Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi

Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi Nanang Wijayanto Rabu, 18 Februari 2026 – 21:46 WIBloading… BEI berencana merilis Shareholders Concentration List atau Daftar Konsentrasi Pemegang Saham pada akhir Februari ini. FOTO/dok.SindoNews A A A JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana merilis Shareholders Concentration List atau Daftar Konsentrasi Pemegang Saham pada akhir Februari ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar modal. Namun, kebijakan tersebut menuai sorotan tajam karena dinilai rentan menjadi instrumen bagi modal global untuk mengekstraksi likuiditas domestik di tengah tekanan sentimen indeks internasional.”Dengan aset terindeks sekitar USD18 triliun, MSCI memiliki daya tekan luar biasa terhadap arus modal pasif global. Ketika status Indonesia dipertanyakan atas nama transparansi, itu bukan hanya isu tata kelola. Itu adalah instrumen leverage politik pasar,” ujar analis ekonomi politik pasar modal, Kusfiardi dalam pernyataannya dikutip Rabu (18/2/2026).Baca Juga: Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi Kusfiardi mengungkapkan, ancaman peninjauan status Indonesia oleh lembaga pemeringkat pada Januari lalu telah memicu aliran modal keluar (net outflow) sekitar Rp13 triliun. Hal ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh indeks global terhadap stabilitas pasar keuangan nasional, sehingga setiap kebijakan transparansi harus dibarengi dengan proteksi struktural yang kuat.Secara teknis, pembukaan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) dan daftar pemegang saham di bawah 5 persen memang bertujuan memberantas manipulasi pasar. Namun, Kusfiardi memperingatkan bahwa data tersebut berisiko dimanfaatkan oleh algoritma high-frequency trading dan robot trading asing untuk mengoptimalkan strategi akumulasi maupun distribusi saham secara presisi.Kusfiardi menegaskan, struktur pasar negara berkembang (emerging markets) saat ini sangat terbuka terhadap arus modal jangka pendek yang menjadi sumber utama volatilitas. Tanpa adanya firewall atau benteng struktural, transparansi yang berlebihan justru dapat merugikan kedaulatan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Halaman :123 Lihat Juga : Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi IHSG Bangkit Lagi 3,49% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! ojk pasar modal bursa efek indonesia bei reformasi index global msci Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi IHSG Bangkit Lagi 3,49% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.889 Triliun BEI Tepis Kekhawatiran Masuknya Dana Pensiun dan Asuransi ke Pasar Saham BEI Buka Suara soal MSCI, Sudah Bertemu sebelum Gejolak Pasar Saham Melonjak 16,63% Didorong Aksi Borong Asing, Saham REAL Bangkit dari Tekanan IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, 118 Saham Terjungkal Chinese Wall dan Ilusi Keadilan Pasar Modal Prabowo Harus Berani! Siti Zuhro: Libas Penghambat & Segera Reformasi Tubuh Polri Pasar Modal dalam Jerat Kejahatan Sistemik Rekomendasi Jokowi Ngaku Tak Tanda Tangan Revisi UU KPK, Saut Situmorang: Dia Bikin Perppu Kan Bisa Obat Jadi Bahan Salah Paham, Aksi Azia Pengen Sembuh Bikin Heboh Abella Kenalkan Single Tick Tock, Rian DMasiv Girang Ada Lagu Anak Selengkapnya Penumpang Transjakarta Boleh Buka Puasa di Bus, Durasi 10 Menit Dukung Tradisi Meugang di Aceh, Prabowo Gelontorkan Rp72,75…. 29 Desa Hilang Diterjang Bencana Sumatera, Terbanyak di Aceh Berita Terkini Selengkapnya Purbaya Gelontorkan Anggaran Siap Pakai Rp4,6 Triliun untuk BNPB Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi Antam dan PTBA Sandang Status Persero, Danantara Pastikan Tetap di Bawah MIND ID Prabowo dan Trump Teken Tarif Dagang usai Agenda Board of Peace Soal Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Purbaya Pastikan Belum Ada Perintah Prabowo Pejabat Kemenkeu Diduga Terima Gratifikasi, Purbaya Curiga Ada yang Sengaja Embuskan Isu Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS 2 Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai Ekonomi 3 Misi Dagang Prabowo ke AS: CPO, Kopi, dan Kakao Jadi Andalan 4 Berawal dari Blok Ekonomi, Mungkinkah BRICS Bergeser Jadi Aliansi Militer? 5 Libur Imlek, Harga Emas Antam Turun Rp22.000 ke Rp2,91 Juta per Gram Infografis Reputasi Global Israel Anjlok dalam Indeks Soft Power Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *