Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?

Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa? Anggie Ariesta Senin, 23 Februari 2026 – 20:35 WIBloading… Realisasi belanja pemerintah per 31 Januari 2026 telah menyentuh angka Rp227,4 triliun atau setara dengan 5,9% dari pagu APBN. Foto/Dok A A A JAKARTA – Realisasi belanja pemerintah per 31 Januari 2026 telah menyentuh angka Rp227,4 triliun atau setara dengan 5,9% dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ). Capaian ini menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 25,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.Wakil Menteri Keuangan ( Wamenkeu ), Suahasil Nazara mengatakan, tren belanja tahun ini jauh lebih agresif guna memastikan roda perekonomian bergerak lebih cepat sejak awal tahun. “Belanja negara itu juga lebih kuat tumbuh dibandingkan tahun lalu. Tahun ini kita telah belanja sebesar Rp227 triliun dan itu 25,7 persen di atas tahun lalu,” kata Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (23/2/2026).Realisasi belanja negara tersebut terbagi ke dalam dua pilar utama yakni Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp131,9 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp95,3 triliun. Suahasil menjelaskan, bahwa lonjakan ini mencerminkan komitmen Kementerian dan Lembaga (K/L) dalam mengoptimalkan APBN sebagai instrumen kesejahteraan.Baca Juga: Purbaya Tarik Lagi Rp75 Triliun dari Himbara, Ini Alasannya “Ini adalah percepatan belanja yang dilakukan oleh pemerintah pusat, terutama kementerian dan lembaga, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui APBN,” ucapnya.Secara lebih mendalam, belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) senilai Rp55,8 triliun serta belanja Non-K/L sebesar Rp76,1 triliun. Peningkatan drastis pada belanja K/L dipicu oleh dua faktor utama, yakni penebalan bantuan sosial (bansos) dan ekspansi masif program Makan Bergizi Gratis (MBG). Realisasi bansos per Januari 2026 mencapai Rp9,5 triliun, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Januari 2025 yang hanya sebesar Rp4,1 triliun. Halaman :12 Lihat Juga : Terungkap Ada 44 Alumni LPDP Mangkir Mengabdi ke RI usai Studi, 8 Orang Kena Sanksi Cairkan THR PNS, TNI/Polri 2026, Purbaya Siapkan Rp55 Triliun Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! belanja pemerintah apbn bansos mbg pertumbuhan ekonomi Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Terungkap Ada 44 Alumni LPDP Mangkir Mengabdi ke RI usai Studi, 8 Orang Kena Sanksi Cairkan THR PNS, TNI/Polri 2026, Purbaya Siapkan Rp55 Triliun Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun KKP Pastikan Program MBG Bukan Pemicu Kenaikan Harga Ikan BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7% di 2026 Pesan Suryopratomo untuk Pemerintah: Berikan Kepercayaan kepada Dunia Usaha Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG, Penyaluran Sesuai Syariat Menteri Natalius Pigai: yang Mau Meniadakan MBG Orang Menentang HAM Rekomendasi 124 Anggota Polres Jakpus Jalani Tes Urine, Satu Orang Positif Zat Codeine Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Medan Hari Ini, 6 Ramadan 1447 H Pendataan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera Bakal Dipercepat Selengkapnya Panglima TNI Tunjuk 3 Danrem Baru, Berikut Ini Posisinya Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Langit Cipulir Pagi Ini Gempa M7,2 Guncang Sabah Malaysia, Terasa hingga Tarakan Berita Terkini Selengkapnya Pasar Tokenisasi Aset Sentuh Rp423 T, Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenized Assets Global 12 Perusahaan Pelanggar Ketentuan Tenaga Kerja Asing Kena Denda Rp4,48 Miliar MNC Insurance – MHIB Jalin Kolaborasi Bidik Ekspansi Pasar Asuransi Umum Gelombang Raksasa Nikel di Bursa Saham RI: Akankah BLUE Menuju Ekosistem EV? Keamanan dan Integrasi Jadi Penentu Utama Memilih Dompet Digital Terungkap Ada 44 Alumni LPDP Mangkir Mengabdi ke RI usai Studi, 8 Orang Kena Sanksi Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS 2 Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih Dicicil Pakai Dana Desa, Purbaya Buka Suara 3 Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Mobil Pikap 4×4 India Lebih Murah 4 Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun 5 Bos Agrinas Jawab Desakan Dasco soal Impor 105.000 Pikap: Kami Taat Perintah Infografis Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *