Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Peringatan Trump Dicuekin

Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Peringatan Trump Dicuekin login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Israel Serang Ladang Gas Terbesar Iran, Peringatan Trump Dicuekin CNN Indonesia Jumat, 20 Mar 2026 14:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Israel kembali melancarkan gelombang serangan baru ke Iran di tengah ketegangan dengan AS terkait serangan terhadap fasilitas energi pada Jumat (20/3). (AFP/BEHROUZ MEHRI). Jakarta, CNN Indonesia — Israel kembali melancarkan gelombang serangan baru ke South Pars, Iran di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait serangan terhadap fasilitas energi pada Jumat (20/3).Militer Israel menyatakan serangan terbaru menyasar sejumlah target di Teheran, ibu kota Iran, meski tidak merinci lokasi spesifik yang dihantam.”IDF baru saja memulai gelombang serangan terhadap infrastruktur rezim Iran di jantung Teheran,” ujar juru bicara militer Israel seperti dilansir Reuters. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Israel tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur energi, khususnya ladang gas South Pars.Lihat Juga :Harga BBM di 95 Negara Meroket Imbas Perang AS-Israel vs Iran “Saya bilang kepadanya, ‘jangan lakukan itu’, dan dia tidak akan melakukannya,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan serangan ke South Pars dilakukan secara mandiri tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Washington.Serangan terhadap ladang gas terbesar Iran itu menjadi titik penting dalam konflik, karena untuk pertama kalinya infrastruktur energi utama Iran menjadi target langsung. Langkah ini meningkatkan risiko gangguan besar terhadap pasokan energi global.Trump bahkan kembali mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial, Truth dengan menyatakan tidak akan ada lagi serangan terhadap South Pars kecuali Iran menyerang Qatar.Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan fasilitas tersebut jika konflik semakin meluas.Lihat Juga :Harga Cabai Rawit Tembus Rp131 Ribu Jelang LebaranSerangan Meluas ke Negara TelukEskalasi konflik juga merembet ke kawasan Teluk. Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal pada Jumat dini hari, menyusul serangan balasan Iran dalam beberapa hari terakhir.Sebelumnya, Iran membalas serangan Israel ke South Pars dengan menghantam fasilitas gas alam cair (LNG) Ras Laffan di Qatar. Fasilitas tersebut memproses sekitar seperlima pasokan LNG dunia.Serangan itu menyebabkan kerusakan besar yang diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diperbaiki.Selain itu, pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah juga dilaporkan menjadi sasaran serangan, meski sebelumnya digunakan sebagai jalur alternatif ekspor untuk menghindari penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Ancaman Krisis Energi GlobalSerangan terhadap fasilitas energi di kawasan ini semakin memicu kekhawatiran akan krisis energi global.Harga energi sempat melonjak tajam pada Kamis (19/3) kemarin, sebelum sedikit mereda pada Jumat setelah sejumlah negara Eropa dan Jepang menyatakan kesiapan membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang menyatakan siap berkontribusi menjaga keamanan jalur tersebut, serta mengambil langkah untuk menstabilkan pasar energi, termasuk meningkatkan produksi.Namun hingga kini belum ada langkah konkret, Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan keterlibatan militer baru akan dipertimbangkan setelah konflik mereda. Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari itu telah menewaskan ribuan orang, meluas ke negara-negara tetangga, serta mengguncang pasar energi dunia.[Gambas:Video CNN] (anm/sfr) Add as a preferred source on Google Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT iran israel amerika serikat ladang gas perang iran energi donald trump ARTIKEL TERKAIT Harga BBM di 95 Negara Meroket Imbas Perang AS-Israel vs Iran Trump Tangguhkan UU Jones 60 Hari demi Redam Gejolak Harga BBM Pertamina Tambah 3,2 Juta Tabung LPG di Sumbagut Jelang Lebaran Perang AS-Israel vs Iran Ganggu LNG, Asia Beralih ke Batu Bara Imbas Perang AS-Israel vs Iran, India Alami Krisis LPG Harga Minyak Dunia Tembus US$112 Buntut Serangan Fasilitas Energi Iran REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *