Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi? Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi? Iqbal Dwi Purnama Minggu, 22 Februari 2026 – 07:56 WIBloading… Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia buka soal keputusan pemerintah membuka akses mineral kritis kepada Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu hasil kesepakatan dagang. Foto/Dok A A A JAKARTA – Akses mineral kritis Amerika Serikat (AS) ke Indonesia menjadi salah satu hasil kesepakatan dagang yang telah resmi ditandatangani dalam pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, DC. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan, kesepakatan itu akan membuka peluang lebih luas bagi Amerika melakukan investasi untuk memanfaatkan mineral kritis di Indonesia.Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa kekayaan mineral kritis nasional tidak diperdagangkan dalam bentuk mentah. Setiap peluang investasi yang lahir harus bermuara pada hilirisasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri, sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh bangsa Indonesia.Baca Juga: Harta Karun Tanah Jarang AS Dilirik Taiwan, Termasuk Proyek Trump? “Untuk mineral kritikal, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di AS untuk melakukan investasi, dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita,” ujarnya dalam keterangannya di Amerika Serikat, Jumat (20/2).Bahlil menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan terkait ekspor mineral mentah, karena pemerintah Indonesia tetap berkomitmen menjalankan program hilirisasi nasional dan tidak ada rencana membuka keran ekspor barang mentah. Halaman :12 Lihat Juga : MA AS Putuskan Tarif Dagang 10%, Seskab Teddy Sebut Sudah Sedia Payung Sebelum Hujan Tarif Trump Dibatalkan MA AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! perjanjian perdagangan bahlil lahadalia hilirisasi mineral kritis negosiasi tarif Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait MA AS Putuskan Tarif Dagang 10%, Seskab Teddy Sebut Sudah Sedia Payung Sebelum Hujan Tarif Trump Dibatalkan MA AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Gimana Nasib Perjanjian Dagang dengan Indonesia? Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini Pasca Indonesia Economic Outlook 2026, DPR Soroti Momentum Eksekusi Investasi Strategis Index Politica Sarankan Pemerintah Indonesia Tinjau Ulang Perjanjian Dagang dengan AS Produk AS Disepakati Masuk RI Tak Perlu Pakai Sertifikasi Halal, DPR: Bisa Timbulkan Kekhawatiran Produk AS Disepakati Masuk RI Tak Perlu Pakai Sertifikasi Halal, MUI Buka Suara Rekomendasi Waspada Kurma Israel Ganti Kemasan! Ini Panduan Beli Kurma Agar Tak Tertipu Raja Salman Bagi-bagi Duit Ramadan Rp13,4 Triliun, Per Keluarga Arab Saudi Dapat Rp4,4 Juta Viral! Video Lama Baila Member No Na dan Jennifer Coppen Sindir Connell Twins Bikin Penggemar Kecewa Selengkapnya RUU Perampasan Aset Perkuat Regulasi Pemberantasan Korupsi 1,58 Juta Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Ludes Terjual Polda Metro Jaya Mutasi 175 Personel, Ada Kapolsek Digeser Berita Terkini Selengkapnya Prabowo Pastikan Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Saling Menguntungkan Puasa Belum Satu Pekan, Ada Temuan Minyakita Dijual di Atas HET Pascainsiden Pesawat Pengangkut, Pasokan BBM Satu Harga ke Krayan Dipastikan Aman Presiden Didesak Batalkan Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih, Kadin: Membunuh Industri Otomotif IHSG Senin Besok Diproyeksi Bakal Rebound ke Rentang 8.440-8.503 MA AS Putuskan Tarif Dagang 10%, Seskab Teddy Sebut Sudah Sedia Payung Sebelum Hujan Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini 2 Inilah Dirut Agrinas yang Memutuskan Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih 3 Pelindo Dikabarkan Rombak Jajaran Direksi, Ini Susunan Terbaru 4 Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63% 5 Pertamina Pastikan Impor Energi Rp253 Triliun dari AS Melalui Tender Terbuka Infografis 7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi?
