Bitcoin Terkoreksi ke Rp1,11 Miliar, Indodax Sebut Fase Konsolidasi Wajar Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Bitcoin Terkoreksi ke Rp1,11 Miliar, Indodax Sebut Fase Konsolidasi Wajar Nanang Wijayanto Jum’at, 20 Februari 2026 – 20:07 WIBloading… Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dalam 24 jam terakhir setelah rilis notulensi FOMC AS. FOTO/iStock A A A JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi dalam 24 jam terakhir setelah rilis notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat (AS) memicu sentimen negatif pasar. Pada Kamis (19/2), Bitcoin turun 1,25% ke level sekitar USD66.450 atau setara Rp1,11 miliar.”Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed. Meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah USD67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Area USD64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma, seperti dikutip, Jumat (20/2/2026).Baca Juga: CEO Indodax Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia Notulensi Federal Open Market Committee terbaru menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral AS sepakat mempertahankan suku bunga, namun terdapat perbedaan pandangan terkait langkah lanjutan. Sebagian membuka peluang kenaikan suku bunga bila inflasi tetap tinggi, sementara lainnya memberi ruang pemangkasan jika tekanan harga mereda.Sikap suku bunga lebih tinggi dalam waktu lebih lama (higher for longer) turut mendorong penguatan Indeks Dolar AS (DXY) ke kisaran 97,7 dan menekan aset berisiko, termasuk kripto. Data CME Group melalui FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum Juni berada di bawah 50%, mencerminkan sikap pasar yang lebih berhati-hati. Halaman :12 Lihat Juga : CEO Indodax Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia Investor Kripto Tembus 20 Juta Orang, Indodax Catat Transaksi Rp201 T di 2025 Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! kripto Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait CEO Indodax Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia Investor Kripto Tembus 20 Juta Orang, Indodax Catat Transaksi Rp201 T di 2025 Epstein Files Seret Nama Bitcoin Cs, Benarkah Kripto Berbahaya? Bitcoin Terperosok ke USD60.000, Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Picu Kekacauan OKX Tegaskan Keamanan Aset lewat Proof of Reserves Bulanan COIN: Struktur Biaya Baru CFX Perkuat Likuiditas Pasar Kripto Heboh, Perusahaan Kripto Korsel Tak Sengaja Kirim Bitcoin Senilai Rp741,6 Triliun kepada Penggunanya Kronologi Penipuan Trading Kripto Timothy Ronald, Korban Tergiur Flexing di Sosmed Profil Timothy Ronald, Investor Muda yang Diduga Lakukan Penipuan Trading Kripto Rekomendasi Suryopratomo Ungkap Pejabat di Singapura Tidak Boleh Hidup Lebih Mewah dari Rakyatnya Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Masjid Al-Aqsa Kerja Untuk Rakyat: Satu Tahun Perjalanan Agustina-Iswar Membangun Negeri Selengkapnya Israel Halangi Warga Palestina Salat Jumat Ramadan di Al-Aqsa Awas! Kurma Israel Diduga Dijual di Pasar Dunia dengan Label…. Iran Respons Ultimatum Trump, AS Picu Krisis Berita Terkini Selengkapnya Produksi Pick-Up Lokal Tembus 1 Juta Unit, Potensi Ekonomi Bisa Capai Rp27 Triliun! Pasar Verifikasi Identitas Global Diproyeksi Tumbuh Dua Kali Lipat pada 2028 Masuk Tahap Final, MSCI Setujui Proposal Agenda Reformasi Bursa Efek Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis Pertamina Patra Niaga JBB Gelar Pelatihan Konservasi di Pulau Untung Jawa Cara Menabung Digital dengan Aman di Tengah Maraknya Phishing dan Risiko Keamanan Finansial Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Ditekan AS, China Borong Minyak Rusia India Berpaling ke Saudi 2 Bank Bangkrut Sepanjang 2026 Tambah Satu Lagi, Lokasinya di Bali 3 Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun 4 Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan 5 Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU di AS Rp646,5 Triliun, Berikut Daftarnya Infografis Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Bitcoin Terkoreksi ke Rp1,11 Miliar, Indodax Sebut Fase Konsolidasi Wajar
