Identitas Banksy Terkuak, tapi Perlukah Membiarkannya Tetap Misterius?

Identitas Banksy Terkuak, tapi Perlukah Membiarkannya Tetap Misterius? login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Hiburan Seni Budaya Identitas Banksy Terkuak, tapi Perlukah Membiarkannya Tetap Misterius? CNN Indonesia Rabu, 25 Mar 2026 05:45 WIB Bagikan: url telah tercopy Salah satu karya paling terkenal yang pernah dibuat Banksy. Karya ini kemudian banyak direproduksi budaya pop dunia hingga saat ini. (AFP PHOTO / THOMAS COEX) Jakarta, CNN Indonesia — Jika ditanya, siapakah seniman paling melegenda dan dinanti karyanya di milenium ketiga ini? Sejauh ini mungkin jawabnya masih Banksy.Seniman jalanan yang selama ini hidup dalam kemisteriusan, dan karya-karyanya–terutama mural–yang menyuarakan keresahan sosial selalu jadi pembicaraan, diburu kolektor, dan jadi sebuah budaya pop yang diminati anak-anak muda.Pilihan RedaksiBanksy Ungkap Nama Depan dalam Rekaman 20 Tahun LaluPatung Trump disalib Picu Perdebatan di SwissPria Dibui 13 Bulan Gegara Curi Lukisan Ikonik Banksy di InggrisSelama bertahun-tahun dunia bertanya-tanya: siapa sebenarnya Banksy? Dan, seniman jalanan paling misterius di dunia itu akhirnya–sejauh ini disebut–telah berhasil diungkap lewat investigasi mendalam kantor berita asal Inggris, Reuters. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Dalam tulisan panjang yang diunggah pada pertengahan Maret 2026 ini dengan judul In Search of Banksy (Pencarian Banksy), Reuters meyakini seniman itu adalah seorang pria asal Bristol bernama Robin Gunningham yang lahir sekitar 1974.Sosok yang masuk kategori Generation X itu disebut menggunakan nama samaran legal “David Jones” sejak 2008 untuk menyembunyikan identitasnya. Reuterss meyakini Gunningham berdasarkan bukti kuat dari mulai catatan kepolisian saat melakukan penangkapan di Manhattan, New York pada 2000. Pengakuan yang diteken Gunningham itu terjadi ketika tertangkap tangan tangan sedang menggambar di sebuah papan iklan.Reuters mengatakan insiden itu juga juga pernah diceritakan oleh mantan manajer Banksy, Steve Lazarides, dalam bukunya. Dalam buku tersebut, Lazarides tak menyebut sedikit pun nama asli seniman tersebut.Dalam investigasi itu, Banksy disebut telah ‘menghapus’ identitas Guningham secara hukum  untuk melindungi anonimitasnya.Menurut penelusuran dokumen publik oleh Reuters, pria yang diduga Banksy ini kini hidup dengan nama yang sangat umum di Inggris: David Jones.Reuters juga melacak perjalanan Banksy ke Ukraina pada akhir 2022 lalu. Diketahui sebuah mural hasil karya Banksy muncul Investigasi ini juga melacak perjalanan Banksy ke Ukraina pada akhir 2022 untuk membuat mural di reruntuhan bangunan akibat perang. Media yang memiliki rekam jejak pemberitaan sudah berpuluh tahun itu mewartakan data imigrasi menunjukkan bahwa seorang pria bernama David Jones menyeberang ke Ukraina pada waktu yang bersamaan dengan munculnya karya-karya Banksy di sana.Grafiti hasil karya Banksy di salah satu bangunan rusak di Ukraina, 12 November 2022. (Banksy via REUTERS/BANKSY)Membiarkan anonimitas Banksy tetap terjagaTapi, Banksy bukan sekadar nama. Ia adalah perlawanan yang memilih tidak dikenal. Di balik anonimitasnya, Banksy justru semakin lantang.Ia bukan hanya seorang seniman jalanan, melainkan seorang narator yang mengingatkan ketidakseimbangan sosial, dan membela mereka yang sering dilupakan.Mark Stephens, salah satu pengacara lama Banksy, mengutip surat ke Reuters, menyampaikan keberatan atas laporan investigasi itu. Stephens memang tak secara eksplisit membantah nama-nama yang dipublikasi Reuters dalam karya investigasi itu, namun dia mendesak agar hasilnya tak disiarkan secara lebih detail.Ia memperingatkan pengungkapan identitas malah bisa membahayakan keselamatan sang seniman dan merusak nilai seni dari karya-karyanya.Selama bertahun-tahun, tulis Stephens, Banksy telah menjadi ‘menjadi sasaran perilaku obsesif, ancaman, dan ekstremis’.Menolak menjelaskan ancaman-ancaman tersebut, Stephens menegaskan upaya membuka identitas Banksy malah akan merugikan publik.”Bekerja secara anonim atau menggunakan nama samaran melayani kepentingan masyarakat yang vital,” tulisnya.”Hal itu melindungi kebebasan berekspresi dengan memungkinkan para kreator untuk menyampaikan kebenaran kepada penguasa tanpa takut akan pembalasan, sensor, atau penganiayaan– terutama ketika membahas isu-isu sensitif seperti politik, agama, atau keadilan sosial,” imbuh Stephens dikutip dari Reuters.Seorang pemuda bermain skateboard di depan dinding yang menjadi sasaran grafiti Banksy di kawasan Fulham, London, Inggris, 6 Agustus 2024. (REUTERS/Mina Kim)Mengutip dari CNN, Banksy bukanlah satu-satunya yang lebih memilih untuk tetap anonim dalam menelurkan setiap karyanya. Di antara para seniman yang menyembunyikan identitas mereka adalah Jerkface, seorang seniman jalanan New York yang dikenal karena interpretasi uniknya terhadap karakter animasi yang sangat disukai.Lewat surel kepada CNN–dengan tidak mengungkap identitas aslinya–Jerkface mengatakan bahwa anonimitas telah lama dihargai dalam seni.”Jika melihat semua bidang kreatif, seni visual adalah salah satu dari sedikit bidang di mana ekspresi dapat dilakukan tanpa perlu mengungkapkan identitas seseorang,” katanya.”Aktor dan musisi mengubah nama asli mereka, tetapi seringkali tidak dapat dengan mudah menyembunyikan wajah mereka. Penulis telah menyembunyikan identitas mereka selama berabad-abad,” imbuhnya.Dia menegaskan, “Orang-orang yang menghargai para seniman ini, mereka tidak ingin tahu siapa yang ada di balik topeng itu. Itu merusak misteri.”Jerkface menambahkan, “Ada kekecewaan nyata ketika identitas Banksy terungkap. Itu seperti memberi tahu seseorang bahwa gulat itu tidak nyata. Mereka sudah tahu. Mereka tidak mencari bukti rinci.”Seorang konsultan seni yang berbasis di Lisbon, Portugal, Nico Epstein mengatakan kepada CNN bahwa memang bahwa sudah lama ada ‘bisikan’ di industri itu soal Gunningham. Namun, kini dia kecewa karena hal itu telah dikonfirmasi.Epstein menegaskan jika bisa memutar waktu, dia ingin Banksy tetap anomim bersama misteri yang hidup di balik identitasnya.”Banksy adalah pahlawan super bagi banyak orang. Orang-orang ingin mempercayai dongeng itu dan sekarang telah berakhir,” tegasnya. Sejarah ringkas BanksyBanksy adalah pembuat grafiti atau mural, pelukis, pembuat film, dan juga aktivis yang pernah menjadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *