Indonesia Masuk Fase Baru Industri Mineral Kritis lewat Kemitraan Rare Earth Internasional Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Indonesia Masuk Fase Baru Industri Mineral Kritis lewat Kemitraan Rare Earth Internasional Iqbal Dwi Purnama Rabu, 18 Februari 2026 – 09:13 WIBloading… Ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements. Foto/Dok A A A JAKARTA – Indonesia memasuki fase baru dalam industri mineral kritis setelah PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas dan New Energy Metals Holdings Ltd menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan rantai pasok rare earth terintegrasi lintas negara. Ketua Badan Industri Mineral , Brian Yuliarto menyatakan, kerja sama ini menunjukkan meningkatnya kapasitas industri nasional sekaligus kepercayaan mitra global terhadap potensi mineral strategis Indonesia. Brian Yuliarto menjelaskan, kolaborasi tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam pasar mineral kritis dunia sekaligus mendorong pertumbuhan industri domestik, utamanya yang membutuhkan akses bahan baku mineral kritis. Baca Juga: Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis “Ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements. Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global,” ujarnya dalam pernyataan resmi.Mineral seperti neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium menjadi komponen penting dalam magnet permanen berperforma tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik, turbin angin, infrastruktur listrik, serta teknologi kedirgantaraan dan pertahanan. Ketersediaan bahan baku ini dinilai krusial bagi ketahanan industri modern dan transisi energi global.Presiden New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh menyatakan pihaknya, optimistis kolaborasi ini dapat memperkuat sekaligus mendiversifikasi rantai pasok rare earth dunia. Ia juga menilai visi nasional Indonesia dalam pengembangan mineral kritis sangat penting bagi keamanan pasokan global dan kepemimpinan teknologi masa depan.Baca Juga: AS Incar Mineral Kritis RI, Airlangga Ungkap Danantara Mulai Negosiasi “Kami antusias bergabung dengan Perminas untuk memulai kolaborasi yang memperkuat dan mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang kritis. Kami mengapresiasi visi nasional Indonesia dalam memajukan rantai nilai mineral kritis dan rare earth strategis, sebuah agenda yang semakin penting bagi transisi energi global, kepemimpinan teknologi, dan ketahanan pasokan,” tambahnya. Melalui pembentukan joint working group, kedua perusahaan akan menjalankan program percepatan pengembangan dari sisi teknis dan bisnis, termasuk uji tuntas proyek, analisis komersial, serta penjajakan investasi. Hasilnya diharapkan menciptakan rantai pasok terintegrasi dari sumber daya hingga produk magnet jadi.(akr) Lihat Juga : Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! mineral kritis rare earth logam tanah jarang ltj badan industri mineral bumn energi Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru Guncang Dominasi China, Tambang Greenland Temukan Cadangan Logam Tanah Jarang Strategis Baru Menuntut BUMN Sektor Energi Wujudkan Zero Fatality Hadir Perdana di WEF 2026, Danantara Bakal Tawarkan Investor Akses Mineral Kritis AS Incar Mineral Kritis RI, Airlangga Ungkap Danantara Mulai Negosiasi Trump dan Xi Jinping Damai, Ekspor Harta Karun Langka China Melonjak 13% Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang Eropa Temukan Harta Karun Logam Tanah Jarang Terbesar yang Capai 8,8 Juta Ton, tapi… Geopolitik Kobalt: Tantangan Supply-Chain dan Peluang Indonesia Rekomendasi Hasil Liga Champions: Drama 5 Gol Warnai Kemenangan PSG atas Monaco Amankan Kapal Diduga Berisi Nikel Ilegal, TNI AL Diapresiasi Hasil Liga Champions: Gol Indah Vinicius Menangkan Real Madrid atas Benfica Selengkapnya 39 Brigjen Dimutasi Panglima TNI pada Februari 2026, Ini Namanya Pemerintah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada Kamis, 19 Februari Ngeri, Perang Masa Depan Sedang Dirancang di Israel Berita Terkini Selengkapnya Kompak Ambles! Harga Emas Hari Ini Jatuh Rp40 Ribu/Gram, Buyback Turun Rp51.000 Indonesia Masuk Fase Baru Industri Mineral Kritis lewat Kemitraan Rare Earth Internasional Berawal dari Blok Ekonomi, Mungkinkah BRICS Bergeser Jadi Aliansi Militer? Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS BFI Finance Perkuat Loyalitas Konsumen lewat Program Gemilang Revisi UU Pangan, Bapanas Bakal Dibubarkan Dilebur ke Bulog Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Jerman Akui Keliru Jauhi BRICS, Janji Koreksi Kebijakan 2 Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS 3 India Mundur, Impor Minyak Rusia ke China Pecah Rekor Tembus 2 Juta Barel per Hari 4 Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi 5 Museum Wayang Jakarta Dorong Retribusi Daerah lewat Wisata Budaya Infografis 5 Makanan Indonesia Masuk 100 Hidangan Terbaik Dunia 2025 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Indonesia Masuk Fase Baru Industri Mineral Kritis lewat Kemitraan Rare Earth Internasional
