IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain Anto Kurniawan Selasa, 14 April 2026 – 16:44 WIBloading… Saat sekuritas lain tidak mampu hadirkan antrian order real time, IPOT justru membuka pintu. Foto/Dok A A A JAKARTA – Di tengah volatilitas pasar saham Indonesia yang terus meningkat sepanjang awal 2026, satu kenyataan kembali mencuat ke permukaan. Sebagian besar investor retail Indonesia masih trading dalam kondisi buta terhadap salah satu data paling kritis dalam pasar, antrian order saham secara real time.Mereka tidak melihat siapa yang antre di depan mereka. Mereka tidak tahu berapa tekanan beli atau jual yang sedang terjadi detik ini. Nasabah terbiasa membuat keputusan beli dan jual berdasarkan broker summary, data yang sudah terlambat hingga 16 jam, sementara Smart Money bergerak berdasarkan realita yang terjadi saat ini juga.“Dan penyebabnya bukan kurangnya kemampuan investor. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekuritas tempat mereka bergabung yang tidak dapat menghadirkan teknologi trading dengan fitur real time,” tegas Chief Marketing Officer (CMO) PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu.Baca Juga: Sistem Keamanan IPOT Dirancang untuk Tidak Tembus Phishing Saat sekuritas lain tidak mampu hadirkan antrian order real time, IPOT justru membuka pintu: pakai dulu, rasakan bedanya!. Fakta industri yang perlu diketahui publik, tidak semua sekuritas di Indonesia memiliki kemampuan teknis untuk menghadirkan Live Orderbook dan indikator trading real time kepada nasabahnya.Alasannya beragam mulai dari keterbatasan infrastruktur sistem, biaya investasi teknologi yang besar hingga ketiadaan tim riset institusi yang mendukung. Namun dampaknya terasa langsung dan nyata di portofolio investor:Investor tidak dapat melihat antrian order saham yang sedang berjalan. Investor tidak mampu membaca akumulasi atau distribusi yang terjadi saat ini. Investor tidak mengetahui tekanan beli/jual secara real time, hingga Keputusan trading diambil dari data historis broker summary, bukan dari realita market yang bergerak. Halaman :123 Lihat Juga : Komunitas Belajar Saham Pemula, IPOT Smart Money Circle Hadir di Telegram Rupiah dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Proyeksi Pasar Saham RI Pekan Ini Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! aplikasi saham investasi saham broker pasar saham trading saham Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Komunitas Belajar Saham Pemula, IPOT Smart Money Circle Hadir di Telegram Rupiah dan Minyak Dunia Jadi Ujian Berat IHSG, Cek Proyeksi Pasar Saham RI Pekan Ini Potensi Peluang ARA Berjilid dari IPO WBSA, Aplikasi Investasi Saham IPOT Permudah Akses Hadirkan Riset Kelas Institusi Melalui IPOT Views, Aplikasi Saham untuk Ekosistem Smart Money Ada 569 Saham Melemah, IHSG Awal Pekan Berakhir Ambles 1,61% ke 7.022 Transparansi dan Reformasi Pasar Modal Butuh Penguatan Komunikasi OJK-Bareskrim Geledah Kantor Sekuritas MA Terkait Kasus Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Banyak Broker yang Tawarkan Restorative Justice Demi Uang Token EDENA Resmi Tercatat di Indodax 5 September Rekomendasi Halalbihalal dengan Buruh, Kapolri Komitmen Perkuat Soliditas dan Ciptakan Iklim Investasi Kondusif Jadwal Bayern Munchen vs Real Madrid Leg Kedua UCL 2025/26 Live di VISION+ Andrie Yunus Ajukan Diri sebagai Pihak Terkait dalam Uji Materi UU Peradilan Militer di MK Selengkapnya Prabowo dan Macron akan Bertemu di Istana Elysee Jaksa Agung Mutasi Dirtut Jampidsus hingga 14 Kajati, Ini Namanya Prabowo Terima Kasih ke Putin Bantu Indonesia Masuk BRICS Berita Terkini Selengkapnya BKI Kunjungi Otoritas Maritim China, Perluas Layanan Global Minyakita Langka di Pasaran, Ini Respons Pemerintah MEXC Perluas Akses Pengguna Melalui Skema Trading Tanpa Biaya Pertamina Patra Niaga Tegaskan Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar Hoaks Perkuat Posisi Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional Bergengsi di Hong Kong Xi Jinping: Tatanan Dunia Runtuh, Ancam Stabilitas Global Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Hindari Selat Hormuz, Pelabuhan Mauritius Alami Lonjakan Kapal hingga 42% 2 AS Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Diramal Tembus USD150 per Barel 3 Harta Karun Venezuela Diangkut, AS Mulai Kehabisan Stok BBM? 4 Sistem Tol Selat Hormuz Iran Tantang Hegemoni Petrodolar di Tengah Lonjakan Inflasi AS 5 Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI? Infografis Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam? Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
IPOT Relakan Teknologi Kelas Institusinya Dipakai Nasabah Broker Lain
