Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya Scan this QR or download app from: @Username Username Kelengkapan data diri 0% Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri AndaDisini Dashboard Log out Log in Home News Economics Market News Technology Banking Syariah ESG Zone Lainnya TV IDX Live Milenomic Inspirator Infografis Foto Video Ecotainment Economia Calendar Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat Regulasi IDXC LIVE More news: Lihat Data Pasar Advertisement IDX Channel Economics Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya Economics Nia Deviyana 21/02/2026 19:30 WIB Dalam kesepakatan tersebut, disepakati tarif sebesar 19 persen dan untuk 1.819 produk Indonesia yang masuk ke pasar AS mendapat tarif 0 persen. Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya. Foto: iNews Media Group. A A A IDXChannel – Penandatanganan perjanjian tarif antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka babak baru dalam hubungan dagang kedua negara. Dalam kesepakatan tersebut, disepakati tarif sebesar 19 persen dan untuk 1.819 produk Indonesia yang masuk ke pasar AS mendapat pengecualian dengan tarif 0 persen. Baca Juga: Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS Produk-produk yang mendapatkan tarif nol persen mencakup komoditas unggulan seperti minyak sawit mentah (CPO), kopi, kakao, rempah-rempah, karet, hingga berbagai komponen elektronik termasuk semikonduktor dan komponen pesawat terbang. AS juga memberikan fasilitas tarif nol persen melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ) untuk produk tekstil dan apparel Indonesia. Baca Juga: Dibatalkan Mahkamah Agung, Trump Berlakukan Skema Tarif Global 10 Persen Menanggapi hal ini, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyebut bahwa sejumlah industri yang selama ini menyerap banyak tenaga kerja akan merasakan dampak positif secara langsung. “Dari sektor padat karya seperti tekstil, elektronik, coklat, kopi, CPO, furnitur, karet, sepatu dan lain-lain, banyak yang mendapatkan tarif nol persen. Ini berpotensi meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja, minimal mempertahankannya,” ujar Wijayanto, Sabtu (21/2/2026). Baca Juga: Kanada dan Meksiko Terhindar dari Tarif Global 10 Persen Menurutnya, peluang pembukaan lapangan kerja baru cukup terbuka, terutama di sektor manufaktur berorientasi ekspor. Peningkatan permintaan dari pasar AS berpotensi mendorong ekspansi produksi, yang pada gilirannya membutuhkan tambahan tenaga kerja. Di tengah tantangan perlambatan ekonomi global, insentif tarif ini dapat menjadi penopang penting bagi industri dalam negeri. Namun demikian, Wijayanto mengingatkan bahwa daya saing Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kesepakatan bilateral dengan AS. Faktor tarif yang dikenakan kepada negara-negara pesaing juga sangat menentukan. “Ekspor kita sangat dipengaruhi oleh tarif yang dikenakan kepada negara-negara yang menjadi kompetitor kita, khususnya Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Bangladesh. Hingga saat ini belum jelas skema seperti apa yang mereka terima. Dugaan saya, untuk Vietnam, Thailand dan Malaysia, angkanya tidak akan berbeda jauh dari kita,” kata dia. Artinya, kata dia, meskipun Indonesia memperoleh fasilitas tarif yang kompetitif, persaingan di pasar Amerika Serikat tetap akan ketat. Keunggulan tarif harus diiringi dengan peningkatan efisiensi, kualitas produk, serta kepastian pasokan agar peluang ekspor benar-benar dapat dimaksimalkan. Halaman : 1 2 Your browser does not support the audio tag. LISTEN SHARE Follow Saluran Whatsapp IDX Channel untuk Update Berita Ekonomi Follow Follow Berita IDX Channel di Google News TAG: Hubungan Dagang Amerika Serikat Indonesia Menciptakan lapangan kerja Tim Editor Nia Deviyana Reporter Nia Deviyana Editor Berita Rekomendasi Produk AS Kini Lebih Mudah Masuk RI, Aturan Halal Dilonggarkan Berita Terkait Selain Mineral Kritis, RI Buka Peluang Kerja Sama Pengembangan Nuklir dengan AS 20/02/2026 21:36 WIB RI Dapat Tarif Nol Persen untuk Produk Tekstil ke AS, Beri Manfaat 4 Juta Pekerja 20/02/2026 11:40 WIB Perkuat Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Prabowo: Kami Butuh Mitra untuk Industrialisasi 19/02/2026 14:45 WIB Prabowo Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Sita 4 Juta Hektare Lahan saat Pidato di Amerika Serikat 19/02/2026 13:40 WIB Prabowo Saksikan 11 MoU Indonesia-AS Senilai USD38,4 Miliar, Berikut Daftarnya 19/02/2026 12:58 WIB Ekonom Nilai Perjanjian Tarif Resiprokal Indonesia-AS Jadi Momentum Emas Transformasi Industri 19/02/2026 11:33 WIB Berita Lainnya Bertemu 12 Pengusaha AS, Prabowo: Mereka Positif Terhadap Ekonomi Kita 22/02/2026 04:00 WIB Komisi VIII DPR Soroti Pelonggaran Sertifikat Halal Produk AS, Minta Dikaji Ulang 22/02/2026 03:01 WIB Putusan Mahkamah Agung dan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian di Asia 22/02/2026 01:00 WIB Respons Prabowo soal Tarif Trump Jadi 10 Persen: Saya Kira Menguntungkan 22/02/2026 00:00 WIB Prabowo Beberkan Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Agenda BoP 21/02/2026 23:31 WIB Industri Kaca Minta Impor Mobil Pick Up dari India Dikaji Ulang, Ingatkan Dampaknya 21/02/2026 23:00 WIB Advertisement Advertisement Populer Berita Utama Prabowo Temui 12 CEO Global Kelola Aset USD15 Triliun, Dorong Investasi RI Kesepakatan Dagang RI-AS Deal, Proyek Semikonduktor USD4,9 Miliar Jadi Sorotan Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Resiprokal Trump, Indonesia Berpotensi Diuntungkan Produk AS Kini Lebih Mudah Masuk RI, Aturan Halal Dilonggarkan Fresh Graduate Lega, Pajak Uang Saku (PPh 21) Magang Nasional Dibayar Negara Bertemu 12 Pengusaha AS, Prabowo: Mereka Positif Terhadap Ekonomi Kita Komisi VIII DPR Soroti Pelonggaran Sertifikat Halal Produk AS, Minta Dikaji Ulang Industri Kaca Minta Impor Mobil Pick Up dari India Dikaji Ulang, Ingatkan Dampaknya WSBP Raih Kontrak Pembangunan Laboratorium Teknologi Terintegrasi Universitas Udayana Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya Download Aplikasi IDX Channel Network Okezone Sindonews iNews MNC Trijaya Booking Hotel RCTI+ VISION+ Company Profile Tentang Kami Redaksi Disclaimer Kontak Kami Pedoman Media Siber Privacy Policy © 2026 IDX Channel. All Rights Reserved.10.30.147.33
Perjanjian Tarif RI-AS Dinilai Bisa Tingkatkan Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya
