PAEI Buka Suara Soal Pelemahan Rupiah: Global Shock

PAEI Buka Suara Soal Pelemahan Rupiah: Global Shock login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Makro PAEI Buka Suara Soal Pelemahan Rupiah: Global Shock TIM | CNN Indonesia Senin, 09 Mar 2026 22:06 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Ketua PAEI David Sutyanto menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu oleh sentimen global.(Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) David Sutyanto menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipicu oleh sentimen global dibandingkan masalah fundamental dalam negeri.Dia menuturkan pelemahan rupiah masih moderat dibandingkan dengan mata uang asing Asia lainnya.”Kalau melihat data terbaru justru menarik. Walaupun rupiah sempat mendekati Rp17.000 per dolar, pelemahannya sepanjang bulan ini sebenarnya masih relatif moderat dibanding beberapa mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh penguatan dolar global dan sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik serta lonjakan harga minyak,” ujarnya dalam rilis, Senin (9/3). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ia menambahkan bahwa tekanan terhadap mata uang negara berkembang saat ini lebih merupakan dampak dari global shock yang dialami banyak negara, termasuk Indonesia.Di sisi lain, Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah yang terjadi saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang sebenarnya masih kuat. Lalu soal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada 2025 tercatat sekitar 5,11 persen, menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap ekspansif.Dengan sejumlah indikator tersebut, tekanan terhadap rupiah dinilai lebih dipengaruhi dinamika eksternal seperti penguatan dolar AS, sentimen risk-off di pasar global, serta kenaikan harga energi dunia.”Kondisi ini juga menegaskan bahwa secara fundamental, ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang cukup baik menghadapi gejolak global,” kata David. (asa) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT rupiah pelemahan rupiah bank indonesia dolar ARTIKEL TERKAIT Dibayangi Perang Iran, Seberapa Kuat Fondasi Ekonomi RI Jegal Krisis? Purbaya-Perry Sepakati Skema Pengalihan Utang 2026 Senilai Rp173,4 T Ada Libur Imlek-Lebaran, Bos BI Pede Ekonomi RI Melesat Kuartal I 2026 Bos BI Respons soal Moody’s Pangkas Outlook Kredit RI Jadi Negatif Purbaya soal Juda ke Kemenkeu – Thomas ke BI: Bukan Tukar Guling Dilantik Jadi Wamenkeu, Juda Agung Bocorkan Pesan Prabowo REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *