Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal Rohman Wibowo Rabu, 04 Maret 2026 – 15:16 WIBloading… Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings mengubah prospek (outlook) kredit Indonesia yang sebelumnya berada di posisi stabil kini turun menjadi negatif. Foto/Dok A A A JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings mengubah prospek (outlook) kredit Indonesia yang sebelumnya berada di posisi stabil kini turun menjadi negatif. Di sisi lain, peringkat kredit tetap dipertahankan pada level BBB.Dalam sebuah draf yang beredar luas pada Rabu (4/3/2026), pihak Fitch menyatakan bahwa mereka telah merevisi prospek issuer default rating (IDR) atau peringkat gagal bayar penerbit jangka panjang untuk mata uang asing milik Indonesia ke arah negatif, seraya mengukuhkan kembali posisinya di peringkat BBB.Keputusan penyesuaian prospek ini diambil karena Fitch melihat adanya lonjakan ketidakpastian arah kebijakan. Terdapat pula kecemasan terkait menurunnya tingkat kepercayaan serta konsistensi dari kombinasi kebijakan ekonomi nasional , terutama ketika wewenang pengambilan keputusan semakin terpusat.Baca Juga: Purbaya Sebut Koreksi Negatif Moody’s Offside, Ini Dasarnya “Penegasan peringkat mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, pertumbuhan jangka menengah yang menguntungkan, rasio utang pemerintah/PDB yang moderat, dan cadangan eksternal yang moderat,” petik draf laporan Fitch.”Kekuatan peringkat ini dibatasi oleh penerimaan pendapatan yang lemah, biaya pembayaran utang yang tinggi, dan rangkaian struktural yang tertinggal seperti indikator tata kelola dibandingkan dengan negara-negara berperingkat ‘BBB’,” kembali petik laporan.Situasi semacam ini dinilai membawa risiko pelemahan terhadap masa depan fiskal di jangka menengah, merosotnya ketertarikan investor, sekaligus memberikan tekanan pada external buffers negara.Selain itu keputusan untuk mempertahankan skor BBB didasari oleh sederet ketahanan fundamental ekonomi yang dimiliki Indonesia. Halaman :123 Lihat Juga : Wamenkeu Juda Agung Bicara Soal Efek Perang AS-Israel dan Iran, Apakah APBN Siap? Pemerintah Dinilai Defensif Respons Lembaga Rating, Investor Butuh Roadmap Reformasi Nyata Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! fitch rating fitch lembaga pemeringkat internasional prospek utang indonesia kondisi fiskal Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Wamenkeu Juda Agung Bicara Soal Efek Perang AS-Israel dan Iran, Apakah APBN Siap? Pemerintah Dinilai Defensif Respons Lembaga Rating, Investor Butuh Roadmap Reformasi Nyata Purbaya Sebut Koreksi Negatif Moody’s Offside, Ini Dasarnya Moody’s Bikin IHSG Nyungsep, Purbaya: Mereka Salah Hitung Respons Penilaian Moody’s, Anak Buah Airlangga Beberkan Kuatnya Fundamental Ekonomi RI Dibayangi Beban Utang Baru Rp1.650 Triliun, Purbaya: Tak Ada Alasan Ketakutan 20 Jurusan S-1 Pendidikan Terbaik Versi Indonesian Education Institutional Subject Ranking AD Scientific Index 2025 Bingung Pilih Kampus Negeri? Ini 23 PTN Terbaik di Indonesia Versi AppliedHE 2024 11 Kampus Swasta Terbaik di Palembang Versi UniRank 2023, Universitas Mana Juaranya? Rekomendasi Ketika Putaran Roda Komuter Menjadi Batu Bata untuk Sekolah di Pelosok Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing OTT Fadia Arafiq, KPK Ungkap Perusahaan Ibu Harus Menang meski Ada Tawaran Lebih Murah Selengkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Ditetapkan Tersangka Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kenakan Rompi Oranye KPK Prabowo Duduk Diapit SBY dan Jokowi saat Makan Malam di Istana Berita Terkini Selengkapnya IHSG Hari Ini Ditutup Rontok 4,57% ke Level 7.577 Transformasi Bisnis, SiCepat Targetkan Pendapatan Naik 25% di 2026 Indonesia Resmi Lepas Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi Dedikasi Rumiatun, BRILink Agen di Grobogan Sigap Melayani Warga Desa di Garis Depan Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500 Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Pastikan Ekspor 2.000 Ton Beras ke Arab Saudi Lancar 2 Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar hingga Arab Saudi 3 Imbas Penutupan Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS 4 Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya 5 6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak Infografis Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia? Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal
