Berisiko Tambah Beban APBN, Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Makro Berisiko Tambah Beban APBN, Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah Anto Kurniawan Rabu, 04 Maret 2026 – 13:51 WIBloading… Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Foto/Dok A A A JAKARTA – Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah bergerak cepat dan sigap dalam mengantisipasi dampak eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel. Termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia .Menurutnya, langkah pemerintah yang memastikan cadangan energi nasional tetap aman merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Putri menyampaikan bahwa pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait kondisi pasokan BBM yang aman menunjukkan bahwa pemerintah telah memiliki skenario mitigasi yang matang. Indonesia juga telah memiliki diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Pertamina dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat seperti Chevron dan ExxonMobil, sehingga jalur suplai alternatif tetap terbuka apabila terjadi gangguan distribusi global.Baca Juga: Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang Meski demikian, Putri menegaskan bahwa tantangan utama bukan semata pada ketersediaan pasokan, melainkan pada potensi lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh kisaran USD80 per barel. Kenaikan harga ini berisiko meningkatkan tekanan terhadap APBN, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi, serta berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak dikelola secara hati-hati. Halaman :12 Lihat Juga : Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang Harga Minyak Membara, Akankah Nasib BBM Subsidi Bakal Naik? Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! apbn daya beli harga bbm putri zulkifli hasan Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Harga Minyak Lampaui Asumsi APBN, Anggaran Subsidi BBM Dihitung Ulang Harga Minyak Membara, Akankah Nasib BBM Subsidi Bakal Naik? Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya Wamenkeu Juda Agung Bicara Soal Efek Perang AS-Israel dan Iran, Apakah APBN Siap? Waswas Harga BBM RI Bakal Naik Terdampak Gempuran AS-Israel ke Iran Perang Iran vs AS-Israel, Ini Imbasnya ke Kantong Warga RI Efek Domino Konflik Iran-Israel, Jusuf Kalla Ungkap Harga BBM Terancam? Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR APBN 2026 Jadi Ujian Konsistensi Membangun Industri Pertahanan dalam Negeri Rekomendasi OTT Fadia Arafiq, KPK Ungkap Perusahaan Ibu Harus Menang meski Ada Tawaran Lebih Murah Tian Bahtiar Bebas, Iwakum: Majelis Hakim Tegaskan Perlindungan Pers Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tersangka Kasus Pengadaan Jasa Outsourcing Selengkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Ditetapkan Tersangka Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kenakan Rompi Oranye KPK Prabowo Duduk Diapit SBY dan Jokowi saat Makan Malam di Istana Berita Terkini Selengkapnya Transformasi Bisnis, SiCepat Targetkan Pendapatan Naik 25% di 2026 Indonesia Resmi Lepas Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi Dedikasi Rumiatun, BRILink Agen di Grobogan Sigap Melayani Warga Desa di Garis Depan Kemenko PM Gelar Festival Jajanan Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Diguncang Perang Iran vs AS-Israel, IHSG Babak Belur Sempat Sentuh 7.500 Fitch Pangkas Outlook Utang RI ke Negatif, Soroti Kondisi Fiskal Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Pastikan Ekspor 2.000 Ton Beras ke Arab Saudi Lancar 2 Iran Lumpuhkan Produksi Migas Israel, Qatar hingga Arab Saudi 3 Imbas Penutupan Selat Hormuz, Indonesia Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS 4 Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya 5 6 Dampak Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia hingga Gas Langsung Bergejolak Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Berisiko Tambah Beban APBN, Pemerintah Siaga Penuh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah
