Shu Ping, Wanita Terkaya Singapura Berharta Rp40,4 T di Balik Haidilao login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis TAIPAN Shu Ping, Wanita Terkaya Singapura Berharta Rp40,4 T di Balik Haidilao Putri Kartika Utami | CNN Indonesia Minggu, 22 Feb 2026 10:40 WIB Bagikan: url telah tercopy 1. Shu Ping, Wanita Terkaya Singapura Berharta Rp40,4 T di Balik Haidilao 2. Terpukul Pandemi Covid-19 Shu Ping merupakan salah satu pendiri Haidilao, jaringan resto hot pot global dengan ciri khas kuah pedas Shicuan, China. Hartanya diprediksi tembus Rp40,4 triliun. (Foto: REUTERS/Bobby Yip) Jakarta, CNN Indonesia — Ungkapan klasik ‘Di bi balik pria hebat, ada dukungan kuat perempuan’ rasanya tak cukup menggambarkan peran Shu Phing di balik kesuksesan suaminya, Zhang Yong, menjadi salah satu orang terkaya Singapura.Forbes memperkirakan kekayaan Ping tembus US$2,4 miliar atau setara Rp40,4 triliun (kurs Rp16.862). Limpahan harta tersebut menjadikannya sebagai wanita terkaya di Singapura.Suaminya, Zhang Yong diprediksi memiliki kekayaan bersih US$6,2 miliar atau setara Rp104,5 triliun dan berada di peringkat 6 orang terkaya Singapura. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Ping tak sekadar memberi dukungan untuk Yong, tetapi ikut turun langsung membidani kelahiran Haidilao International Holding, jaringan restoran hot pot khas China.Lihat Juga :TAIPANAlain Bouchard, Konglomerat ‘Minimarket’ Kanada Berharta Rp134,6 T Haidilao memiliki hampir 1.400 restoran di wilayah China, Hong Kong, Macau dan Taiwan. Jumlah itu belum termasuk jumlah outlet di negara lain. Di Indonesia saja, ada 12 gerai yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, dan Tangerang.Haidilio didirikan pasangan Ping dan Yong bersama dua rekan pada 1994. Kini, Yong masih menjabat chairman perusahaan. Perusahaan ini dikenal dengan hidangan kuah pedas khas Shicuan, daerah tempat Yong lahir.Modal awal Haidilao cuma 8.000 yuan, yang kalau dirupiah sekitar Rp19 juta (asumsi kurs Rp2.400).Di awal buka, Haidilio hanya sebuah kedai hotpot kecil dengan empat meja bagi pelanggan. Kedai ini menghidangkan kuah pedas mendidih, dengan irisan tipis daging, mi, makanan laut, jamur, tahu, dan berbagai sayuran sebagai pelengkap.Di Haidilao, kompor dipasang di setiap meja agar kuah tetap mendidih. Pelanggan mendapat panci dengan dua kompartemen. Satu sisi panci berisi kuah jamur atau ayam yang rasanya lebih ringan, sementara sisi lainnya dibumbui lada Sichuan bagi penikmat kuliner pedas.Lihat Juga :TAIPANJuan Carlos Escotet, Raja Bank Venezuela Berhasil Tembus Pasar EropaPara pelanggan kembali datang karena cita rasa tersebut. Keistimewaan lain yang benar-benar jadi pembeda adalah layanan bagi pelanggan. Konsumen dapat fasilitas manikur dan pijat baru gratis sambil menunggu hidangan datang.Mereka juga diberi handuk hangat lembap dan celemek untuk melindungi pakaian. Perlakuan spesial lainnya, pelanggan yang makan sendirian terkadang diberi boneka teddy bear sebagai teman.”Itu adalah kunci yang membuat restoran kecil pertamanya berjalan. Layanan sudah menjadi inti sejak awal,” kata F. Warren McFarlan, Profesor Emeritus di Harvard Business School, yang ikut menulis studi kasus Haidilao pada 2011, dikutip Bloomberg.Layanan istimewa itu nampaknya berangkat dari pengalaman Yong muda. Ia lahir dari keluarga miskin, bahkan tidak tamat SMA. Pada usia 19 tahun, ia akhirnya bisa makan di restoran untuk pertama kali, saat