IMF Wanti-wanti Inflasi AS Sulit Turun Akibat Perang Iran

IMF Wanti-wanti Inflasi AS Sulit Turun Akibat Perang Iran login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Makro IMF Wanti-wanti Inflasi AS Sulit Turun Akibat Perang Iran CNN Indonesia Senin, 13 Apr 2026 05:00 WIB Bagikan: url telah tercopy IMF memperkirakan inflasi di Amerika Serikat akan lebih sulit turun dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target 2 persen akibat perang Iran. (Foto: Getty Images via AFP/ANDREW HARNIK) Jakarta, CNN Indonesia — Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan inflasi di Amerika Serikat akan lebih sulit turun dan membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target akibat perang Iran.Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan sebelum perang, lembaganya memprediksi inflasi AS akan kembali ke target 2 persen pada awal tahun depan. Namun, kini target tersebut nampaknya sulit dicapai.”Sekarang itu mungkin sedikit tertunda,” kata Georgieva kepada CBS News dalam wawancara yang ditayangkan Minggu (12/4). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Perang tersebut telah mempercepat kenaikan harga konsumen di AS. Lonjakan harga bensin mendorong inflasi AS naik ke 3,3 persen pada Maret 2026, dengan laju kenaikan harga tiga kali lebih cepat dibanding bulan sebelumnya, menurut laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru.Lihat Juga :Iran Ungkap Alasan 2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz IMF akan merilis laporan World Economic Outlook terbaru pada Selasa besok, yang akan memberikan penilaian terkini tentang dampak perang Iran terhadap prospek ekonomi global.”IMF kini akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global, setelah sebelumnya memperkirakan ada ‘sedikit kenaikan’ sebelum perang dimulai,” kata Georgieva.Menurutnya, besaran revisi penurunan proyeksi pertumbuhan akan bergantung pada lamanya konflik, serta seberapa cepat produksi minyak dan gas alam pulih ke level sebelum perang.[Gambas:Video CNN] (pta) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT inflasi as inflasi amerika serikat imf perang iran iran ARTIKEL TERKAIT Dibanding Negara Selevel, Seberapa Tangguh RI Hadapi Gejolak Global? Hadapi Krisis, Purbaya Ungkap RI Ogah Ikuti Saran IMF Purbaya Sebut Inflasi Maret 2026 Bisa 2,51 Persen, Ini Penyebabnya Trump Membual Tak Butuh Selat Hormuz: AS Tak Impor Minyak Lewat Sana Ada Ramadan dan Lebaran, RI Inflasi 3,48 Persen pada Maret 2026 Perang Iran Ancam Dominasi Petrodolar-Dorong Munculnya Petroyuan REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *