Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen CNN Indonesia Sabtu, 14 Feb 2026 09:50 WIB Bagikan: url telah tercopy Menteri ESDM Bahlil mengatakan produksi LPG nasional saat ini hanya memenuhi 24 persen atau di bawah 2 juta metrik ton (MT) dari total kebutuhan dalam negeri. (FOTO:ANTARA/Dhemas Reviyanto). Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) masih tinggi. Produksi LPG nasional saat ini hanya memenuhi sekitar 24 persen atau di bawah 2 juta metrik ton (MT) dari total kebutuhan dalam negeri.Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2), Bahlil menyampaikan konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,5 juta MT per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya berkisar 1,6-1,97 juta MT.”LPG kita konsumsinya sekitar 8,5 juta ton per tahun. Industri dalam negeri kita itu hanya kurang lebih sekitar 1,6 juta. Jadi kita masih impor sekarang 7 juta sampai 7,5 juta ton,” ujar Bahlil. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Data Kementerian ESDM menunjukkan impor LPG nasional mencapai 6,91 juta MT. Sekitar 90 persen dari jumlah tersebut merupakan LPG subsidi untuk rumah tangga.Lihat Juga :Bahlil Ungkap Dampak Terburuk Jika RI Terus Impor Minyak Ketergantungan impor itu dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama karena subsidi energi menjadi salah satu komponen belanja terbesar. Selain itu, tingginya impor membuat APBN rentan terhadap fluktuasi harga energi global dan nilai tukar rupiah.Untuk menekan impor, pemerintah mendorong substitusi energi melalui hilirisasi berbasis sumber daya domestik. Salah satunya pengembangan dimethyl ether (DME) berbasis batu bara sebagai pengganti LPG.”Kalau kita mau tunggu kita punya hasil gas untuk kita bangun LPG, enggak mungkin terjadi. Maka mau tidak mau kita harus membangun hilirisasi dengan substitusi impor dengan memakai batubara, DME,” katanya.Bahlil menyebut kebijakan ditujukan untuk mengurangi beban subsidi energi dan menekan volume impor LPG ke depan. Tak hanya LPG, ketergantungan impor juga terjadi pada bensin. Berdasarkan data ESDM, impor bensin masih mencapai 61,73 persen dari total kebutuhan nasional. Konsumsi bensin tercatat sekitar 40 juta kiloliter per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 14 juta kiloliter.Untuk mengurangi ketergantungan itu, pemerintah menyiapkan program pencampuran bioetanol dalam bensin melalui skema E20. Kebijakan tersebut melengkapi implementasi biodiesel B40 pada solar.”Maka kita akan dorong namanya etanol. E20, C48. Dengan demikian akan mengurangi impor kita,” ujar Bahlil.Di sektor solar, pemerintah menargetkan penghentian impor seiring peningkatan kapasitas kilang, termasuk melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Ia menyebut dengan beroperasinya proyek tersebut, impor solar mulai ditekan pada tahun ini.”Tahun ini dengan operasinya RDMP di Balikpapan, untuk solar kita mulai tidak impor lagi,” pungkas Bahlil.[Gambas:Video CNN] (lau/ins) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT bahlil lahadalia impor lpg produksi lpg esdm ketergantungan energi hilirisasi energi ARTIKEL TERKAIT Bahlil Beber Alasan Pangkas Kuota Produksi Batu Bara 2026 Bahlil Ungkap Dampak Terburuk Jika RI Terus Impor Minyak Bahlil Ungkap Sosok Berani di Balik Hilirisasi Nikel RI Pencabutan Izin Tambang Emas Martabe Dikaji, Bahlil Bantah Ada Lobi Bahlil Blak-blakan Belum Cabut Izin Tambang Emas Martabe Bahlil Ingin Penerbitan Izin Tambang Diserahkan ke Daerah REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Prabowo Komitmen Pangkas Regulasi dan Permudah Akses Ekspor Langsung
Prabowo Komitmen Pangkas Regulasi dan Permudah Akses Ekspor Langsung
Bulog Bidik Ekspor ke Arab Saudi Lewat Beras Haji Nusantara
Bulog Bidik Ekspor ke Arab Saudi Lewat Beras Haji Nusantara
Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation Bangun Ekosistem Inovasi, Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan
Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation Bangun Ekosistem Inovasi, Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan
