Pengamat Ungkap Anomali Harga Emas saat Perang Timur Tengah Pecah login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Pengamat Ungkap Anomali Harga Emas saat Perang Timur Tengah Pecah CNN Indonesia Jumat, 06 Mar 2026 05:15 WIB Bagikan: url telah tercopy Emas dianggap sebagai safe haven alias aset lindung nilai saat gejolak ekonomi. Logam mulia ini kerap diburu investor, khususnya saat ketidakpastian meningkat. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono). Jakarta, CNN Indonesia — Harga emas dunia terpantau melemah di tengah memanasnya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pada perdagangan Rabu (4/3), harga emas Antam turun Rp77 ribu ke level Rp3,045 juta per gram.Padahal secara teori, emas dianggap sebagai safe haven yang biasanya diburu investor saat ketidakpastian geopolitik meningkat.Lantas, mengapa harga emas tidak melambung saat perang pecah, dan apakah ada anomali dalam pergerakan logam mulia tersebut? ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan terdapat tiga faktor utama alasan harga emas turun di tengah memanasnya perang di kawasan Timur Tengah. Pertama, safe haven emas di masa perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah bergeser ke dolar AS.Lihat Juga :Harga Emas Antam Pagi Anjlok Rp77 Ribu ke Level Rp3,045 Juta per Gram “Ini terlihat dari indeks dollar AS ke level 98,8 atau naik 1,2 persen dalam sepekan terakhir,” ujar Bhima kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/3).Kedua, adanya ambil untung atau profit taking emas oleh investor karena sebelumnya harga sudah tinggi. Bhima menekankan hal ini wajar karena sebagian investor membeli emas untuk spekulasi.Ketiga, ekspektasi imbal hasil pembeli US Treasury (membeli dolar AS) akan naik karena harga minyak naik, inflasi naik, dan suku bunga terdorong naik.Bhima juga menjelaskan likuiditas menjadi alasan harga emas dinilai kurang berfungsi sebagai nilai lindung dibandingkan kenaikan imbal hasil US Treasury dan penguatan dolar AS.”Iya karena likuiditas kuncinya. Begitu krisis dan perang, memindahkan dolar AS lebih gampang daripada emas batangan. Cash is the key,” terangnya.Ia pun menambahkan investor bukan sekadar mencari imbal hasil untuk melindungi inflasi, tetapi justru bagaimana untuk bertahan.”Yang dicari bukan sekedar imbal hasil untuk lindungi inflasi. Tapi how to survive,” kata Bhima. Senada, Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyampaikan penurunan harga emas saat ini merupakan koreksi teknikal dan efek penguatan dolar AS.Meski begitu, Syafruddin menegaskan apabila konflik di Timur Tengah terus berlarut-larut maka permintaan emas akan terus meningkat karena investor mencari perlindungan dari risiko geopolitik dan inflasi.”Misalnya sampai mengganggu jalur energi global, maka secara historis permintaan emas biasanya akan kembali meningkat karena investor mencari perlindungan terhadap risiko geopolitik dan inflasi,” ungkap Syafruddin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/3).Ia memproyeksikan dalam jangka pendek apabila penguatan dolar AS dan kenaikan yield US Treasury masih berlanjut, maka harga emas berpotensi tetap dalam tekanan.”Hubungannya cukup mekanis, emas tidak memberikan imbal hasil, sehingga ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, investor global cenderung memindahkan portofolionya ke aset yang memberikan return tetap,” jelasnya.Namun, menurut Syafruddin, tekanan tersebut biasanya bersifat siklikal atau naik-turun dan jangka pendek.”Pasar emas sangat sensitif terhadap dinamika geopolitik. Jika konflik Iran dengan AS-Israel mengalami eskalasi, misalnya meluas ke kawasan Teluk atau mengganggu jalur distribusi energi global, maka faktor ketidakpastian geopolitik biasanya kembali mendominasi,” kata Syafruddin.[Gambas:Video CNN] (fln/ins) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT harga emas perang timur tengah safe haven dolar as inflasi likuiditas imbal hasil investasi emas investasi ARTIKEL TERKAIT Akulaku Finance Bukukan Laba Bersih Rp108 M Sepanjang 2025 IHSG Bertahan Hijau di Level 7.710 Sore Ini Airlangga Sikapi Santai Langkah Fitch Ratings Pangkas Outlook Utang RI SMI Siapkan Obligasi Baru Fasilitasi Lonjakan Kebutuhan Infrastruktur Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp3,049 Juta Hari Ini 35 Penerbangan Internasional Bali Dibatalkan Imbas Perang Timur Tengah REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Harga Emas Dunia Turun Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS
Harga Emas Dunia Turun Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS
Kilau Emas Kembali Lagi, Hari Ini Merayap Naik Jadi Rp2.916.000 per Gram
Kilau Emas Kembali Lagi, Hari Ini Merayap Naik Jadi Rp2.916.000 per Gram
Banyak Maskapai Batalkan Penerbangan, Pengiriman Emas dari Dubai Kena Dampak
Banyak Maskapai Batalkan Penerbangan, Pengiriman Emas dari Dubai Kena Dampak
