Perang Iran Ancam Dominasi Petrodolar-Dorong Munculnya Petroyuan login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Makro Perang Iran Ancam Dominasi Petrodolar-Dorong Munculnya Petroyuan CNN Indonesia Sabtu, 28 Mar 2026 09:17 WIB Bagikan: url telah tercopy Analis memperkirakan konflik AS-Israel vs Iran mengguncang dominasi dolar AS dalam perdagangan minyak global, sekaligus membuka ruang bagi penguatan yuan. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim). Jakarta, CNN Indonesia — Analis memperkirakan konflik Amerika Serikat dan Israel vs Iran berpotensi mengguncang dominasi dolar AS dalam perdagangan minyak global, sekaligus membuka ruang bagi penguatan mata uang yuan China sebagai alternatif.Mengutip South China Morning Post, Jumat (27/3), dalam laporan riset yang dirilis analis dari Deutsche Bank menyebut dampak perang yang telah berlangsung hampir sebulan mulai menguji fondasi sistem Petrodolar. Padahal sistem ini selama puluhan tahun menjadi tulang punggung transaksi minyak dunia.Mereka menilai kerusakan ekonomi di kawasan Teluk akibat konflik dapat mendorong negara-negara produsen minyak untuk mengurangi ketergantungan pada aset berbasis dolar AS. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Jika negara Teluk semakin mendekat ke Asia dalam hubungan perdagangan dan investasi, serta mulai mengurangi penetapan harga minyak dalam dolar, dampaknya terhadap penggunaan dolar dalam perdagangan dan cadangan global akan signifikan,” tulis laporan tersebut.Lihat Juga :Bahlil Akui Sulit Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz Sejak kesepakatan Petrodolar 1974, sebagian besar perdagangan minyak global dilakukan dalam dolar AS, terutama setelah Arab Saudi sepakat menetapkan harga minyak dalam dolar sebagai imbalan jaminan keamanan dari Washington. Skema ini kemudian memperkuat dominasi dolar dalam rantai nilai global.Namun, tekanan terhadap sistem tersebut meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Minyak dari Rusia dan Iran yang terkena sanksi kini diperdagangkan menggunakan mata uang non-dolar. Selain itu, Arab Saudi juga mulai bereksperimen dengan pembayaran non-dolar untuk proyek infrastruktur.Di sisi lain, China telah meluncurkan kontrak berjangka minyak berbasis yuan sejak 2018. Meski skalanya masih jauh lebih kecil dibanding transaksi berbasis dolar, langkah ini dinilai sebagai upaya strategis memperluas penggunaan yuan dalam perdagangan energi global.Perkembangan terbaru menunjukkan potensi pergeseran yang lebih tajam. Iran dilaporkan mulai mengaitkan akses ke Selat Hormuz dengan pembayaran minyak menggunakan yuan. Jalur ini sangat krusial karena sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati wilayah tersebut.Analis Deutsche Bank menilai dinamika ini perlu diawasi ketat karena berpotensi menjadi titik awal erosi dominasi petrodolar dan munculnya Petroyuan.Mereka memproyeksikan kemungkinan terjadinya pembelahan sistem, minyak dari Timur Tengah yang dikirim ke Asia dapat dihargai dalam yuan, sementara pasokan ke sekutu Barat tetap menggunakan dolar.Selain faktor geopolitik, perubahan struktural seperti transisi ke energi terbarukan, pengembangan energi nuklir, dan peningkatan produksi domestik juga diperkirakan akan mengurangi ketergantungan terhadap minyak global.”Dunia yang semakin mandiri dalam pertahanan dan energi juga bisa menjadi dunia yang menyimpan lebih sedikit cadangan dolar AS,” tulis para analis.[Gambas:Video CNN] (ldy/agt) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT iran amerika serikat dolar as yuan ARTIKEL TERKAIT Punya Data Kuat, Indonesia Optimis Hadapi Investigasi Section 301 AS Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak US$150 per Barel, RI Masih Dijaga Subsidi BBM Malaysia Membengkak 4 Kali Lipat Imbas Minyak Bergolak Prabowo soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan RI Tak Bisa Ditawar Trump Cuan Rp150 T Hasil ‘Nyalo’ Akuisisi TikTok di AS Airlangga: Di Berbagai Skenario, Defisit APBN 3% Sulit Dipertahankan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Stimulus Lebaran 2026: Anggaran THR ASN Naik Jadi Rp55 Triliun dan Bonus Ojol Rp220 M
Stimulus Lebaran 2026: Anggaran THR ASN Naik Jadi Rp55 Triliun dan Bonus Ojol Rp220 M
Sean Diddy Combs Dapat Pemotongan Hukuman, Bisa Bebas Lebih Cepat
Sean Diddy Combs Dapat Pemotongan Hukuman, Bisa Bebas Lebih Cepat
Ahli strategi melihat guncangan jangka pendek, bukan pergeseran pasar jangka panjang
Ahli strategi melihat guncangan jangka pendek, bukan pergeseran pasar jangka panjang
