Bos BRI Sebut Pelemahan Kredit Gara-gara Pelaku Usaha Tahan Ekspansi login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Keuangan Bos BRI Sebut Pelemahan Kredit Gara-gara Pelaku Usaha Tahan Ekspansi CNN Indonesia Jumat, 20 Feb 2026 07:50 WIB Bagikan: url telah tercopy Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut pelemahan pertumbuhan kredit perbankan terjadi akibat pelaku usaha menahan ekspansi. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN). Jakarta, CNN Indonesia — Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi menyebut pelemahan pertumbuhan kredit perbankan terjadi akibat pelaku usaha menahan ekspansi.Awalnya, Hery menyampaikan meski pemerintah telah mengucurkan saldo anggaran lebih (SAL) ke bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pertumbuhan kredit tetap melambat.Risiko kredit macet perbankan (non-performing loan/NPL) pun mencapai angka yang tinggi sepanjang 2025. Hal itu, menurut Hery, disebabkan oleh tekanan terhadap arus kas UMKM yang belum sepenuhnya pulih/ ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Pertumbuhan kredit terus melambat sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Di saat yang sama, angka NPL mulai meningkat sejak Desember 2024 dan bertahan di level yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tekanan arus kas pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih,” ujar Hery dalam webinar OJK Institute berjudul Economic Outlook 2026, Kamis (19/2).Lihat Juga :Ada Libur Imlek-Lebaran, Bos BI Pede Ekonomi RI Melesat Kuartal I 2026 Hery menilai perlambatan laju kredit tak hanya terjadi karena faktor likuiditas, tetapi juga faktor struktur sektoral ekonomi domestik yang belum pulih.Selain itu, Hery menerangkan pertumbuhan kredit juga melemah juga imbas akibat tiga sektor penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) negara yang melemah.Sektor tersebut adalah manufaktur, pertanian, dan perdagangan yang tercatat mempunyai peran besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan PDB.”Ketika konsumsi melambat, margin usaha tertekan, ekspansi langsung tertahan. Ini tercermin pada pertumbuhan kredit yang melemah. Artinya, moderasi kredit saat ini bukan semata faktor likuiditas. Walaupun sudah diguyur dari pemerintah Rp 200 triliun, likuiditas tambahan tetapi sangat dipengaruhi oleh struktur sektoral ekonomi kita,” terangnya. Saat ini, menurut Hery, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan moneter belum mendapat respons baik dari pelaku usaha.Hal tersebut lantaran pelaku usaha cenderung menyikapinya dengan wait and see serta adanya jarak terhadap kebijakan pemerintah dan keputusan bisnis.”Tantangannya bukan pada supply dana tetapi pada kepercayaan dan prospek usaha ke depan, yang dibutuhkan bukan sekadar likuiditas tambahan tetapi penguatan keyakinan pelaku usaha agar ekspansi kembali berjalan,” jelas Hery.Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan nasional 9,69 persen (yoy). Lajunya melambat jika dibandingkan pertumbuhan sepanjang 2024 yang mencapai 10,39 persen (yoy).[Gambas:Video CNN] (sfr/sfr) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT hery gunardi bri kredit penyaluran kredit ARTIKEL TERKAIT Catat Sejarah, BRI Turunkan Bunga Pembiayaan PN Mekaar Jadi 5 persen Bos LPS Minta Purbaya Turunkan Bunga SAL Demi Dorong Penyaluran Kredit Bos LPS Ungkap Pemicu Kredit Perbankan Lesu Meski BI Rate Dipangkas Tepis Sentimen Moody’s, BI Pede Laju Kredit 8-12 Persen Tahun Ini BTN Bukukan Kredit 2 Digit di 2025 Digenjot Dana SAL Rp25 T Dukung Program MBG 2026, BNI Salurkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar 5% Guna Perkuat Ekonomi Rakyat
BRI Group Pangkas Suku Bunga PNM Mekaar 5% Guna Perkuat Ekonomi Rakyat
Total Aset Perbankan Syariah Rp1.066 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2025
Total Aset Perbankan Syariah Rp1.066 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2025
KB Bank dan Surge Jalin Kerja Sama Pembiayaan untuk Internet Rakyat
KB Bank dan Surge Jalin Kerja Sama Pembiayaan untuk Internet Rakyat
