Harga Minyak Bergejolak, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM Subsidi Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Harga Minyak Bergejolak, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM Subsidi Anggie Ariesta Kamis, 05 Maret 2026 – 16:12 WIBloading… Pemerintah menegaskan belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak mentah dunia bergejolak. FOTO/dok.SindoNews A A A JAKARTA – Pemerintah menegaskan belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak mentah dunia melonjak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kebijakan itu tetap mengacu pada asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN yang dipatok sebesar USD 70 per barel.”Belum. Kan APBN kita kemarin di 70 dolar ICP. Jadi kita tunggu saja,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (5/3/2026).Airlangga menjelaskan, pemerintah terus melakukan mitigasi cepat terhadap dampak ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu stabilitas energi global. Langkah antisipatif dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar internasional.Baca Juga: Minyak Dunia Mendidih, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tetap Rp10.000 Sebagai bagian dari strategi tersebut, Indonesia mengamankan sumber energi alternatif di luar kawasan Timur Tengah melalui kerja sama perdagangan Agreement of Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat serta optimalisasi aset PT Pertamina di Amerika Latin. Diversifikasi ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi yang rawan terganggu, termasuk kawasan Selat Hormuz.Dalam dokumen kesepakatan dagang resiprokal itu, Indonesia berkomitmen membeli komoditas energi senilai total USD 15 miliar. Rinciannya meliputi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar USD 3,5 miliar, minyak mentah USD 4,5 miliar, serta bensin hasil kilang USD 7 miliar guna memastikan ketersediaan stok nasional. Halaman :12 Lihat Juga : Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya! Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! harga minyak dunia harga bbm bbm bersubsidi perang iran vs israel perang as vs iran Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya! Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50% Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global Minyak Dunia Mendidih, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tetap Rp10.000 Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500 Iran Serang Kelompok Kurdi di Irak, Mulai Gelombang Serangan Baru ke Israel Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS Iran Kerjai Israel: Helikopter Mi-17 yang Dibom IDF Ternyata Lukisan di Atas Aspal Rekomendasi Gangguan Irama Jantung Bisa Sebabkan Stroke, Dialami hingga 7 Juta Orang Indonesia Streaming Dead Passenger di VISION+, Perjalanan Mencekam yang Penuh Teror Penuhi Undangan Prabowo, Pimpinan MUI, PBNU, dan Muhammadiyah Tiba di Istana Selengkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Ditetapkan Tersangka Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kenakan Rompi Oranye KPK Prabowo Duduk Diapit SBY dan Jokowi saat Makan Malam di Istana Berita Terkini Selengkapnya KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Jasa Pengiriman Ini Tawarkan Solusi Ramainya Orderan Bulan Ramadan Rupiah Kian Terpuruk Imbas Perang Timur Tengah, Dolar AS Tembus Rp16.903 Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru TikTok Shop dan Tokopedia Kolaborasi Dorong Aktivitas Ekonomi selama Ramadan Harga Minyak Bergejolak, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM Subsidi Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global 2 Iran Tutup Selat Hormuz bikin Banyak Negara Kelimpungan 3 6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak 4 Indonesia Resmi Lepas Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi 5 Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50% Infografis Pembatasan BBM Subsidi, Ojol: Pendapatan Pahit, Pengeluaran Buncit Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Harga Minyak Bergejolak, Pemerintah Belum Berencana Naikkan BBM Subsidi
