Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi

Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi Nanang Wijayanto Kamis, 19 Februari 2026 – 22:15 WIBloading… Impor minyak mentah Asia diproyeksikan mencapai rekor tertinggi baru pada Februari 2026. FOTO/SCMP A A A SINGAPURA – Impor minyak mentah Asia diproyeksikan mencapai rekor tertinggi baru pada Februari 2026 di tengah lonjakan permintaan kawasan, meskipun dinamika geopolitik mendorong perubahan strategi pembelian yang berseberangan oleh dua negara pengimpor utama, China dan India. China meningkatkan pembelian minyak Rusia, sementara India justru berpaling ke Arab Saudi di bawah tekanan Amerika Serikat (AS).”Bagi teapots, minyak Rusia tampak lebih dapat diandalkan sekarang karena ada kekhawatiran tentang pemuatan minyak Iran di tengah ancaman konflik militer,” kata Emma Li, analis China di Vortexa, kepada Reuters dikutip, Kamis (19/2/2026).Baca Juga: UEA Kritik Keras Wahhabi, Seteru dengan Arab Saudi Semakin Dalam Data analis komoditas Kpler menunjukkan impor minyak mentah Asia diperkirakan mencapai 28,51 juta barel per hari (bph) pada Februari 2026. Angka ini meningkat tajam dari 27,48 juta bph pada Desember dan 26,22 juta bph pada Januari, terutama didorong oleh permintaan dari China dan India sebagai pengimpor minyak terbesar dan ketiga terbesar di dunia.Impor minyak Rusia ke China diproyeksikan mencetak rekor sekitar 2,07–2,08 juta bph pada Februari, naik dari sekitar 1,7 juta bph pada Januari, menurut data Vortexa dan Reuters. Lonjakan tersebut dipicu oleh kilang-kilang independen China atau “teapots” yang memanfaatkan diskon minyak Rusia hingga USD8–11 per barel di bawah patokan ICE Brent, membuatnya jauh lebih kompetitif dibandingkan sumber lain.Di sisi lain, Arab Saudi memperkuat posisinya di pasar China setelah menurunkan harga jual resmi minyaknya ke level terendah dalam lebih dari lima tahun. Perusahaan energi Aramco memangkas harga Arab Light untuk pengiriman Maret menjadi setara dengan patokan Oman/Dubai, mendorong pesanan kilang China hingga diperkirakan 56–57 juta barel, naik dari sekitar 48 juta barel pada Februari, menurut Bloomberg. Halaman :12 Lihat Juga : Kabar dari AS, Prabowo Sebut Perundingan Dagang Tarif Trump Capai Kesepakatan Solid Prabowo Pamer di Depan Pebisnis AS: Tiga Bulan Hemat Anggaran Rp303,14 Triliun Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! impor minyak rusia china amerika serikat Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Kabar dari AS, Prabowo Sebut Perundingan Dagang Tarif Trump Capai Kesepakatan Solid Prabowo Pamer di Depan Pebisnis AS: Tiga Bulan Hemat Anggaran Rp303,14 Triliun Prabowo Sebut AS Mitra Terkuat, Singgung Bantuan di Masa-Masa Kritis Prabowo dan Trump Teken Tarif Dagang usai Agenda Board of Peace Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump? Misi Dagang Prabowo ke AS: CPO, Kopi, dan Kakao Jadi Andalan Universitas India Dikecam Karena Mengklaim Anjing Robot Buatan China Puji Prabowo di Forum BoP, Trump: Dia Benar-benar Tangguh Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di Washington DC Rekomendasi Ungkap Kejanggalan Ijazah Jokowi yang Bawa Kader PSI, Dokter Tifa: Usia Ijazah Belum 40 Tahun Menteri HAM Natalis Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke Baleg DPR Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di Washington DC Selengkapnya Puji Prabowo di Forum BoP, Trump: Dia Benar-benar Tangguh Polda Metro Jaya Gelar Patroli Cegah SOTR selama Ramadan 2026 BMKG: 4.879 Gempa Terjadi di Indonesia selama Januari 2026 Berita Terkini Selengkapnya Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi Insiden Pesawat di Nunukan, Pertamina Siapkan Armada Pengganti Amankan Pasokan BBM Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya? KKP Pastikan Program MBG Bukan Pemicu Kenaikan Harga Ikan Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan PAAI Minta Kejelasan Status Perpajakan Agen Asuransi Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali 2 Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS? 3 Prabowo dan Trump Teken Tarif Dagang usai Agenda Board of Peace 4 Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump? 5 Pejabat Kemenkeu Diduga Terima Gratifikasi, Purbaya Curiga Ada yang Sengaja Embuskan Isu Infografis 5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *