Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif

Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah Ramadan Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Economics Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif Economics Nia Deviyana 26/02/2026 23:01 WIB Kinerja industri pengolahan nasional pada awal tahun 2026 masih berada pada jalur ekspansi. Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif. Foto: iNews Media Group. A A A IDXChannel – Kinerja industri pengolahan nasional pada awal tahun 2026 masih berada pada jalur ekspansi. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 yang tercatat sebesar 54,02.  Meski demikian, angka tersebut turun tipis 0,10 poin dibandingkan Januari 2026, namun meningkat 0,87 poin dibandingkan Februari 2025 dan menjadi level tertinggi kedua sejak IKI diluncurkan pada November 2022. Baca Juga: Kemenperin Dorong 342 Galangan Kapal Dukung Logistik, Manufaktur Tumbuh 5,30 Persen di 2025 Berdasarkan hasil survei IKI Februari 2026, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 19 subsektor berada pada fase ekspansi dan hanya 4 subsektor yang mengalami kontraksi. Subsektor yang berada pada fase ekspansi memiliki kontribusi sebesar 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. “Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman serta Industri Alat Angkutan Lainnya,” papar Juru Bicara Febri Hendri Antoni Arief dalam Rilis IKI Bulan Februari 2026 di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Baca Juga: Kemendag Targetkan RI Jadi Simpul Perdagangan Dunia, Suplai Produk Manufaktur hingga Teknologi Febri menyampaikan, kedua subsektor tersebut mengalami ekspansi seiring meningkatnya permintaan dari sejumlah sektor industri, seperti industri makanan, minuman, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta alas kaki, dengan industri pencetakan berperan sebagai sektor pendukung.  Kemudian, adanya kenaikan angka penjualan sepeda motor pada bulan Januari 2026 mencapai 577.763 unit, meningkat 3,11 persen dibanding Januari 2025 (y-o-y). Baca Juga: Industri Manufaktur hingga Perdagangan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 2025 Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, Kemenperin mencermati adanya peningkatan konsumsi rumah tangga terhadap komoditas industri pakaian, alas kaki, serta jasa perawatannya.  Pada 2024, pertumbuhan konsumsi sektor ini tercatat sebesar 2,73 persen dan meningkat menjadi 4,52 persen pada 2025. Namun, berdasarkan hasil pengamatan terhadap IKI, khususnya IKI pasar domestik 2025, industri pakaian jadi yang berorientasi pada pasar dalam negeri justru mengalami kontraksi.  Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut tidak sepenuhnya diserap oleh produk industri dalam negeri. “Dengan demikian, terdapat indikasi kuat bahwa kenaikan permintaan tersebut lebih banyak dipenuhi olehproduk impor,” kata Febri. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian memandangmomentum peningkatan konsumsi domestik seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh industri dalam negeri, guna memperkuat struktur manufaktur nasional dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik. Adapun subsektor yang mengalami kontraksi yaitu Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Gabus (Tidak Termasuk Furnitur dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan sejenisnya, Industri Barang Galian Non Logam, Industri Komputer, Barang Elektronik, dan Optik, dan Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. Sekretaris Direktorat Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Sri Bimo Pratomo mengatakan, Industri Barang Galian Non Logam mengalami kontraksi pada variabel pesanan dan persediaan. Hal ini disebabkan menurunnya permintaan dalam negeri yang berasal dari pengadaan pemerintah. “Karena bulan ini masih memasuki awal tahun anggaran dan Bulan Ramadhan, sehingga banyak proyek infrastruktur yang belum berjalan. Sehingga permintaan produk bahan bangunan (BGNL) juga ikut turun. Kemungkinan besar akan dimulai setelah lebaran,” tuturnya. Pada variable produksi Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Gabus, kontraksi yang terjadi dipicu oleh ketidakpastian global dan beberapa kekhawatiran pelaku industri terhadap dampak kesepakatan perdagangan global. “Subsektor Industri Komputer, Barang Elektronik, dan Optik, mengalami penurunan pada pesanan luar negeri yang menyebabkan terjadinya kontraksi pada IKI Februari 2026. Selain itu, komponen elektronik berbahan baku semikonduktor saat ini tengah mengalami kelangkaan,” kata Direktur Industri Peralatan Pertanian dan Alat Mesin Pertanian (IPAMP) Solehan. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Indeks kepercayaan industri IKI Februari 2026 Ekspansi Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Produksi U-Bolt Dimulai, Indospring (INDS) Bidik Ekspansi hingga Ekspor ke Timur Tengah Berita Terkait Begini Strategi Charlie Hospital (RSCH) Genjot Pertumbuhan Layanan Kesehatan 13/02/2026 06:10 WIB PMI Manufaktur RI Catat Ekspansi ke 52,6 di Januari 2026 02/02/2026 09:27 WIB Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga dan Emas Naik pada Periode Pertama Februari 2026  31/01/2026 04:00 WIB Pungutan Ekspor CPO Meningkat Jadi USD918,47 per Metrik Ton di Februari 2026 30/01/2026 23:30 WIB Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Cetak Rekor, Tertinggi dalam 49 Bulan 30/01/2026 18:17 WIB Indospring (INDS) Perkuat Produktivitas Melalui Aksi Korporasi 15/01/2026 14:23 WIB Berita Lainnya KPK Telusuri Permintaan Uang Terkait Penerbitan Sertifikat K3 Kemnaker 26/02/2026 23:31 WIB Tambang Pani Masuk Fase Produksi Komersial, Merdeka Gold (EMAS) Kirim Dore Perdana ke Antam 26/02/2026 23:30 WIB LPDP DKI Jakarta Mulai 2027, 100 Orang Akan Diberangkatkan 26/02/2026 23:14 WIB Kemenag Gandeng British Council, Perkuat Kemampuan Bahasa Inggris Guru Madrasah 26/02/2026 23:02 WIB Indeks Kepercayaan Industri Turun Tipis Jadi 54,02 di Februari 2026, Masih di Zona Ekspansif 26/02/2026 23:01 WIB Pemerintah Susun RUU Kewarganegaraan, Perketat Syarat Jadi WNI 26/02/2026 22:40 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Perusahaan Harus Transparan Hitung Besaran BHR Keagamaan Pengemudi Ojek Online RI Desak Uni Eropa Implementasikan Putusan WTO terkait Sengketa Minyak Sawit IIF Dukung Danareksa Terapkan Prinsip ESG di Kawasan Industri Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Siapkan Penerbangan Tambahan saa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *