Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan

Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah Ramadan Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Market news Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan Market news Nia Deviyana 28/03/2026 06:00 WIB Pasar akan terus fokus pada dampak konflik yang melibatkan AS-Israel versus Iran itu terhadap harga energi, yang kini memangkas sebagian besar pasokan minyak.  Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan. Foto: AP. A A A IDXChannel – Wall Street pekan depan akan diuji dengan laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). Selain itu, investor juga akan mencermati perkembangan perang di Timur Tengah yang telah memasuki bulan kedua. Pasar akan terus fokus pada dampak konflik yang melibatkan AS-Israel versus Iran itu terhadap harga energi, yang kini memangkas sebagian besar pasokan minyak.  Baca Juga: Strategi Investasi di Tengah Perang Iran, Deretan Saham Ini Jadi Sorotan Harga minyak mentah AS telah naik lebih dari 60 persen sejak awal tahun hingga mendekati USD100 per barel. Kenaikan ini mendorong harga bensin di AS melonjak menjadi USD4 per galon, yang berpotensi menekan belanja konsumen. Seiring kekhawatiran terhadap inflasi meningkat, imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) acuan melonjak ke level tertinggi sejak musim panas tahun lalu, yang dapat menjadi titik tekanan bagi valuasi saham. Baca Juga: Pendapatan Minyak Rusia Tembus Rp13 Triliun per Hari Berkat Perang Iran Penurunan tajam pasar saham pada Kamis pekan ini membuat indeks acuan S&P 500 berada di jalur penurunan mingguan kelima berturut-turut, memperpanjang pelemahannya menjadi hampir 6 persen sejak serangan militer AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.  Sementara itu, Nasdaq Composite ditutup lebih dari 10 persen di bawah rekor tertingginya pada Oktober, yang menegaskan indeks tersebut telah memasuki fase koreksi. Baca Juga: Harga Batu Bara Bertahan di Level Tertinggi 17 Bulan, Perang Iran Jaga Premi Energi “Sepanjang pekan, berbagai sinyal yang saling bertentangan mengenai kemungkinan meredanya krisis membuat harga aset berfluktuasi tajam. Saham kemungkinan akan tetap bergerak mengikuti perkembangan berita utama dalam beberapa hari mendatang,” kata Chief Investment Officer di Plante Moran Financial Advisors, Jim Baird, dilansir Reuters, Sabtu (28/3/2026). Selain itu, Selasa mendatang akan menandai berakhirnya kuartal pertama yang berat bagi saham AS. Selain konflik Iran, kekhawatiran mengenai gangguan bisnis akibat kecerdasan buatan (AI) serta pelemahan di pasar kredit swasta juga mengguncang pasar saham. Indeks S&P 500 telah turun lebih dari 5 persen sepanjang 2026, setelah sebelumnya mencatat tiga tahun berturut-turut kenaikan dua digit yang solid. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Wall street Pekan depan Laporan ketenagakerjaan Perang di Timur Tengah Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar Berita Terkait Wall Street Ditutup Anjlok usai Trump Pesimis Tak Capai Kesepakatan Damai dengan Iran 27/03/2026 06:29 WIB Negara-Negara Asia Antre Beli Minyak Rusia Usai Pelonggaran Sanksi AS 27/03/2026 01:00 WIB Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Deeskalasi Perang Timur Tengah 26/03/2026 22:12 WIB Wall Street Ditutup Naik di Tengah Pembicaraan Gencatan Senjata AS 26/03/2026 06:20 WIB Wall Street Dibuka Semringah Seiring Ekspektasi Meredanya Konflik Timur Tengah 25/03/2026 21:58 WIB Pasar Valas Cenderung Stabil, Investor Masih Cermati Perang Timur Tengah 25/03/2026 17:30 WIB Berita Lainnya Puncak Arus Balik Gelombang II, Contraflow Diberlakukan di Tol Japek Pagi Ini 28/03/2026 06:15 WIB Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan 28/03/2026 06:00 WIB Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah 28/03/2026 05:00 WIB Pramono Sebut WFA Bukan Beban bagi Pemprov DKI, Janji Layanan Masyarakat Tak Terganggu 28/03/2026 04:00 WIB SoftBank Amankan Pinjaman Rp673 Triliun untuk Perkuat Investasi di OpenAI 28/03/2026 03:05 WIB Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian PPPK Imbas Efisiensi Anggaran 28/03/2026 01:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Ekuitas Kembali Positif, Saham GIAA Keluar dari Papan FCA Grup Bakrie Menggeliat saat Market Merah, Saham ENRG dan Laba Fantastis DEWA Curi Perhatian Prospek Emiten Unggas, Intip Proyeksi CPIN dan JPFA Harga Turun Tajam, Saham MLPT Dihentikan Sementara Operasional Tambang Hengjaya di Morowali Dihentikan Sementara Wall Street Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Dow Jones Masuk Fase Koreksi Data Tenaga Kerja hingga Perang Timur Tengah Uji Wall Street Pekan Depan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang Terhambat Imbas Perang Timur Tengah Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar MORA Mau Buyback Saham Publik yang Tak Setujui Merger, Siapkan Dana Rp1 Triliun Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.30

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *