Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Bursa Finansial Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya Anggie Ariesta Rabu, 25 Februari 2026 – 18:33 WIBloading… Diterpa beragam sentimen domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026) naik 29 poin atau sekitar 0,17% ke level Rp16.800 per dolar AS. Foto/Dok A A A JAKARTA – Diterpa beragam sentimen domestik, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (25/2/2026) naik 29 poin atau sekitar 0,17% ke level Rp16.800 per dolar AS. Moody’s Ratings (Moody’s) telah memberikan peringkat Baa2 terhadap obligasi berdenominasi yuan offshore China dan Euro yang diterbitkan pemerintah Indonesia dengan mekanisme shelf registration (obligasi berkelanjutan) senilai USD10 miliar.”Secara fundamental, Moody’s masih menilai Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang memadai. Dukungan dari kekayaan sumber daya alam serta struktur demografi yang relatif menguntungkan menjadi bantalan pertumbuhan jangka menengah,” kata Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi.Moody’s memperkirakan pertumbuhan ekonomi riil Indonesia akan bertahan di kisaran 5% dalam beberapa tahun ke depan, dengan defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam kerangka makro konvensional, ini merupakan indikator stabilitas yang selama dua dekade terakhir menopang kepercayaan investor terhadap surat utang pemerintah Indonesia.Baca Juga: Rupiah Keok di Rp16.829/USD saat Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun Namun stabilitas tersebut saat ini tengah dibayangi oleh meningkatnya ketidakpastian dalam proses perumusan kebijakan. Moody’s secara eksplisit mencatat bahwa prediktabilitas dan koherensi kebijakan telah melemah dalam setahun terakhir, kemudian juga diperparah oleh komunikasi kebijakan yang kurang efektif. Kombinasi ini berkontribusi pada meningkatnya volatilitas di pasar ekuitas dan valuta asing. Halaman :123 Lihat Juga : Rupiah Keok di Rp16.829/USD saat Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun Kekacauan Tarif Trump, Dolar AS Babak Belur di Pasar Asia Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! rupiah kurs rupiah nilai tukar rupiah dolar amerika serikat usd Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Rupiah Keok di Rp16.829/USD saat Pemerintah Tarik Utang Baru Rp127,3 Triliun Kekacauan Tarif Trump, Dolar AS Babak Belur di Pasar Asia Rupiah Menguat Jelang Akhir Pekan, Dolar AS Turun ke Rp16.888 Bos BI Akui Rupiah Harusnya Tak Selemah Ini, Apa Penyebabnya? Gebrakan Baru BRICS: Integrasikan Mata Uang Digital, Bye-bye Dolar AS? Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS Ambruknya Rupiah dan Lonceng Chaos Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham Ribuan Lembar Dolar Palsu Disita Polisi Menjelang Nataru, 2 Orang Dibekuk Rekomendasi Kronologi Pengungkapan Penyelundupan 4.080 Butir Ekstasi dari Luxembourg UICI dan Kemendukbangga Sosialisasikan Beasiswa S1 untuk 100 Pengasuh TPA/TAMASYA Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak Selengkapnya Presiden Prabowo Tiba di Istana Basman, Disambut Raja Abdullah…. Cerita Ilmuwan RI 21 Tahun di Jepang yang Bangga Paspor Indonesia CIA Rekrut Informan Iran Besar-besaran Berita Terkini Selengkapnya Kota Kertabumi Lanjutkan Pengembangan Kawasan Eksklusif Tahap 2 Dorong Energi Bersih, Pertamina Patra Niaga Beri Promo Pertamax Green 95 dan SPKLU Tiap Rabu Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp16.800 per Dolar AS, Ini Faktornya Menaker Singgung Soal PHK Massal Buruh Pabrik Mie Sedaap: Nanti Kita Update Dilema Larangan Usia Medsos: Menyeimbangkan Perlindungan Anak dan Masa Depan Investasi Digital Mudik Gratis Kemenhub Buka Pendaftaran 1 Maret 2026, Berikut List Kota Tujuannya Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Klarifikasi Dirut Agrinas soal Impor 105.000 Pikap India: Produsen Lokal Tak Sanggup, Harga Mahal 2 Dirut Agrinas Balas Desakan Dasco: Impor 105.000 Unit Pikap India Sudah DP 30% 3 Respons Isu Mie Sedaap PHK Massal, Dasco: Seharusnya Tidak saat Puasa dan Lebaran 4 Agrinas Klaim Efisiensi Rp46,5 T dari Impor 105.000 Mobil Pikap India untuk Kopdes 5 Said Iqbal Ungkap Potensi PHK di Balik Impor 105 Ribu Pikap India Infografis Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *