Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE

Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE Anto Kurniawan Kamis, 19 Maret 2026 – 20:35 WIBloading… Pemerintah Indonesia perlu memperkuat langkah diplomasi global guna meminimalkan dampak kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap kinerja ekspor nasional. Foto/Dok A A A JAKARTA – Pemerintah Indonesia perlu memperkuat langkah diplomasi global guna meminimalkan dampak kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap kinerja ekspor nasional . Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, pemerintah Indonesia harus memastikan bahwa kepentingan ekspor nasional tetap terlindungi dari tekanan EUDR.Salah satunya melalui pendekatan diplomasi yang terukur. Kebijakan EUDR merupakan bentuk hambatan non-tarif bagi komoditas perkebunan untuk masuk ke pasar Uni Eropa.Dalam konteks pasar minyak nabati dunia, EUDR hanya diberlakukan pada minyak sawit dan minyak kedelai. Adapun, EUDR tidak berlaku untuk minyak rapeseed dan minyak bunga matahari maupun minyak nabati lain yang dihasilkan oleh Uni Eropa. Diskriminasi tersebut dapat dinilai sebagai alat Uni Eropa untuk menguasai atau mengeksploitasi produsen minyak sawit seperti Indonesia.Baca Juga: Hadapi Regulasi Global dan EUDR, Indonesia Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan Faisal menjelaskan, momentum perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) bisa dioptimalkan untuk menjembatani kepentingan eksportir Indonesia, termasuk memastikan kesiapan sektor hulu seperti perkebunan dan pertanian dalam memenuhi standar EUDR.”Pemerintah Indonesia perlu mengusahakan agar pemberlakuan EUDR ini memiliki dampak minimum terhadap ekspor kita,” katanya di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Halaman :123 Lihat Juga : Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini Imbas Perang, Jalur Ekspor CPO Indonesia Terpaksa Memutar ke Afrika Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! hambatan perdagangan ekspor uni eropa perkebunan sawit minyak sawit Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Surplus Beras 13%, Indonesia Buka Keran Ekspor ke Arab Saudi dan Papua Nugini Imbas Perang, Jalur Ekspor CPO Indonesia Terpaksa Memutar ke Afrika Rusia Pertimbangkan Setop Seluruh Pasokan Gas ke Uni Eropa Investasi Rp1,4 Triliun, SIG Siapkan Fasilitas Ekspor 1 Juta Ton Semen Dari Kebun ke Energi Masa Depan: Asian Agri dan Apical Soroti Manfaat Kelapa Sawit Konflik Timur Tengah Meluas, Rusia Bidik 40% Pangsa Pasar Minyak India Ekspor Kuat, Konsumsi Lemah: Dilema Baru Ekonomi China Iran Sebut Pemimpin Uni Eropa Munafik, Berdiri di Sisi Salah Sejarah Kena Prank, Putra Shah Terakhir Minta Eropa Gabung Perang Salib Lawan Iran Rekomendasi Rekap UEFA Conference League: Strasbourg Lolos, Fiorentina Ditantang Palace di Perempat Final Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Semarang Hari Ini, 30 Ramadan 1447 H Selengkapnya Jokowi Bakal Rayakan Idulfitri 1447 H di Jakarta Macet 3 Km, Lingkar Gentong Kembali Berlakukan One Way Jalur Pantura Cirebon Arah Jateng Didominasi Pemudik Motor Berita Terkini Selengkapnya Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Purbaya Ungkap Nasib BBM Subsidi Intip Rahasia SPPG di Sumba dan Tasikmalaya, Jaga Standar Tinggi Dorong Pertanian Lokal PLN Pastikan Listrik-SPKLU Aman saat Malam Takbir dan Lebaran di Titil Vital Rapor Hijau InJourney Airports: Soetta Melesat ke Posisi 22, Bali Kokoh di Peringkat 67 Dunia Mendorong Pemerintah Perkuat Diplomasi untuk Hadapi Hambatan Non-Tarif ke Pasar UE Gaji Pejabat RI Bakal Dipotong demi Efisiensi, Purbaya: Setuju! Itu Bagus, Sudah Kegedean Selengkapnya Rihlah Mudik, Merawat Tradisi Anak-anak Dilarang Main Medsos, Efektifkah? Terpopuler 1 Profil dan Biografi Michael Bambang Hartono: Orang Terkaya ke-4 RI yang Hobi Jajan di Pinggir Jalan 2 Wafat di Singapura, Berikut Update Rencana Persemayaman Pemilik Grup Djarum Michael Bambang Hartono 3 Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia 4 Berita Duka! Bos Group Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia 5 Buntut Perang Iran vs AS-Israel, BGN Siap-siap Efisiensi Anggaran MBG Infografis Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125% Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *