Harga Minyak Tembus Rekor sejak Januari 2025 Imbas Perang Timteng

Harga Minyak Tembus Rekor sejak Januari 2025 Imbas Perang Timteng login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Harga Minyak Tembus Rekor sejak Januari 2025 Imbas Perang Timteng CNN Indonesia Senin, 02 Mar 2026 10:02 WIB Bagikan: url telah tercopy Harga minyak Brent tembus rekor ke US$82,37 per barel sejak Januari 2025, usai AS dan Israel menyerang Iran hingga menewaskan Ali Khamenei, Sabtu (28/2). Ilustrasi (iStock/ozgurdonmaz). Jakarta, CNN Indonesia — Harga minyak dunia melonjak 7 persen ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada perdagangan Senin (2/3), setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel meningkatkan serangan di kawasan Timur Tengah (Timteng).Eskalasi tersebut merusak sejumlah kapal tanker dan mengganggu pengiriman dari wilayah produsen minyak utama dunia.Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent melonjak hingga US$82,37 per barel, level tertinggi sejak Januari 2025, pada perdagangan pertama setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Per pukul 00.54 GMT, kontrak berjangka Brent berada di US$78,24 per barel, naik US$5,37 atau 7,37 persen.Lihat Juga :IHSG Pagi Ambles Hampir 2% ke 8.092 Imbas Perang AS-Israel ke Iran Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$4,66 atau 6,95 persen menjadi US$71,68 per barel, setelah sempat menyentuh US$75,33, tertinggi sejak Juni 2025.Israel pada Minggu (1/3) kembali melancarkan gelombang serangan ke Teheran. Iran membalas dengan rentetan rudal baru, sehari setelah kematian Khamenei memicu ketidakpastian mendalam di Timur Tengah dan ekonomi global.Serangan tersebut juga berdampak pada pelayaran. Setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan terkena rudal di lepas pantai Teluk dan menewaskan satu awak kapal, menurut sumber pelayaran dan pejabat setempat.Iran menyatakan telah menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz, sehingga mendorong pemerintah dan kilang minyak di Asia-sebagai pembeli utama-untuk mengevaluasi cadangan minyak mereka.Analis ANZ, Daniel Hynes, mengatakan ancaman terhadap pasokan minyak meningkat tajam seiring meluasnya serangan balasan.”Dengan aksi balasan yang kini berkembang menjadi serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz, ancaman terhadap pasokan minyak meningkat secara signifikan,” kata Hynes dalam catatannya. Analis Citi yang dipimpin Max Layton memperkirakan harga Brent akan diperdagangkan di kisaran US$80-US$90 per barel pekan ini di tengah konflik yang masih berlangsung.”Pandangan dasar kami adalah akan terjadi perubahan kepemimpinan di Iran, atau perubahan rezim yang cukup untuk menghentikan perang dalam 1-2 minggu, atau AS memutuskan untuk melakukan de-eskalasi setelah melihat perubahan kepemimpinan dan kemunduran program rudal serta nuklir Iran dalam periode waktu yang sama,” tulis para analis Citi.Di tengah konflik, kelompok produsen minyak OPEC+ pada Minggu sepakat menaikkan produksi secara moderat sebesar 206 ribu barel per hari untuk April.Analis RBC Capital, Helima Croft, mengatakan hampir seluruh produsen OPEC+ saat ini memproduksi pada kapasitas penuh, kecuali Arab Saudi.”Pemanfaatan kapasitas cadangan akan sangat terbatas jika jalur perairan penting tidak dapat dioperasikan,” ujar Croft.Risiko terhadap pelayaran komersial melonjak dalam 24 jam terakhir. Data pelayaran menunjukkan lebih dari 200 kapal, termasuk tanker minyak dan gas alam cair, menjatuhkan jangkar di sekitar Selat Hormuz dan perairan sekitarnya pada Minggu.Direktur Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengatakan pihaknya memantau ketat perkembangan di Timur Tengah dan berkomunikasi dengan produsen utama serta negara-negara anggota IEA.Sementara itu, analis Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven menyebut total persediaan minyak global saat ini mencapai 7,827 juta barel, mendekati median historis yang setara dengan 74 hari permintaan global.”Pasar minyak dapat menarik persediaan, menggunakan kapasitas cadangan setelah Selat kembali dibuka, dan berpotensi mendapat manfaat dari pelepasan cadangan minyak strategis global,” tulis mereka.[Gambas:Video CNN] (lau/ins) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT harga minyak konflik timur tengah amerika serikat iran israel pasokan minyak opec selat hormuz analisis pasar minyak minyak dunia ARTIKEL TERKAIT EIA Ungkap Produksi Minyak AS Anjlok ke Level Terendah Desember 2025 Harga Minyak Turun usai AS-Iran Sepakat Lanjutkan Perundingan Nuklir Harga Minyak Masih Bertahan di Level Tertinggi, Pasar Pantau AS-Iran Harga Minyak Dekati Level Tertinggi 7 Bulan Jelang Nego Nuklir Iran Harga Minyak Tertahan Menuju Rekor Tertinggi Imbas Ancaman Tarif Trump Harga Minyak Dunia Amblas 1 Persen Usai AS-Iran Lanjutkan Bahas Nuklir REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *