Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah Ramadan Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Market news Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah Market news Nia Deviyana 28/03/2026 05:00 WIB Penerbitan obligasi negara berkembang yang mencetak rekor pada awal tahun kini hampir terhenti di tengah kekhawatiran terhadap perang Timur Tengah. Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah. Foto: iNews Media Group. A A A IDXChannel – Penerbitan obligasi negara berkembang yang mencetak rekor pada awal tahun kini hampir terhenti di tengah kekhawatiran terhadap perang Timur Tengah yang memicu gejolak pasar dan menaikkan biaya pinjaman. Para bankir dan investor mengatakan faktor geopolitik membuat sejumlah negara berada dalam ketidakpastian. Baca Juga: Intip Harga BBM Hari Ini di Tengah Konflik Timur Tengah Situasi ini menyoroti rapuhnya banyak ekonomi negara berkembang yang hingga sebulan lalu masih dibanjiri permintaan terhadap surat utang mereka, meskipun di tengah tarif dan gejolak geopolitik. Namun, Angola menjadi salah satu pengecualian pada bulan ini. Angola adalah produsen minyak yang diuntungkan oleh lonjakan harga minyak mentah. Baca Juga: Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar “Semua pembahasan pendanaan masih berlangsung, tetapi dengan pendekatan hati-hati sambil menunggu perkembangan,” kata Co-Head Debt Financing di Citi, Victor Mourad, dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026). Negara-negara berkembang seperti Arab Saudi, Meksiko, dan Turki telah menerbitkan utang pada Januari dan Februari dengan kecepatan yang sangat tinggi. Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim Temui Prabowo di Istana, Bahas Konflik Timur Tengah Hal itu membuat penjualan utang kuartal pertama tetap mencetak rekor meskipun penerbitan pada Maret sangat minim. Pemerintah dan korporasi di kawasan Eropa Tengah dan Timur, Timur Tengah, serta Afrika berhasil menghimpun dana sebesar USD117,5 miliar, sekitar USD3 miliar lebih tinggi dibandingkan tiga bulan pertama 2025, bahkan sebelum Angola masuk ke pasar pekan ini. Angola menjadi salah satu dari sedikit negara berkembang yang spread kreditnya menyempit sejak agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Hal ini menunjukkan investor kini meminta premi risiko yang lebih kecil untuk meminjamkan dana kepada negara produsen minyak Afrika Barat tersebut dibandingkan sebelum perang. Perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang berfokus di Afrika, Helios Towers, juga menerbitkan utang pekan ini. Namun bagi banyak pihak lainnya, situasinya jauh lebih sulit. Investor menarik dana sebesar USD3,3 miliar dari obligasi negara berkembang pada pekan hingga 19 Maret, serta lebih dari USD5 miliar dari obligasi korporasi berimbal hasil tinggi, menurut Bank of America. Penarikan terakhir tersebut merupakan arus keluar terbesar sejak guncangan tarif AS pada April 2025. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Penerbitan Obligasi Negara Berkembang perang Timur Tengah Surat Utang Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Menlu Iran Puji Dukungan Masyarakat Indonesia yang Mengecam Agresi Brutal AS Berita Terkait ASN dan Swasta Bakal Diwajibkan WFH Satu Hari Kerja dalam Seminggu usai Lebaran 19/03/2026 20:03 WIB Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM, Dealer Mobil Listrik Kebanjiran Pembeli 18/03/2026 17:56 WIB Ekskalasi Timur Tengah, Ekonomi Dunia Diperkirakan Melambat Jadi 3,1 Persen pada 2026 17/03/2026 21:55 WIB Bahlil Sebut RI Dapat Angin Segar dari Iran soal Kebijakan Buka-Tutup Selat Hormuz 17/03/2026 15:48 WIB Strategi BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dari Dampak Perang Timur Tengah 17/03/2026 15:20 WIB BI: Perang Timur Tengah Sebabkan Dana Asing Kabur dari Emerging Market 17/03/2026 15:06 WIB Berita Lainnya Langgar Aturan Kawasan Hutan, Adhi Kartiko (NICE) Siap Lunasi Denda Rp186 Miliar 28/03/2026 07:30 WIB DOID Rugi Rp1,9 Triliun Sepanjang 2025 Imbas Gangguan Operasional dan Cuaca Buruk 28/03/2026 07:00 WIB Puncak Arus Balik Gelombang II, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek Pagi Ini 28/03/2026 06:15 WIB Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan 28/03/2026 06:00 WIB Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah 28/03/2026 05:00 WIB Pramono Sebut WFA Bukan Beban bagi Pemprov DKI, Janji Layanan Masyarakat Tak Terganggu 28/03/2026 04:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Ekuitas Kembali Positif, Saham GIAA Keluar dari Papan FCA Grup Bakrie Menggeliat saat Market Merah, Saham ENRG dan Laba Fantastis DEWA Curi Perhatian Prospek Emiten Unggas, Intip Proyeksi CPIN dan JPFA Harga Turun Tajam, Saham MLPT Dihentikan Sementara Operasional Tambang Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Wall Street Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Dow Jones Masuk Fase Koreksi Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar MORA Mau Buyback Saham Publik yang Tak Setujui Merger, Siapkan Dana Rp1 Triliun Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.30
Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah
