Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah ESG Zone Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Economics Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera Economics Iqbal Dwi Purnama 18/02/2026 22:45 WIB Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program Gentengisasi, yakni penggunaan genteng untuk atap rumah-rumah di Indonesia. Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera. Foto: iNews Media Group. A A A IDXChannel – Proses pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di wilayah Sumatera masih diwarnai pengkajian terkait material atap yang akan digunakan, antara menggunakan genteng atau seng. Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mencanangkan program Gentengisasi, yakni penggunaan genteng untuk atap rumah-rumah di Indonesia. Baca Juga: Menag Sebut 100 Persen Siswa Madrasah Terdampak Bencana Sumatera Tetap Belajar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyoroti akan adanya perbedaan anggaran. Rumah yang dibangun BNPB bernilai sekitar Rp60 juta per unit, lebih rendah dibanding proyek kementerian. Sehingga anggaran masih kurang jika diaplikasikan genteng untuk rumah korban bencana. “Hunian yang dibangun oleh BNPB itu nilainya Rp60 juta. Apalagi Rp60 juta sangat mepet, belum lagi sekarang ada program gentengisasi dari Bapak Presiden,” ujarnya dalam Rapat Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Kompleks DPR RI, Rabu (18/2/2026). Baca Juga: Tak Kunjung Selesai, Menteri Ara Minta Pendataan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Diberi Deadline Suharyanto mengusulkan kepada Kepala Satgas untuk memberikan tambahan anggaran jika ingin memilih genteng ketimbang seng sebagai atap rumah korban terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebab pemasangan genteng memerlukan penguatan struktur kayu atap. “Jadi kami dalam saran ke Kasatgas tadi, kalau seandainya pun kami akan bangun dengan genteng, kami minta tambahan lagi karena untuk memasang genteng itu perlu penguatan lagi untuk kayu kayunya. Sementara rumah yang kami bangun itu masih menggunakan seng,” kata dia. Baca Juga: Mentan Jamin Ketersedian Pangan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera hingga Tiga Bulan ke Depan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pihaknya telah melakukan survei di sejumlah daerah seperti Jatiwangi, Majalengka, Purwakarta, dan Bekasi untuk mengkaji penggunaan genteng. Tujuan program ini, kata dia, bukan hanya mengurangi panas di dalam rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dan UMKM dalam negeri. “Tapi nanti arahan Pak Dasco (Wakil Ketua DPR RI), mana yang mau digunakan (genteng atau seng). Kalau boleh kita akan kaji dulu, karena ini akan sangat membantu industri dan UMKM dalam negeri,” kata Maruarar Sirait. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Hunian tetap Sumatera Penggunaan genteng Seng Tim Editor Iqbal Dwi Purnama Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Tak Kunjung Selesai, Menteri Ara Minta Pendataan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Diberi Deadline Berita Terkait Mentan Jamin Ketersedian Pangan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera hingga Tiga Bulan ke Depan 18/02/2026 18:55 WIB Ada Usul Gentengisasi untuk Hunian Korban Bencana, Kepala BNPB: Beratkan Keuangan Negara 18/02/2026 16:21 WIB Menhub Sebut Wilayah Banten Akan Jadi Jalur Mudik Terpadat Jawa-Sumatera 17/02/2026 08:51 WIB Dorong Transisi Energi, PGEO dan PLN Sinergi Percepat Pengembangan Panas Bumi Sulawesi dan Sumatera 17/02/2026 06:55 WIB RDP Dengan Pertamina, DPR Bahas Bencana Sumatera hingga Distribusi Gas 3 kg Lewat KDMP 13/02/2026 19:20 WIB Mendagri Sebut Pengungsi Bencana Sumatera Tersisa 74.369 Jiwa 11/02/2026 14:43 WIB Berita Lainnya Mendag Sebut Program MBG Tak Picu Kenaikan dan Kelangkaan Stok Pangan 19/02/2026 02:29 WIB Pembiayaan Kendaraan BSI (BRIS) Capai Rp6,41 Triliun, Naik 19 Persen Sepanjang 2025 19/02/2026 01:30 WIB Hujan Lebat Berpotensi Melanda Pulau Jawa hingga 21 Februari 2026 19/02/2026 00:33 WIB Indonesia–Arab Saudi Perkuat Integrasi Digital, Tingkatkan Pelayanan Haji dan Umrah 18/02/2026 23:24 WIB Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera 18/02/2026 22:45 WIB Tak Kunjung Selesai, Menteri Ara Minta Pendataan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Diberi Deadline 18/02/2026 22:40 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Perkuat Daya Tarik Kawasan, Mal Pertama di Cisauk Segera Hadir Akhir 2026 Harga Pangan Kompak Turun Sehari Sebelum Ramadan, Cabai Merah Dibanderol Rp37.838 Hutama Karya Rombak Besar-besaran Jajaran Manajemen, Ini Susunan Terbarunya Menhub Proyeksi Penumpang Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Tembus 3,75 juta Selama Lebaran Realisasi Angkutan Lebaran 2026 Diproyeksi Lampaui Survei, Menhub: Kita Harus Antisipasi Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera Tak Kunjung Selesai, Menteri Ara Minta Pendataan Rumah Terdampak Bencana Sumatera Diberi Deadline Prabowo-Trump Bakal Teken Tarif Dagang Usai Agenda Board of Peace Utang Rp11,4 Triliun, Sisa Aset Merpati Belum Mampu Lunasi Hak 1.255 Eks Karyawan Kondisi Fiskal Aman, Purbaya Tak Bakal Naikkan Pajak Karyawan Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.33
Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera
