmikan 100 UCOllect Box Terintegrasi Alfagift–UCOllect Mahasiswa ITB Teliti Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Gelar Uji Laboratorium, KPI Pastikan Mutu BBM Sudah Sesuai SNI Rekomendasi Fariz RM Putuskan Berhenti Gunakan Smartphone setelah 10 Bulan Ditahan, Ini Alasannya Kalah Dramatis dari Australia, Timnas Futsal Putri Indonesia Terhenti di Semifinal Piala AFF 2026 2 Sekolah Dirudal Israel, 53 Orang Iran Tewas Selengkapnya AS-Israel Serang Iran, Kemlu Pantau Kondisi WNI AS dan Israel Serang Iran, DPR: Waspadai Perang Regional Biaya Hidup Tinggi dan Negeri Kacau, Warga AS Eksodus Massal Berita Terkini Selengkapnya Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia 4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri Perang Iran vs AS dan Israel, Awas! Harga Minyak Bisa Sentuh USD100/Barel Terapkan Hunian Subsidi Konsep Klaster, 1.002 Unit Rumah Ludes Terjual Mampukah Yuan China Menantang Dominasi Dolar AS? Begini Analisisnya Menangkap Peningkatan Kebutuhan Kawasan Komersil lewat Pendekatan 24/7 Urban Hub Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun 2 Pemerintah Bakal Bikin UU Ketenagakerjaan Baru Buntut Tarif AS, Berikut Isinya 3 China, India, dan Brasil Diuntungkan Tarif Baru Trump, Sekutu AS Malah Rugi 4 Amran Sebut Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Tembus Rp15.000 Triliun 5 Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Hanya Amankan 2% Total Perdagangan Nasional Infografis Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *