Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia

Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah ESG Zone Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel News Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia News Nia Deviyana 22/02/2026 01:00 WIB Analis memperingatkan kemungkinan munculnya kebijakan tambahan oleh Trump, yang dapat menimbulkan kebingungan lebih besar bagi pelaku usaha dan investor. Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia. Foto: X. A A A IDXChannel – Mitra dagang Amerika Serikat (AS) di Asia mulai menimbang ketidakpastian baru setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baru sebesar 10 persen yang akan berlaku selama 150 hari sejak 24 Februari. Keputusan tersebut diambil menyusul putusan Mahkamah Agung AS bahwa Trump tidak memiliki wewenang menetapkan tarif impor global berdasarkan UU Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Baca Juga: Respons Prabowo soal Tarif Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan Trump mengatakan bahwa putusan tersebut sangat mengecewakan dan bahkan menuduh para hakim MA terpengaruh kepentingan asing. Putusan pengadilan tersebut membatalkan sejumlah tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump terhadap negara-negara eksportir utama Asia, mulai dari China dan Korea Selatan hingga Jepang dan Taiwan, produsen chip terbesar di dunia serta pemain kunci dalam rantai pasok teknologi. Baca Juga: Prabowo Beberkan Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Agenda BoP Ke depan, analis memperingatkan kemungkinan munculnya kebijakan tambahan oleh Trump, yang dapat menimbulkan kebingungan lebih besar bagi pelaku usaha dan investor. Di Jepang, juru bicara pemerintah menyatakan Tokyo akan mengkaji dengan cermat isi putusan ini dan merespons pemerintahan Trump, serta menanggapinya secara tepat. Baca Juga: Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung, Arah Suku Bunga The Fed Semakin Tak Pasti China, yang bersiap menjadi tuan rumah kunjungan Trump pada akhir Maret, belum memberikan komentar resmi atau mengambil langkah balasan karena negara tersebut sedang dalam masa libur panjang. Namun, seorang pejabat senior keuangan di Hong Kong yang diperintah China menyebut situasi di AS sebagai sebuah kekacauan. Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong, Christopher Hui, mengatakan tarif baru Trump justru menegaskan keunggulan perdagangan unik Hong Kong. “Ini menunjukkan stabilitas kebijakan Hong Kong dan kepastian yang kami miliki. Ini menunjukkan kepada investor global pentingnya prediktabilitas,” ujar Hui dalam konferensi pers pada Sabtu saat ditanya dampak tarif baru AS terhadap ekonomi kota tersebut, dilansir Reuters, Sabtu (21/2/2026). Hong Kong beroperasi sebagai wilayah pabean terpisah dari China daratan, status yang melindunginya dari paparan langsung terhadap tarif AS yang menargetkan barang-barang China. Sementara Washington memberlakukan bea masuk atas ekspor dari China daratan, produk buatan Hong Kong umumnya menghadapi tarif yang lebih rendah, sehingga kota itu dapat mempertahankan arus perdagangan meskipun ketegangan AS–China meningkat. Sebelum putusan Mahkamah Agung, dorongan tarif Trump telah membebani hubungan diplomatik Washington di seluruh Asia, terutama bagi ekonomi yang bergantung pada ekspor dan terintegrasi dalam rantai pasok yang menuju pasar AS. Putusan Jumat hanya menyangkut tarif yang diluncurkan Trump berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), undang-undang yang diperuntukkan bagi kondisi darurat nasional. Pemantau kebijakan perdagangan Global Trade Alert memperkirakan putusan tersebut memangkas rata-rata tarif AS berbobot perdagangan hampir setengahnya, dari 15,4 persen menjadi 8,3 persen. Bagi negara yang sebelumnya menghadapi tarif AS lebih tinggi, perubahannya lebih drastis. Untuk China, Brasil, dan India, pemangkasan bisa mencapai dua digit persentase poin, meski tetap pada level yang masih tinggi. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Mitra dagang Amerika Serikat Asia Ketidakpastian baru Tarif impor baru Mahkamah Agung Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Indonesia Berpotensi Diuntungkan Berita Terkait Dibatalkan Mahkamah Agung, Trump Berlakukan Skema Tarif Global 10 Persen  21/02/2026 12:44 WIB Kecam Keputusan Mahkamah Agung, Trump Janjikan Tarif Baru 21/02/2026 09:45 WIB Wall Street Ditutup Menguat usai MA Batalkan Pemberlakuan Tarif Trump 21/02/2026 07:15 WIB Revitalisasi Tangki LNG Rampung, Anak Usaha PGAS Ini Siap Ekspansi Bisnis ke Pasar Asia 11/02/2026 14:22 WIB Pariwisata Dunia Catat 1,5 Miliar Turis pada 2025, Rekor Tertinggi 24/01/2026 21:00 WIB Manulife Investment Management Proyeksi Peluang Investasi di Asia Tetap Kuat di Semester I-2026 22/01/2026 19:02 WIB Berita Lainnya Bertemu 12 Pengusaha AS, Prabowo: Mereka Positif Terhadap Ekonomi Kita 22/02/2026 04:00 WIB Komisi VIII DPR Soroti Pelonggaran Sertifikat Halal Produk AS, Minta Dikaji Ulang 22/02/2026 03:01 WIB Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia 22/02/2026 01:00 WIB Respons Prabowo soal Tarif Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan 22/02/2026 00:00 WIB Prabowo Beberkan Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Agenda BoP 21/02/2026 23:31 WIB Industri Kaca Minta Impor Mobil Pick Up dari India Dikaji Ulang, Ingatkan Dampaknya 21/02/2026 23:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama MA Batalkan Tarif, Trump Sebut Pengadilan Dipengaruhi Kepentingan Asing Dibatalkan Mahkamah Agung, Trump Berlakukan Skema Tarif Global 10 Persen  Kanada dan Meksiko Terhindar dari Tarif Global 10 Persen TNI AU dan Basarnas Evakuasi Jenazah Pilot Pelita Air dari Long Bawan ke Tarakan Resmi Masuk BoP, Menlu Pastikan Indonesia Tak Bayar Iuran USD1 Miliar Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia Respons Prabowo soal Tarif Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan Prabowo Beberkan Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Agenda BoP 1,58 Juta Tiket Kereta untuk Mudik Lebaran Terjual, Segini Sisa Kuotanya Momen Prabowo Dapat Jersey Bintang Sepak Bola Chelsea Reece James Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *