Was-was Lonjakan Harga Minyak, Maskapai AS Pangkas Penerbangan 5% login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Was-was Lonjakan Harga Minyak, Maskapai AS Pangkas Penerbangan 5% CNN Indonesia Sabtu, 21 Mar 2026 11:12 WIB Bagikan: url telah tercopy Maskapai penerbangan AS United Airlines akan memangkas penerbangan terjadwalnya 5 persen pada kuartal II dan III 2026 menyusul proyeksi lonjakan harga minyak berkepanjangan. Ilustrasi. (David McNew/Getty Images/AFP). Jakarta, CNN Indonesia — Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) United Airlines akan memangkas penerbangan terjadwalnya sebesar 5 persen pada kuartal II dan III 2026. Hal itu diputuskan setelah manajemen memperkirakan kenaikan harga minyak yang berkepanjangan imbas perang Iran menyebabkan biaya bahan bakar jet melonjak.Dalam memo kepada staf, CEO Scott Kirby mengungkapkan maskapai penerbangan tersebut sedang mempersiapkan diri untuk kenaikan harga minyak hingga US$175 per barel dan tetap di atas US$100 hingga akhir 2027.Konsekuensinya, tagihan bahan bakar tahunan United akan meningkat sekitar US$11 miliar, lebih dari dua kali lipat keuntungan di tahun terbaiknya, jika harga tetap pada level yang sama. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Perang di Iran mendorong maskapai penerbangan ke fase baru guncangan bahan bakar. Harga bahan bakar jet hampir berlipat ganda sejak akhir Februari, meningkatkan biaya di seluruh industri dan mengganggu pola penerbangan global melalui pengalihan rute dan pembatasan wilayah udara.Lihat Juga :WFH untuk ASN Berlaku Setelah Lebaran, Bisa Hemat BBM 20 Persen Meski maskapai penerbangan besar AS mengatakan permintaan yang kuat memberi mereka ruang untuk menaikkan tarif, pemotongan tersebut diperkirakan akan menahan kekuatan penetapan harga industri.”Tidak ada gunanya menghabiskan uang tunai dalam jangka pendek untuk penerbangan yang tidak dapat menyerap biaya bahan bakar ini,” ujar Kirby dalam keterangannya yang dikutip Reuters, Sabtu (21/7)Perusahaan, sambung Kirby, lebih memilih membiarkan sebagian permintaan tidak terpenuhi daripada menerbangkan rute yang merugi jika biaya bahan bakar tetap tinggi.Maskapai yang berbasis di Chicago itu telah mengurangi penerbangan yang lebih lemah, seperti beberapa layanan tengah minggu, Sabtu, dan penerbangan malam.Lihat Juga :Lebaran Pertama Jadi Menkeu, Purbaya Pakai Baju Baru dari Tanah AbangKirby juga mengatakan perusahaan akan membatalkan sekitar tiga poin persentase penerbangan di luar jam sibuk pada kuartal kedua dan ketiga, termasuk penerbangan malam dan penerbangan tengah minggu yang lebih lemah.Maskapai ini juga akan mengurangi sekitar satu poin kapasitas di Chicago O’Hare dan tetap menangguhkan layanan ke Tel Aviv dan Dubai, sehingga total pengurangan menjadi sekitar lima poin persentase dari kapasitas yang direncanakan tahun ini.Rencananya, maskapai tersebut akan memulihkan jadwal penuh pada musim gugur ini.Sementara itu, maskapai AS lain seperti Delta dan American menyatakan permintaan yang kuat telah memungkinkan mereka untuk menaikkan tarif guna memulihkan sebagian dari lonjakan harga bahan bakar baru-baru ini. Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (20/3) dan ditutup pada level US$112 per barel yang merupakan posisi tertinggi sejak 2022.Kontrak berjangka Brent untuk Mei ditutup naik US$3,54, atau 3,26 persen, menjadi US$112,19 per barel, tertinggi sejak Juli 2022. Pada titik tertinggi sesi harganya sempat naik lebih dari US$4.Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk April, yang berakhir pada Jumat, ditutup menanjak US$2,18, atau 2,27 persen, menjadi US$98,32 per barel.[Gambas:Video CNN] (sfr) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT maskapai amerika serikat united airlines harga minyak lonjakan harga minyak ARTIKEL TERKAIT Kemenhub Bantah RI Setop Penerbangan ke Luar Negeri Akibat Perang Iran Kemenhub soal Tiket Domestik Mahal: Tak Ada yang Dilanggar Maskapai Malaysia Cabut Kesepakatan Dagang dengan AS Usai MA Anulir Tarif Trump Perusahaan Pelayaran Tetap Ogah Melintas Selat Hormuz Meski Dikawal AS Daftar Saham Berpotensi Jagoan di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia Pejabat AS-China Berunding di Paris, Trump Berencana Temui Xi Jinping REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Tangkal Dampak Krisis Minyak Timteng, Korsel Batasi Harga BBM
Tangkal Dampak Krisis Minyak Timteng, Korsel Batasi Harga BBM
Harga Minyak Melonjak hingga 8 Persen, Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Harga Minyak Melonjak hingga 8 Persen, Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasokan
Harga Minyak Anjlok 11 Persen usai Trump Isyaratkan Deeskalasi Timur Tengah
Harga Minyak Anjlok 11 Persen usai Trump Isyaratkan Deeskalasi Timur Tengah
