RI Gabung Rantai Pasok Mineral Kritis, Strategis untuk Transisi Energi dan Pertahanan

RI Gabung Rantai Pasok Mineral Kritis, Strategis untuk Transisi Energi dan Pertahanan Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah ESG Zone Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Economics RI Gabung Rantai Pasok Mineral Kritis, Strategis untuk Transisi Energi dan Pertahanan Economics Iqbal Dwi Purnama 17/02/2026 19:00 WIB Indonesia memasuki fase baru dalam industri mineral kritis setelah masuk dalam rantai pasok global Indonesia memasuki fase baru dalam industri mineral kritis setelah masuk dalam rantai pasok global. (Foto: Instagram @rosanroeslani) A A A IDXChannel – Indonesia memasuki fase baru dalam industri mineral kritis setelah masuk dalam rantai pasok global. Komoditas tersebut dinilai sangat strategis untuk mendukung industri energi baru terbarukan (EBT) hingga teknologi, termasuk pertahanan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT Perminas (Persero) dengan New Energy Metals Holdings Ltd asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Kedua perusahaan sepakat  mengembangkan rantai pasok rare earth terintegrasi lintas negara. Baca Juga: Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis Ketua Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto mengatakan, kerja sama ini menunjukkan meningkatnya kapasitas industri nasional sekaligus kepercayaan mitra global terhadap potensi mineral strategis Indonesia. Dia menilai, kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar mineral kritis dunia sekaligus mendorong pertumbuhan industri domestik, utamanya yang membutuhkan akses bahan baku mineral kritis.  “Ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements. Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026). Baca Juga: Danantara Dirikan BUMN Perminas untuk Fokus Kelola Logam Tanah Jarang Mineral seperti neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium menjadi komponen penting dalam magnet permanen berperforma tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik, turbin angin, infrastruktur listrik, serta teknologi kedirgantaraan dan pertahanan. Ketersediaan bahan baku ini dinilai krusial bagi ketahanan industri modern dan transisi energi global. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Rare earth Mineral tanah jarang Mineral kritis Perminas Tim Editor Iqbal Dwi Purnama Reporter Rahmat Fiansyah Editor Berita Rekomendasi Gandeng UEA, Perminas Amankan Akses Mineral Tanah Jarang di Gabon Berita Terkait Menteri Investasi Buka Suara Soal Peralihan Tambang Emas Martabe ke Perminas 09/02/2026 16:05 WIB Isu Peralihan Tambang Emas Martabe Mencuat, Ini Tanggapan UNTR 08/02/2026 10:48 WIB Danantara Dirikan BUMN Perminas untuk Fokus Kelola Logam Tanah Jarang 03/02/2026 21:30 WIB Mensesneg Ungkap Pembentukan Perminas Arahan Presiden, Bakal Kelola Mineral Kritis 30/01/2026 17:04 WIB Bos Danantara Tunggu Keputusan Perminas soal Ambil Alih Kelola Tambang Martabe 30/01/2026 16:02 WIB Amerika Serikat Incar Mineral Kritis Indonesia, Menko Airlangga: Danantara Sudah Mulai Negosiasi 27/12/2025 11:50 WIB Berita Lainnya Wacana Peleburan Bapanas ke Bulog Dinilai Rawan Konflik Kepentingan Tata Kelola Pangan 18/02/2026 00:12 WIB Simak Penjelasan Muhammadiyah soal Puasa Ramadan Mulai Besok Rabu 18 Februari 2026 17/02/2026 23:11 WIB Menag: Kalender Hijriah Global Turki Belum Mulai 1 Ramadan Besok 17/02/2026 21:45 WIB Ini Penjelasan Menag soal Keputusan 1 Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026 17/02/2026 21:09 WIB Saingi Arab Saudi, Irak-UEA Bakal Bangun Proyek Kabel Fiber Optik Senilai Rp11 Triliun 17/02/2026 21:00 WIB PBNU Tetapkan Awal Ramadan Dimulai pada Kamis 19 Februari 2026 17/02/2026 20:15 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Dorong Transisi Energi, PGEO dan PLN Sinergi Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera Bapanas Bakal Salurkan Bantuan Pangan ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan, Siapkan Rp11,92 Triliun Menhub Sebut Wilayah Banten Akan Jadi Jalur Mudik Terpadat Jawa-Sumatera  Ekspor Kerajinan IKM Melonjak dan Mampu Bersaing di Pasar Global Gandeng UEA, Perminas Amankan Akses Mineral Tanah Jarang di Gabon Wacana Peleburan Bapanas ke Bulog Dinilai Rawan Konflik Kepentingan Tata Kelola Pangan Gandeng UEA, Perminas Amankan Akses Mineral Tanah Jarang di Gabon Ekspor Kerajinan IKM Melonjak dan Mampu Bersaing di Pasar Global Menhub Sebut Wilayah Banten Akan Jadi Jalur Mudik Terpadat Jawa-Sumatera  Dorong Transisi Energi, PGEO dan PLN Sinergi Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *