Strategi Kemenperin Redam Dampak Pajak Karbon CBAM ke Ekspor Baja RI login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Strategi Kemenperin Redam Dampak Pajak Karbon CBAM ke Ekspor Baja RI CNN Indonesia Rabu, 18 Feb 2026 07:48 WIB Bagikan: url telah tercopy Kemenperin menyiapkan sejumlah strategi untuk meredam dampak penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa terhadap ekspor baja nasional. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga). Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan sejumlah strategi untuk meredam dampak penerapan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa terhadap kinerja ekspor baja nasional.Kebijakan ini berlaku sejak 1 Januari 2026 terhadap sejumlah komoditas impor yang masuk ke wilayah tersebut, termasuk baja.Bagi importir UE, termasuk Indonesia, wajib membeli sertifikat CBAM sesuai emisi produk, yang harganya terkait dengan harga karbon di EU ETS (Sistem Perdagangan Emisi UE). ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan industri baja nasional perlu melakukan transformasi menuju industri hijau apabila menjadikan Eropa sebagai tujuan ekspor utama.Lihat Juga :Prabowo Komitmen Pangkas Regulasi dan Permudah Akses Ekspor Langsung “Industri baja di Indonesia apabila menjadikan Eropa sebagai negara tujuan ekspor maka perlu mempersiapkan untuk bertransformasi menuju industri baja hijau guna mengantisipasi CBAM,” ujar Emmy kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.Menurut Emmy, kebijakan pajak karbon tersebut dinilai berpotensi menekan daya saing produk besi dan baja Indonesia di pasar Eropa jika tidak diantisipasi sejak dini. Salah satunya dengan perubahan menuju industri lebih hijau.”Kebijakan fiskal non fiskal dan dukungan teknologi sangat krusial agar produk besi baja nasional tidak kehilangan daya saing dan pangsa pasar di Eropa serta pasar global lainnya,” jelasnya.Kemenperin mempunyai tiga strategi yang akan dilakukan untuk meredam dampak penerapan pajak karbon CBAM tersebut. Pertama, melakukan transisi teknologi dengan mengoptimalkan jalur produksi yang menghasilkan emisi jauh lebih rendah. Langkah ini dinilai penting untuk menekan intensitas karbon produk besi dan baja yang diekspor.Kedua, mendukung adopsi teknologi net-zero emission sebagai bagian dari strategi jangka panjang industri baja nasional agar sejalan dengan tuntutan pasar global yang semakin ketat terhadap aspek keberlanjutan.Ketiga, mempersiapkan data emisi yang akurat. Industri baja diminta mempersiapkan sistem pencatatan dan pelaporan emisi yang sesuai dengan standar CBAM agar proses ekspor ke Uni Eropa tidak terkendala regulasi.”Strategi yang dilakukan adalah transisi teknologi, mendukung adopsi teknologi net-zero emission, serta mempersiapkan data emisi akurat dan membangun sistem pelaporan sesuai standar CBAM,” tegas Emmy.Pada 2024, total ekspor baja Indonesia mencapai sekitar 21,5 juta ton, dengan tujuan Uni Eropa sebesar 1,2 juta ton atau 5,6 persen.Sementara pada 2025, hingga kuartal III, ekspor ke Uni Eropa meningkat menjadi sekitar 2,3 juta ton dari total 17,5 juta ton, atau setara 13,1 persen.[Gambas:Video CNN] (ldy/sfr) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT pajak pajak karbon cbam pajak karbon baja uni eropa ARTIKEL TERKAIT Kemendag Tanggapi Temuan Purbaya soal Modus ‘Ngibul’ Eksportir Sawit Krakatau Steel Sebut Baja Murah China Tekan Industri RI Danantara Bakal Bangun Pabrik Baja Kapasitas 3 Juta Ton Bulan Depan Purbaya Sidak Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak Pekan Depan Harga Properti Murah Kok Pembeli Masih Sepi? Rosan Beber Alasan Investasi Capai Target Tapi Setoran Pajak Meleset REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
Bahlil Sebut Impor LPG Masih Dominan Lantaran Produksi Hanya 24 Persen
PNM Konsisten Dampingi Masyarakat Mandiri Ekonomi
PNM Konsisten Dampingi Masyarakat Mandiri Ekonomi
DRMA Lokalisasi Fast Charging EV, Tekan Ketergantungan Impor
DRMA Lokalisasi Fast Charging EV, Tekan Ketergantungan Impor
