Robert Pera, Cabut dari Apple Kini Jadi Konglomerat Berharta Rp613 T login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis TAIPAN Robert Pera, Cabut dari Apple Kini Jadi Konglomerat Berharta Rp613 T CNN Indonesia Minggu, 01 Mar 2026 12:30 WIB Bagikan: url telah tercopy Robert Pera merupakan salah satu orang terkaya di AS. Total harta pendiri perusahaan teknologi Ubiquiti Networks ini mencapai Rp613,29 triliun. (CNN Indonesia/ Firly Ariady). Jakarta, CNN Indonesia — Robert Pera merupakan salah satu orang terkaya di Amerika Serikat (AS). Pundi-pundi hartanya menumpuk setelah ia mendirikan pabrikan produk nirkabel (wireless), Ubiquiti Networks.Berdasarkan data Forbes, Minggu (1/3), kekayaan Pera mencapai US$36,5 miliar atau sekitar Rp613,29 triliun (asumsi kurs Rp16.802,45 per dolar AS). Majalah bisnis internasional itu pun menempatkan Pera pada peringkat ke-57 orang terkaya di dunia.Lantas bagaimana cara Pera meraih kesuksesannya? Berikut kisahnya. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Robert J Pera lahir di San Carlos, California, AS pada 10 Maret 1978. Ia dibesarkan oleh orang tua yang sukses di bidangnya masing-masing. Ayahnya adalah mantan CEO perusahaan makanan beku Italia, Armanino Foods, sebelum fokus menjadi konsultan.Lihat Juga :TAIPANShu Ping, Wanita Terkaya Singapura Berharta Rp40,4 T di Balik Haidilao Sementara, ibunya berkarir di bidang humas dan belasan tahun menjabat sebagai CEO Association for Corporate Growth (ACG) Silicon Valley.Mengutip Bloomberg, sejak kecil Pera menggemari video gim, termasuk Nintendo yang biasanya dirilis lebih awal di Jepang. Saat liburan ke Tokyo, Pera melihat teknologi telekomunikasi yang dipakai Negeri Sakura telah lebih maju dibandingkan AS.Ketika SMA, Pera mendirikan bisnis pertamanya. Layaknya anak yang tinggal di dekat kawasan Silicon Valley, usaha pertamanya itu tak jauh-jauh dari komputer, yakni penyedia jaringan dan database untuk bisnis lokal.Di waktu senggang, Pera menghabiskan waktunya dengan bermain basket. Namun, karena ia memiliki jantung yang bermasalah, ia harus mengurangi kegemarannya itu. Bahkan, ia sempat cuti sekolah selama setahun.Lihat Juga :Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Beli Lukisan SBY Rp6,5 MSetelah lulus SMA, Pera memutuskan untuk kuliah di University of California di San Diego dengan mengambil dua jurusan yakni teknik kelistrikan dan bahasa Jepang. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar masterdi bidang teknik.Pada 2002, Pera bekerja di Apple, perusahaan yang didirikan oleh idolanya, Steve Jobs. Salah satu tugasnya kala itu adalah mengetes salah satu peralatan nirkabel perusahaan apakah memenuhi ketentuan Komisi Komunikasi Federal AS atau tidak.Hasilnya, ia menemukan bahwa sinyal yang ditransmisikan oleh peralatan yang digunakan Apple jauh di bawah batas FCC. Padahal, jika kekuatan ditambah, jangkauan sinyal peralatan perusahaan itu bisa meluas hingga belasan kilometer. Dengan demikian, perusahaan juga bisa menyediakan internet ke wilayah yang belum terjangkau telepon maupun kabel jaringan.Sayangnya, atasannya tak mendengarkan masukan Pera. Beruntung, Pera tak patah semangat. Ia terus mencoba untuk bisa menciptakan produk pemancar sinyal nirkabel yang biayanya murah tetapi bisa menjangkau lebih banyak perangkat.Lihat Juga :TAIPANJuan Carlos Escotet, Raja Bank Venezuela Berhasil Tembus Pasar Eropa”Apple merupakan perusahaan yang bagus, tapi saya sadar bahwa saya ingin lebih sukses lebih cepat,” ujar Pera dalam salah satu wawancaranya dengan Forbes pada 2012 lalu.Kegigihannya berbuah manis. Berbekal uang tabungannya senilai US$30 ribu kala itu, ia memutuskan untuk keluar dari Apple untuk membangun bisnisnya sendiri, Ubiquiti Networks.Produk awal Ubiquiti adalah pemancar sinyal nirkabel yang bisa menjangkau pelanggan di tempat terpencil. Tak disangka, teknologinya sukses di pasar. Setelah itu perusahaan melebarkan sayap dengan memproduksi peralatan jaringan hingga kamera keamanan.Pada 2011, Pera membawa Ubiquiti Network melantai di bursa saham. Langkah itu membuat Pera menjadi salah satu konglomerat termuda di dunia versi Forbes mengingat 93 persen saham perusahaan dimiliki olehnya.Tahun lalu, Ubiquiti meraup total pendapatan US$2,97 miliar (sekitar Rp49,9 triliun) meningkat 38,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Konglomerat Robert Pera juga dikenal di kalangan pecinta basket sebagai pemilik Klub Memphis Grizzlies. (Brad Barket/Getty Images/AFP)Pemilik Klub BasketSosok Pera juga dikenal di kalangan pecinta basket. Ia diketahui membeli klub basket NBA Memphis Grizzlies senilai US$360 juta pada Oktober 2012 lalu.Pera berkomitmen untuk menjadikan Memphis Grizzlies menjadi salah satu klub basket terbaik di dunia.Terbukti, setelah dimiliki Pera, klub basket berhasil menjadi tim yang langganan masuk babak playoff.[Gambas:Video CNN] (bac) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT robert pera taipan cnn indonesia taipan konglomerat orang terkaya amerika serikat ARTIKEL TERKAIT INDEF: Pajak Netflix Cs Rawan Batal, Deal RI-AS Tekan Media dan APBN Deal Dagang RI-AS Dinilai Jomplang, AS Menang Telak Panel Surya RI Digetok Trump Tarif hingga 143 Persen, Ini Kata Mendag Danantara Bongkar Sumber Dana Garuda Borong 50 Pesawat Boeing Mendag Jamin Impor Baju Cacah AS Tak Ganggu Industri Tekstil RI Trump Getok Tarif Impor Panel Surya Indonesia 104 Persen REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Daniel Radcliffe Ungkap Obrolan Trio Harry Potter soal Serial Reboot
Daniel Radcliffe Ungkap Obrolan Trio Harry Potter soal Serial Reboot
Scream 7 Akhirnya Bikin Courteney Cox Takut ke Kamar Mandi
Scream 7 Akhirnya Bikin Courteney Cox Takut ke Kamar Mandi
Jangkau Basis Penggemar di Indonesia, BRI Luncurkan BRI Debit FC Barcelona dalam BRI Barca Week 2026
Jangkau Basis Penggemar di Indonesia, BRI Luncurkan BRI Debit FC Barcelona dalam BRI Barca Week 2026
