Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas Binti Mufarida Rabu, 11 Maret 2026 – 20:49 WIBloading… Menko AHY menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh sebelum melanjutkan rencana jalur kereta cepat hingga Surabaya. Foto/Dok A A A JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan penyelesaian persoalan utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh sebelum melanjutkan rencana pembangunan jalur kereta cepat hingga Surabaya.AHY menjelaskan, bahwa proses tersebut berjalan paralel dengan langkah awal restrukturisasi keuangan KCIC. Pembahasan mengenai hal ini telah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan Roeslani, serta pemangku kepentingan lainnya.Baca Juga: Terganjal Utang Whoosh, AHY Blak-blakan soal Nasib Kereta Cepat Jakarta-Surabaya “Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkap kata AHY di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2026).”Namun demikian, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” sambungnya.Menurut AHY, rencana perpanjangan jalur kereta cepat tersebut masih terus dikaji bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar manfaatnya lebih efektif bagi masyarakat.Bayar Utang Whoosh Pakai APBNSebelumnya mencuat rencana pemerintah memakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh senilai Rp1,2 triliun per tahun. Halaman :12 Lihat Juga : AHY Ungkap Benefit Kereta Cepat Surabaya Lebih Terasa: Akan Mengubah Peta Pembangunan Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! kereta cepat kereta cepat jakarta bandung agus harimurti yudhoyono ahy whoosh Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait AHY Ungkap Benefit Kereta Cepat Surabaya Lebih Terasa: Akan Mengubah Peta Pembangunan Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun Soal Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Purbaya Pastikan Belum Ada Perintah Prabowo APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh Purbaya Sebut Belum Diundang soal Utang Whoosh Ditanggung APBN 52% Pemudik Gunakan Mobil dan Motor di Mudik Lebaran 2026 Jelang Mudik Lebaran, AHY Instruksikan Kementerian PU Pantau Infrastruktur AHY Sebut Jakarta Butuh Ruang Kreatif untuk Anak Muda Rekomendasi Bengkel Keliling BBG Hadir di Cirebon saat Mudik Lebaran 2026 Pemulihan Pascabencana, Hexindo dan Mitra Hadirkan Carrier Dump Morooka di Pidie Jaya Malam Puncak Grand Final KDI 2025: Penentuan Bintang Dangdut Baru Indonesia Selengkapnya Tok! PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan Gus Yaqut Komisi Percepatan Reformasi Polri Siap Laporkan Hasil Kerja Mantan Dirjen Aptika Semuel Abrijani Divonis 6 Tahun Penjara Berita Terkini Selengkapnya Pacu Transisi Energi 100 Gigawatt Tenaga Surya, Prabowo: Banyak Negara Lebih Menyedihkan Perluas Ekosistem dan Talenta Digital, BI dan OJK Jakarta Kampanyekan PIDI Silaturahmi Lancar, Rumah Tetap Aman dengan Smarthome Plus Krisis Adalah Berkah Tersembunyi di Mata Prabowo: Yang Kuat Akan Selamat Prabowo Heran Cucu BUMN Tak Boleh Diaudit: Peraturan dari Mana? Perkuat Implementasi ESG, Olahkarsa Rilis Panduan Praktis bagi Pelaku Bisnis Selengkapnya Polemik Alumni LPDP, Perlukah Sistem Seleksi Dievaluasi? Belajar dari Bencana Sumatera Terpopuler 1 Cadangan Minyak Rusia Cukup untuk Bertahan 60 Tahun, Stok BBM RI Hanya 26 Hari 2 Trump Sesumbar Perang dengan Iran Segera Berakhir, Harga Minyak Terjun Bebas 3 Harga Minyak Dunia USD100 per Barel Ancam APBN, Menkeu Purbaya: Masih Aman, Masih Kuat 4 Lantik 1.585 Pejabat Baru Kemenkeu, Purbaya Singgung Rusaknya Citra Pajak dan Bea Cukai 5 Dua Kapal Pertamina Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah, Pasokan BBM Aman Infografis Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang! Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Kereta Cepat Surabaya Tak Akan Dibangun Sebelum Utang Whoosh Tuntas