bekerja sebagai tukang las di pabrik traktor milik negara di Jianyang, Shichuan.Antusiasme pengalaman pertama makan di luar rumah itu malah berkesan buruk. Pelayan berlaku kasar, rasa kuah hot pot juga payah.Lihat Juga :TAIPANZhou Qunfei, Eks Buruh Pabrik Jadi Ratu LCD Ponsel Berharta Rp290,4 TPada 1994, ia resign karena berselisih paham dengan kantornya, lalu membuka kedai hot pot Shu Ping yang dulu masih berstatus tunangannya, serta dua teman.Cita rasa dan layanan prima, rupanya dua hal itu membuat Haidilao menjelma dari kedai kecil di Shicuan menjadi jaringan raksasa yang menjangkau berbagai negara, termasuk Indonesia. Manajemen memutuskan pemisahan (spin off) bisnis luar negerinya dari Haidilao International Holding. Mereka membentuk Super Hi untuk mengurusi bisnis Haidilao di pasar internasional.Pada 2020, Super Hi sukses melantai di bursa Hong Kong. Tiga tahun kemudian, Ping ditunjuk sebagai chairman Super Hi hingga sekarang.Selain menjadi nahkoda utama Super Hi, Ping juga menjabat anggota dewan direksi di Sichuan Haidilao Catering Co Ltd (2014-sekarang) dan anggota dewan direksi Yihai International Holding Ltd (2018-sekarang).Sichuan Haidilao Catering Co Ltd merupakan perusahaan operasional jaringan Haidilao di China, yang menjadi inti awal bisnis. Sedangkan Yihai International Holding Ltd adalah perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan bumbu, saus, dan bahan makanan untuk jaringan hotpot Haidilao, juga produk bumbu dan saus yang dijual untuk umum.Baik Super Hi, Yihai maupun Sichuan Haidilao Catering dinaungi Haidilao International Holding Ltd.[Gambas:Photo CNN]Berbagai jabatan itu mencerminkan kelihaian Ping dalam merancang strategi dan mengelola bisnis. Di Super HI misalnya, ia bertanggung jawab memimpin perusahaan dalam strategi dan perencanaan pengembangan internasionalisasi serta globalisasi.Ping menyelesaikan program Master of Business Administration (MBA) dan program MBA Keuangan yang diselenggarakan bersama oleh Cheung Kong Graduate School of Business dan beberapa institusi lainnya pada November 2015.Ia juga menyelesaikan program Executive Master of Business Administration (EMBA) yang diselenggarakan oleh Shanghai Jiao Tong University dan Nanyang Technological University pada Juli 2016.Pada September 2022, Ping menyelesaikan program doktor (Ph.D) di bidang keuangan terapan dengan spesialisasi manajemen kekayaan di University of Geneva.Ia dan suaminya sama-sama berasal dari China, tetapi pindah ke Singapura dan memutuskan menjadi warga negara Singapura pada 2018.Lihat Juga :TAIPANEdwin Chen, Eks Karyawan Google Jadi Konglomerat AI Berharta Rp301,9 TPada 2020, Haidilao International Holding Ltd. membuka family office di Singapura untuk membantu mengelola kekayaannya: Sunrise Capital Management Ltd.Family office adalah perusahaan yang dibentuk untuk mengelola keuangan, terkadang sekaligus mengurus berbagai aspek kehidupan orang-orang superkaya dunia duni
Related Posts
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus untuk Selesaikan Masalah Penonaktifan BPJS-PBI
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Khusus untuk Selesaikan Masalah Penonaktifan BPJS-PBI
Seminar Konstruksi KAMAJAYA, Soroti Optimalisasi Pengoperasian Infrastruktur
Seminar Konstruksi KAMAJAYA, Soroti Optimalisasi Pengoperasian Infrastruktur
Sinopsis Serial Animasi Fast dan Furious Spy Racers di Trans TV
Sinopsis Serial Animasi Fast dan Furious Spy Racers di Trans TV
