AHY Ungkap Benefit Kereta Cepat Surabaya Lebih Terasa: Akan Mengubah Peta Pembangunan

AHY Ungkap Benefit Kereta Cepat Surabaya Lebih Terasa: Akan Mengubah Peta Pembangunan   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil AHY Ungkap Benefit Kereta Cepat Surabaya Lebih Terasa: Akan Mengubah Peta Pembangunan Binti Mufarida Rabu, 11 Maret 2026 – 21:17 WIBloading… Menko Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, bahwa jalur yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta cepat menjadi lebih optimal, begitu juga dengan benefitnya. Foto/Dok A A A JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan, bahwa jalur yang lebih panjang akan membuat kecepatan kereta cepat menjadi lebih optimal. Dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam, menurut AHY manfaatnya akan lebih terasa jika jarak tempuh mencapai 600 hingga 800 kilometer.“Bisa dibayangkan kecepatan 350 km/jam, kalau jaraknya 600 km sampai dengan 800 km itu akan terasa betul kecepatannya, benefit-nya akan lebih dirasakan dibandingkan dengan jarak atau track yang lebih pendek. Karena begitu puncak kecepatan, setelah itu dia harus slow down lagi, harus mengurangi kecepatan karena persiapan berhenti di stasiun berikutnya,” kata AHY di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).Baca Juga: Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas AHY menilai perpanjangan jalur kereta cepat berpotensi menjadi lompatan besar dalam pembangunan nasional . Jika perjalanan Jakarta–Surabaya dapat ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kereta cepat, hal tersebut diyakini akan mengubah peta pembangunan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui.“Jadi logikanya di sana, tetapi mengapa ini dikembangkan terus karena akan menjadi game changer, Pak ya, kalau bisa dikatakan kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur baru tersebut,” papar AHY.Kereta Cepat Surabaya Terhadang Utang WhooshPeluang melanjutkan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung hingga Surabaya masih terbuka, meski proyek tersebut masih menghadapi persoalan utang dan restrukturisasi pendanaan. Rencana pengembangan jalur kereta cepat ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.”Kami ingin pastikan proyek yang besar dan juga strategis itu bisa terus eksis dan berjalan bahkan semakin maju karena juga banyak yang berharap selain sampai dengan Bandung harapannya bisa terus sampai dengan katakanlah Surabaya, Jawa Timur,” kata AHY dalam sebuah diskusi di Jakarta, pada Februari lalu. Halaman :12 Lihat Juga : Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! kereta cepat surabaya agus harimurti yudhoyono ahy menko bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan pembangunan nasional Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh Purbaya Sebut Belum Diundang soal Utang Whoosh Ditanggung APBN Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya 52% Pemudik Gunakan Mobil dan Motor di Mudik Lebaran 2026 Jelang Mudik Lebaran, AHY Instruksikan Kementerian PU Pantau Infrastruktur AHY Sebut Jakarta Butuh Ruang Kreatif untuk Anak Muda Rekomendasi Pemulihan Pascabencana, Hexindo dan Mitra Hadirkan Carrier Dump Morooka di Pidie Jaya Ditinggal Warganya Sembunyi di Bunker, Tel Aviv Menjadi Kota Hantu Malam Puncak Grand Final KDI 2025: Penentuan Bintang Dangdut Baru Indonesia Selengkapnya Tok! PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan Gus Yaqut Komisi Percepatan Reformasi Polri Siap Laporkan Hasil Kerja Mantan Dirjen Aptika Semuel Abrijani Divonis 6 Tahun Penjara Berita Terkini Selengkapnya Pacu Transisi Energi 100 Gigawatt Tenaga Surya, Prabowo: Banyak Negara Lebih Menyedihkan Perluas Ekosistem dan Talenta Digital, BI dan OJK Jakarta Kampanyekan PIDI Silaturahmi Lancar, Rumah Tetap Aman dengan Smarthome Plus Krisis Adalah Berkah Tersembunyi di Mata Prabowo: Yang Kuat Akan Selamat Prabowo Heran Cucu BUMN Tak Boleh Diaudit: Peraturan dari Mana? Perkuat Implementasi ESG, Olahkarsa Rilis Panduan Praktis bagi Pelaku Bisnis Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Cadangan Minyak Rusia Cukup untuk Bertahan 60 Tahun, Stok BBM RI Hanya 26 Hari 2 Trump Sesumbar Perang dengan Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Terjun Bebas 3 Harga Minyak Dunia USD100 per Barel Ancam APBN, Menkeu Purbaya: Masih Aman, Masih Kuat 4 Lantik 1.585 Pejabat Baru Kemenkeu, Purbaya Singgung Rusaknya Citra Pajak dan Bea Cukai 5 Dua Kapal Pertamina Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah, Pasokan BBM Aman Infografis Morgan Stanley Ungkap 3 Alasan Dominasi Dolar AS Tak Akan Pudar Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *