Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah Ramadan Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Economics Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS Economics Nia Deviyana 27/03/2026 01:00 WIB Negara-negara Asia termasuk Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia hingga Sri Lanka disebut mulai mengantre untuk membeli minyak Rusia. Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS. Foto: Freepik. A A A IDXChannel – Negara-negara Asia termasuk Vietnam, Thailand, Filipina, Indonesia hingga Sri Lanka disebut mulai mengantre untuk membeli minyak Rusia. Melansir Reuters, Kamis (26/3/2026), beberapa sumber termasuk Rusia mengatakan terhambatnya pasokan di tengah perang AS-Israel versus Iran memunculkan kemungkinan permintaan akan melebihi pasokan. Baca Juga: Drama 15 Menit di Pasar Minyak Sebelum Penundaan Serangan Iran Sebelumnya, perang di Ukraina berhasil membuat pelanggan Eropa, yang merupakan pembeli terbesar minyak dan gas Rusia, menjauhi Moskow. Namun, India dan China kini menyumbang sekitar 80 persen ekspor minyak Rusia. Turki juga menjadi pembeli signifikan. Namun dalam beberapa pekan terakhir, semakin banyak negara Asia yang ikut mengantre, menurut berbagai sumber termasuk media dan pihak Rusia. Baca Juga: Harga Minyak Turun 2 Persen, Iran Pertimbangkan Proposal Damai AS “Permintaan sangat tinggi, terutama dari tujuan alternatif. Akibatnya, bisa saja muncul titik ketika menjadi sulit untuk memenuhi permintaan tambahan,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menanggapi pertanyaan mengenai permintaan minyak Rusia. Sekitar seperlima produksi minyak global secara efektif terhalang masuk ke pasar akibat perang di Timur Tengah yang menghentikan lalu lintas melalui Selat Hormuz. Baca Juga: Harga CPO Rebound, Didukung Minyak Kedelai Chicago dan Data Ekspor Rusia sendiri diuntungkan oleh tingginya harga minyak serta keringanan sanksi selama 30 hari dari AS untuk pembelian minyak yang diangkut melalui laut. Pendapatan dari minyak dan penjualan gas alam menyumbang sekitar seperempat dana negara Rusia. Namun kemampuan Rusia untuk meningkatkan ekspor minyak juga terbatas, sebagian karena serangan drone Ukraina yang secara efektif telah menutup setidaknya 40 persen kapasitas ekspor minyak negara tersebut. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Negara-negara Asia Mengantre Minyak rusia Perang di Timur Tengah Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Pasar Valas Cenderung Stabil, Investor Masih Cermati Perang Timur Tengah Berita Terkait India Hindari Pembelian Minyak Rusia Demi Capai Kesepakatan Dagang dengan AS 09/02/2026 06:56 WIB Impor Minyak India dari Rusia Diperkirakan Capai Level Tertinggi 26/11/2025 05:24 WIB Ekspor India ke AS Melonjak Meski Ada Tarif 50 Persen 18/11/2025 17:18 WIB Perusahaan-Perusahaan China Batalkan Pembelian Minyak Rusia Akibat Sanksi AS 24/10/2025 12:26 WIB India Cari Pemasok Minyak Alternatif Usai AS Jatuhkan Sanksi ke Rusia 23/10/2025 14:17 WIB Trump Sebut India Akan Berhenti Beli Minyak Rusia 16/10/2025 10:40 WIB Berita Lainnya Trump Klaim Iran Mohon Kesepakatan Akhiri Perang saat Teheran Keluarkan Tuntutan Baru 27/03/2026 06:47 WIB IHSG Mendekati Titik Terendah, Investor Harus Panik atau Justru Beli? 27/03/2026 06:39 WIB Pembiayaan BSI (BRIS) Capai Rp323 Triliun per Februari 2026 27/03/2026 06:32 WIB Rusia Larang Ekspor Emas Lebih dari 100 Gram 27/03/2026 06:03 WIB IHSG Hari Ini Masih Rawan Lanjutkan Koreksi, Cermati Saham-Saham Berikut 27/03/2026 06:00 WIB Ada Imlek hingga Lebaran, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Capai 5,5 Persen 27/03/2026 05:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Menteri Perdagangan Dunia Gelar Pertemuan Bahas Reformasi WTO Bahlil Buka Peluang Relaksasi Produksi Batu Bara dan Nikel, Ini Syaratnya 1,9 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek, Jasa Marga Imbau Manfaatkan Diskon Tarif Tol 30 Persen Harga Pertalite Diprediksi Tembus Rp11.500 untuk Jaga Defisit APBN Bahlil Ungkap Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi Ada Imlek hingga Lebaran, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Diproyeksi Capai 5,5 Persen Bahlil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying BBM Meski Impor Minyak Masih Terkendala Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS 70 Persen LPG Masih Impor, Masyarakat Diminta Hemat Saat Memasak Prabowo Setujui Bea Keluar Batu Bara dan Nikel, Aturan Ditargetkan Efektif per 1 April Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.30
Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS
