Merger Subholding Pertamina Perkuat Kinerja Distribusi Energi Nasional login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Energi Merger Subholding Pertamina Perkuat Kinerja Distribusi Energi Nasional CNN Indonesia Rabu, 11 Mar 2026 20:57 WIB Bagikan: url telah tercopy Merger subholding downstream pertamina dinilai bisa membawa banyak manfaat. Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Daftar Isi Merger subholding downstream Stok dan distriubusi BBM aman Perbaikan tata kelola Jakarta, CNN Indonesia — Pengamat Energi yang juga Direktur Eksekutif Reform Mineral Institute Komaidi Notonegoro merespons positif langkah PT Pertamina (Persero) menggabungkan 3 anak usaha; PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi subholding downstream.Ia menyebut langkah besar itu bisa menciptakan banyak manfaat. Setidaknya, ada sejumlah manfaat yang ia catat. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :Jaga Pasokan Energi, Pertamina Perkuat Monitoring lewat Digital HubDengan adanya merger ini koordinasi operasional yang lebih cepat. Ia berharap merger membuat seluruh fungsi bisnis berada dalam satu struktur sehingga koordinasi dapat dilakukan lebih cepat.”Sekarang sudah digabung, ini on use semua. Artinya sudah tidak ada transaksi antar lembaga karena sudah satu rumah,” jelas Komaidi.Menurutnya, penyederhanaan koordinasi tersebut menjadi salah satu kunci efisiensi dalam bisnis energi.Selanjutnya pemanfaatan infrastruktur yang makin optimal.Komaidi mengatakan penggabungan perusahaan berpotensi membuat infrastruktur yang dimiliki masing-masing unit dapat digunakan secara langsung tanpa mekanisme kontrak bisnis.Contohnya penggunaan kapal pengangkut energi yang sebelumnya harus melalui kesepakatan bisnis antar perusahaan.”Kalau dulu Patra Niaga mau pakai shipping tergantung ketersediaan kapalnya. Sekarang karena sudah satu bagian, ketika butuh tinggal pakai,” terangnya.Lihat Juga :Catatan Analis hingga DPR Atas Merger 3 Anak Usaha PertaminaSelanjutnya produksi dan distribusi energi yang makin fleksibel.Komaidi mengatakan merger seharusnya bisa membuat proses produksi bahan bakar lebih fleksibel. Jika kebutuhan bahan bakar tertentu meningkat, unit distribusi dapat langsung berkoordinasi dengan kilang untuk menyesuaikan produksi.”Kalau Patra Niaga perlu produk tertentu, misalnya kebutuhan Pertamax meningkat, mereka tinggal order ke bagian kilang,” imbuh Komaidi.Selain ktu potensi perbaikan pasokan energi nasional.Komaidi menilai integrasi bisnis hilir berpotensi memperkuat kemampuan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan permintaan seperti pada periode Ramadan dan Idulfitri.Ia menyebut salah satu indikator keberhasilan merger dapat dilihat dari kemampuan menjaga pasokan energi di berbagai wilayah Indonesia.”Indikatornya salah satunya keberhasilan Satgas Ramadan dan Idulfitri menjaga ketersediaan BBM di Trans Jawa, Trans Sumatra, Trans Kalimantan maupun Indonesia Timur,” ujarnya.Merger subholding downstreamPertamina resmi memerger tiga anak usahanya menjadi subholding downstream awal Februari lalu.PPN ditetapkan sebagai entitas penerima penggabungan.Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan.”Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan, Kamis (5/2).Melalui subholding downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat.Salah satunya, pada Lebaran 2026 ini.Lihat Juga :Pertamina Tegaskan Stok BBM Tak Akan Habis Meski Cadangan 21 HariUntuk menjaga layanan ke masyarakat selama Lebaran 2026, Pertamina menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran pasokan energi selama Lebaran 2026.Satgas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sumber energi selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H.Pertamina memprediksi, puncak arus mudik tahap I pada Lebaran Tahun ini terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026. Sementara puncak mudik kedua terjadi pada 18 sampai dengan 19 Maret 2026.Untuk arus balik, Pertamina memprediksi puncak tahap pertama terjadi pada 14 sampai dengan 25 Maret 2026. Sementara itu, puncak mudik kedua terjadi pada 28 sampai dengan 29 Maret 2026.Stok dan distriubusi BBM amanBerkaitan dengan Lebaran 2026 itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan pihaknya sudah memprediksi permintaan BBM akan naik 12 persen selama periode tersebut.Tak hanya BBM, pihaknya juga memprediksi permintaan LPG naik 4 persen, avtur 2,8 persen dan kerosene 4,2 persen.Untuk mengantisipasi lonjakan itu, selain menyiagakan Satgas Rafi 2026, pihaknya juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 agen LPG,757 SPBE dan 223 agen minyak tanah.Selain itu, guna memastikan layanan terhadap masyarakat selama Lebaran, Pertamina juga menyiagakan layanan pendukung di jalur potensial, seperti; tol, wisata, jalur lalu lintas utama berupa; SPBU 24 jam sebanyak 2.074 unit, agen LPG siaga sebanyak 6.300 unit, 96 unit layanan modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina. SIaga di 64 titik lokasi, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by 200 unit dan 41 unit Serambi MyPertamina.Selain itu, demi mengantisipasi terjadinya bencana, Pertamina juga mempersiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana di masing-masing regional.Perbaikan tata kelolaMeskipun mendapat respons positif, sejumlah kalangan memberikan catatan kepada Pertamina terkait merger tersebut.Catatan paling utama terkait komitmen untuk melakukan perbaikan tata kelola, transparansi dan disiplin operasional.Ekonom Indef Abra Talattov mengatakan catatan ia berikan karena selama ini sering kali merger yang dilakukan oleh perusahaan tidak menghasilkan efisiensi dan perbaikan.Karenanya ia berharap p
Related Posts
Misbakhun Ramal Kinerja Danantara Turun Usai Groundbreaking 18 Proyek
Misbakhun Ramal Kinerja Danantara Turun Usai Groundbreaking 18 Proyek
APBN Defisit Rp54,6 T, HIPMI Minta Fondasi Fiskal Diperkuat
APBN Defisit Rp54,6 T, HIPMI Minta Fondasi Fiskal Diperkuat
BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan
BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan
