Deret Saham Pendulang Cuan saat Konflik Timur Tengah-Outlook Fitch login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis REKOMENDASI SAHAM Deret Saham Pendulang Cuan saat Konflik Timur Tengah-Outlook Fitch Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia Senin, 09 Mar 2026 06:55 WIB Bagikan: url telah tercopy Pergerakan pasar saat ini dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari memanasnya tensi geopolitik yang dinilai telah berkembang menjadi semacam energy warfare. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki). Jakarta, CNN Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 124,85 poin atau anjlok 1,62 persen di level 7.585 pada Jumat (6/3) silam.Investor melakukan transaksi sebesar Rp17,77 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,18 miliar saham.Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah empat hari, sementara satu hari sisanya menguat. Tak heran, performa indeks tercatat melemah 7,89 persen sepanjang pekan kemarin. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mencatat selama periode tanggal 2 sampai dengan 6 Maret 2026 kemarin perdagangan saham bursa ditutup di zona negatif.Lihat Juga :IHSG Diramal Muram Awali Pekan Ini Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 7,85 persen dari Rp14,787 triliun menjadi Rp13,627 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami peningkatan yakni sebesar 8,55 persen dari 47 miliar menjadi 51,02 miliar lembar saham.Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian pun turut menurun sebesar 16,64 persen dari Rp29,95 triliun menjadi Rp24,97 triliun.Senada, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami penurunan yakni sebesar 7,33 persen dari 2,95 juta kali transaksi menjadi 2,73 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.”Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp263 miliar dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp7,29 triliun,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan? VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan IHSG pada awal pekan depan masih akan didominasi tekanan dengan pergerakan di kisaran level support 7.450 dan resistance 7.740.Meski demikian, pasar perlu mewaspadai potensi pelemahan lanjutan apabila IHSG menembus level 7.400 pada pekan ini, karena kondisi tersebut berpotensi membuka ruang koreksi hingga ke level 7.200.Oktavianus menjelaskan pergerakan pasar saat ini dipengaruhi sejumlah sentimen, mulai dari memanasnya tensi geopolitik yang dinilai telah berkembang menjadi semacam energy warfare.Hal ini tercermin dari serangan ke Haifa refinery, tanker di Selat Hormuz, hingga infrastruktur LNG South Pars yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah serta meningkatkan kembali kekhawatiran inflasi global.Dari dalam negeri, ia mengatakan investor global tengah melakukan penyesuaian free float pasca keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen. Selain itu, pasar juga menantikan rilis kinerja FY25 yang diperkirakan akan mendorong penyesuaian alokasi investasi.Investor juga menunggu rilis indeks keyakinan konsumen Februari 2026 yang diperkirakan masih berada di level optimistis di kisaran 128.Lihat Juga :IHSG Ambruk 1,62 Persen ke 7.585 Akhiri Pekan IniMenurut Audi, kenaikan harga energi juga menjadi faktor yang perlu dicermati. Harga minyak Brent tercatat naik sekitar 10 persen ke level US$94 per barel atau tertinggi sejak November 2022, sementara harga batu bara menguat hingga US$138 per ton atau level tertinggi dalam 15 bulan terakhir.Kondisi tersebut berpotensi menambah beban APBN serta memicu kekhawatiran kenaikan harga di dalam negeri.Selain itu, pasar juga mencermati pemangkasan outlook Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s dan Fitch meski masih berada pada kategori investment grade.Hal ini terjadi di tengah tekanan fiskal setelah defisit APBN dua bulan pertama 2026 mencapai Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap PDB akibat kenaikan belanja pemerintah sekitar 26 persen.”Meski demikian, sejak awal Maret asing terus melakukan akumulasi beli sebesar Rp2,23 triliun di seluruh perdagangan,” ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (8/3).Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham Barito Renewables Energy atau BREN yang ditutup menguat 5,82 persen ke posisi 7.725 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BREN dapat menyentuh level 8.725 pada pekan ini.Kedua, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI yang ditutup di posisi 10.300 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi AADI dapat menyentuh level 12 ribu pada pekan ini.Ketiga, saham Medco Energi Internasional atau MEDC yang ditutup ke posisi 1.765 pekan lalu. Oktavianus memproyeksikan MEDC dapat menyentuh level 1.980 pada pekan ini. Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG pada sepekan ke depan masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan pergerakan di kisaran support 7.481 dan resistance 7.727.Pergerakan indeks diperkirakan akan dipengaruhi sejumlah sentimen global maupun domestik, di antaranya perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga komoditas, khususnya minyak mentah dan emas.Selain itu, pasar juga akan mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti inflasi China dan Amerika Serikat (AS), yang kemudian akan disusul oleh data produk domestik bruto (PDB) serta data ketenagakerjaan AS.Di sisi domestik, momentum menjelang Lebaran juga diperkirakan memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.”Selama sepekan ke depan diperkirakan akan dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah yang memengaruhi harga komoditas seperti minyak mentah dan emas, rilis data inflasi China dan AS yang disusul data PDB serta ketenagakerjaan AS, serta potensi aksi profit taking menjelang Lebaran,” tutur dia.Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham AADI yang ditutup di level 10.300 pada pekan lalu. Ia memproyeksi AADI dapat menyentuh level 11.425 pada pekan ini.Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham Petrindo Jaya Kreasi atau CUAN yang ditutup di level 1.320 pada pekan lalu. Ia memproyeksi CUAN dapat menyentuh level
Related Posts
OJK Tetapkan Dua Tersangka di Kasus Dugaan Goreng Saham-Manipulasi IPO
OJK Tetapkan Dua Tersangka di Kasus Dugaan Goreng Saham-Manipulasi IPO
Mandiri Sekuritas Sebut Calon Emiten Pede Melantai saat Gejolak MSCI
Mandiri Sekuritas Sebut Calon Emiten Pede Melantai saat Gejolak MSCI
Seluk Beluk Seleksi Bos Baru OJK Usai IHSG Babak Belur
Seluk Beluk Seleksi Bos Baru OJK Usai IHSG Babak Belur
