FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD

FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD Nanang Wijayanto Kamis, 05 Maret 2026 – 22:06 WIBloading… PLN EPI memastikan pasokan gas selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako. FOTO/dok.SindoNews A A A JAKARTA – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan pasokan gas sebesar 111 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 10 tahun dari Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, setelah proyek tersebut resmi mencapai Final Investment Decision (FID). Kepastian ini menjadi langkah strategis PLN EPI dalam memperkuat suplai energi primer untuk kebutuhan pembangkit khususnya di Batam.Lapangan Mako yang dioperatori West Natuna Exploration Limited (WNEL) berlokasi di lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. FID diumumkan di kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd, Peter Botten dan CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung, Presiden Direktur PT Nations Natuna Barat, Hashim Djojohadikusumo sebagai partner WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dan Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati sebagai pembeli gas, pengembang dan operator pipa WNTS-Pemping serta Direktur Utama PT BNI, Putrama Wahju Setyawan.Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa persetujuan FID ini menjadi tonggak penting bagi peningkatan produksi gas nasional.”Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek untuk memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh dalam upaya peningkatan lifting gas nasional. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong produksi gas dan memastikan pemanfaatan sumber daya Natuna bagi kebutuhan dalam negeri,” ujarnya melalui keterangan pers, Kamis (5/3/2026). Proyek ini, jelas dia, telah melalui proses panjang sejak ditandatanganinya PSC 2007, Discovery Gas tahun 2017, Plan Of Development (POD) tahun 2019, Revisi POD tahun 2022, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) tahun 2025, dan terakhir FID tahun 2026. Karena itu, Djoko berharap proyek ini dapat mulai produksi pada tahun 2027.Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menambahkan, FID lapangan Mako akan memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang ditandatangani antara PLN EPI dan WNEL pada 11 July 2025 yang lalu. PJBG ini merupakan satu kesatuan dengan penugasan Menteri ESDM kepada PLN melalui PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping. “Dengan tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dapat terpenuhi untuk memastikan pasokan gas bagi kelistrikan khususnya di wilayah Batam dan Sumatra Bagian Tengah. Kebutuhan listrik di wilayah ini tumbuh 12-15%/tahun dan pemenuhannya didominasi oleh Pembangkit Gas. Dengan penurunan pasokan gas dari onshore Sumatera, pasokan dari wilayah Natuna sangat dibutuhkan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Rakhmad Halaman :12 Lihat Juga : Pertamina Suntik 1 Juta Lebih Gas Melon Jelang Imlek dan Ramadan Nusantara Regas Perkuat Pengawasan Distribusi Gas Selama Nataru Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! pasokan gas Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Pertamina Suntik 1 Juta Lebih Gas Melon Jelang Imlek dan Ramadan Nusantara Regas Perkuat Pengawasan Distribusi Gas Selama Nataru Nusantara Regas Siapkan Sistem Tanggap Darurat Jelang Natal dan Tahun Baru 2025 Kadin: Gas Jadi Penopang Hilirisasi Industri Strategis JERA-PLN EPI Umumkan Temuan Awal Studi Potensi Kolaborasi Rantai Nilai LNG di Indonesia Setahun Prabowo-Gibran, PGN Dukung Visi Menuju Swasembada Energi Ukraina Dituding Curi Gas untuk Moldova, Gazprom Ancam Putus Pasokan Krisis Energi, Negara Uni Eropa Ini Tutup 2.800 Toko Bergiliran UE Ketar Ketir Pasokan Gas Bakal Diputus, Tuding Rusia Lakukan Pemerasan Rekomendasi Ahli Gizi Undip Ingatkan Bahaya Minuman Manis Berlebihan saat Berbuka Puasa Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari Ini, 16 Ramadan 1447 H 5 Alasan Tujuan Akhir Trump di Iran Tak Akan Terwujud Tanpa Melakukan Invasi Darat Selengkapnya Ngaku Tak Paham Birokrasi, Fadia Arafiq Kena Sentil Wamendagri Prabowo Tak Gegabah Putuskan Keluar dari Board of Peace Buka Puasa di Istana, Prabowo dan Pimpinan Ormas Islam Bahas…. Berita Terkini Selengkapnya MNC Life Sabet Penghargaan Asuransi Berkinerja Unggul dalam 8th Top Digital Corporate Brand Award 2026 Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM dan LPG Aman selama Ramadan-Idulfitri DADA Gandeng Al Azhar Syifa Budi Kembangkan Pendidikan Berbasis Global Stockbit dan Bibit Tumbuh Solid, Talenta Digital Jadi Kunci Iran Berperang, Krisis Energi Negara-negara Ini Makin Parah Pengamat Dukung Danantara Lakukan Governance Reset Terhadap BUMN Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global 2 Stok BBM Nasional Hanya Cukup 20 Hari, Ekonom: Jangan Panik, Ini Penjelasannya! 3 Cair! Purbaya Terbitkan PMK THR 2026 dan Gaji ke-13 ASN, TNI, dan Polri 4 Harga Gas Melonjak di Tengah Gejolak Timur Tengah, Eropa Sudah Naik 50% 5 Iran Berperang, Krisis Energi Negara-negara Ini Makin Parah Infografis Atasi Tawuran, Pemprov Jakarta Bakal Buka 500.000 Lapangan Kerja Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *