Mendag Respons Produk Pangan-Pertanian AS Masuk RI Bebas Kuota

Mendag Respons Produk Pangan-Pertanian AS Masuk RI Bebas Kuota login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Mendag Respons Produk Pangan-Pertanian AS Masuk RI Bebas Kuota CNN Indonesia Sabtu, 21 Feb 2026 09:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Mendag Budi Santoso mengungkapkan sebagian besar komoditas pangan-pertanian AS yang diimpor RI adalah bahan baku yang tidak diproduksi di dalam negeri. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah). Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons ketentuan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang membuka peluang produk pangan dan pertanian asal Negeri Paman Sam masuk ke Indonesia tanpa pembatasan kuota.Ia menilai kebijakan tersebut tidak menjadi masalah karena sebagian besar komoditas yang diimpor merupakan bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri.Budi mengatakan Indonesia selama ini memang bergantung pada impor sejumlah komoditas dari AS, terutama bahan baku yang tidak diproduksi di dalam negeri, seperti kedelai dan gandum. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Kita itu kan butuh, memang yang kita impor dari Amerika itu kebanyakan memang kita butuhkan, karena kebanyakan bahan baku. Kedelai kita juga butuh, kita impor terbesar dari Amerika. Gandum juga kita butuh banyak, yang kita enggak punya,” ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (20/2).Lihat Juga :Mendag Buka Suara soal Rencana RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan Menurut dia, kemudahan impor justru dapat membantu menekan biaya produksi industri nasional. Dengan harga bahan baku yang lebih murah, harga produk akhir di tingkat konsumen juga diharapkan lebih terjangkau.”Kalau kita enggak mempermudah itu justru menyusahkan industri kita. Rata-rata memang bahan baku yang kita butuhkan dan tidak kita produksi. Kalau dipermudah kan jadi murah juga, biaya produksi menjadi murah,” katanya.Budi menegaskan pemerintah tidak melihat adanya persoalan dari kebijakan tersebut karena komoditas yang diimpor sebagian besar digunakan untuk menunjang sektor industri dalam negeri.”Enggak ada masalah, karena yang diimpor itu rata-rata bahan baku yang kita butuhkan. Gandum dibutuhkan oleh industri makanan, kedelai juga begitu. Kita butuh bahan baku yang mudah didapatkan dan murah supaya harga makanan tidak mahal,” ucapnya.Lihat Juga :Gandum hingga Kedelai AS Bebas Tarif Masuk RISebelumnya, AS meminta Indonesia memberikan kemudahan impor produk pangan dan pertanian asal negara tersebut tanpa kuota maupun pembatasan dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS.Dalam dokumen Fact Sheet Gedung Putih berjudul Trump Administration Finalizes Trade Deal with Indonesia, Indonesia diminta membebaskan produk pangan dan pertanian AS dari kebijakan neraca komoditas, rezim perizinan impor hortikultura, serta skema perizinan impor lainnya.Pemerintah juga diminta hanya menerapkan sistem perizinan impor otomatis untuk produk tersebut.Kesepakatan itu turut mengatur pengakuan terhadap sistem pengawasan pangan dan pertanian AS, termasuk standar sanitasi, regulasi teknis, serta sertifikasi resmi pemerintah AS sebagai bukti kepatuhan terhadap standar keamanan pangan. Selain itu, Indonesia diminta tidak membatasi importir dalam memasukkan produk pertanian AS ke pasar domestik serta tidak memberikan hak impor khusus kepada pihak tertentu yang dapat menghambat masuknya produk tersebut.Perjanjian perdagangan timbal balik antara Indonesia dan AS ditandatangani pada Kamis (19/2) waktu setempat.Dalam kesepakatan tersebut, AS menetapkan tarif sebesar 19 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia, meski beberapa komoditas tertentu mendapat tarif nol persen.Kedua negara saat ini masih menjalankan prosedur domestik masing-masing sebelum perjanjian berlaku efektif.[Gambas:Video CNN] (del/sfr) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT mendag impor pangan produk pertanian kebijakan perdagangan kuota impor budi santoso ARTIKEL TERKAIT AS Minta Produk Pangan-Pertanian Masuk RI Tanpa Pembatasan Impor Mendag Buka Suara soal Rencana RI-AS Bentuk Dewan Perdagangan Mendag Sebut Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Tak Perlu Izin Khusus Mendag Akui Harga Minyakita Lampaui HET saat DMO sudah 30% Mendag Bantah MBG Jadi Penyebab Harga Ayam Naik Mendag Beber Alasan Harga Cabai Merah Naik hingga Rp100 Ribu per Kg REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *