Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian Rohman Wibowo Minggu, 22 Februari 2026 – 21:48 WIBloading… Asosiasi Pengusaha Indonesia menekankan dunia usaha masih mencermati perkembangan perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait negosiasi tarif Trump. Foto/Dok A A A JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Indonesia ( APINDO ) menginginkan pemerintah terus memonitoring dinamika kebijakan tarif dagang oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sebab perubahan keputusan tarif dagang seusai keputusan Supreme Court AS bakal setidaknya memengaruhi neraca perdagangan internasional kedua belah negara.”Kepastian hukum adalah the real low-cost capital bagi dunia usaha. Karena itu, kami mendukung pendekatan pemerintah yang terus memonitor perkembangan dan menjaga komunikasi bilateral agar tidak terjadi vacuum of clarity yang dapat mengganggu perencanaan perdagangan dan investasi,” kata Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, Minggu (22/2/2026).Sanny menekankan soal dunia usaha kini masih mencermati secara seksama perkembangan, dan belum dapat menarik perhitungan final mengenai dampaknya. Perubahan konfigurasi tarif tentu berpotensi memengaruhi struktur biaya dan daya saing ekspor. Akan tetapi, yang menjadi perhatian utama adalah kejelasan scope of product, mekanisme implementasi, serta keberlanjutan kebijakan tersebut ke depan.Baca Juga: MA AS Putuskan Tarif Dagang 10%, Seskab Teddy Sebut Sudah Sedia Payung Sebelum Hujan “Dalam kondisi seperti ini, pelaku usaha cenderung mengambil pendekatan wait and assess sambil melakukan penyesuaian skenario bisnis secara hati-hati, serta berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah,” kata dia.”Perencanaan tahun berjalan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi pasar, serta penguatan efisiensi internal, sembari menunggu kepastian arah kebijakan dan perkembangan selanjutnya,” imbuhnya. Halaman :12 Lihat Juga : Indonesia Impor Pakaian Bebas dari AS Buntut Nego Tarif Trump, Begini Faktanya Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! dunia usaha apindo tarif trump tarif resiprokal trump negosiasi tarif Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Indonesia Impor Pakaian Bebas dari AS Buntut Nego Tarif Trump, Begini Faktanya Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton MA AS Putuskan Tarif Dagang 10%, Seskab Teddy Sebut Sudah Sedia Payung Sebelum Hujan Tarif Trump Dibatalkan MA AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan Bahlil Buka Suara Soal Kesepakatan Akses Mineral Kritis dengan AS, Bagaimana Hilirisasi? Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Gimana Nasib Perjanjian Dagang dengan Indonesia? Perjanjian Reciprocal Trade: Jebakan Diplomasi dan Ancaman Total Kedaulatan Indonesia Trump Berubah Lagi, Tiba-tiba Naikkan Tarif Global dari 10 Jadi 15% Index Politica Sarankan Pemerintah Indonesia Tinjau Ulang Perjanjian Dagang dengan AS Rekomendasi PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Slamet Ariyadi, PB IKA PMII Kubu Fathan Subchi Ajukan Kasasi Satgas Ops Damai Cartenz Buru Penyerang Pos Pengamanan di Nabire yang Tewaskan 2 Orang GWM Akui Mobil China Terlihat Kuat dari Luar Namun di dalamnya …. Selengkapnya RUU Perampasan Aset Perkuat Regulasi Pemberantasan Korupsi 1,58 Juta Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Ludes Terjual Polda Metro Jaya Mutasi 175 Personel, Ada Kapolsek Digeser Berita Terkini Selengkapnya Impor 105.000 Kendaraan Kopdes Merah Putih, Dirut Agrinas: Mobil Pikap 4×4 India Lebih Murah Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian Catat! Kuota Penukaran Uang Baru Lebaran Tahap Kedua Ditambah, Jadwal Diperpanjang Prabowo-Trump Teken Kesepakatan, Ayam hingga Jagung AS Bakal Masuk RI Indonesia Impor Pakaian Bebas dari AS Buntut Nego Tarif Trump, Begini Faktanya Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Inilah Dirut Agrinas yang Memutuskan Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih 2 Uang Saku Peserta Magang Nasional Utuh, Pajak Ditanggung Negara 3 Presiden Didesak Batalkan Impor 105.000 Pikap Kopdes Merah Putih, Kadin: Membunuh Industri Otomotif 4 Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS 5 Danantara Siap Suntik Modal ke Manajer Investasi Global, Ini Tujuannya Infografis Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026 Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved
Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian
