Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS

Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS   Get SindoNews App Baca berita lebih mudah Scan QR Code untuk download aplikasi: Log in     Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks Home Makro Bursa Finansial Sektor Riil Indeks   Log in     Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks Today’s HI-LITE More SindoScope More Live TV RCTI GTV MNC TV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin Home Sektor Riil Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS Iqbal Dwi Purnama Sabtu, 21 Februari 2026 – 19:37 WIBloading… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual dari Amerika Serikat, Jumat malam (20/2/2026). FOTO/Tangkapan Layar/Youtube A A A JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan mempercepat implementasi program mandatori pencampuran bioetanol dalam bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Program ini akan dimulai dari campuran 5% (E5) pada 2028, meningkat menjadi E10 pada 2030, hingga menuju E20 sesuai kesiapan nasional.”Tujuannya sebenarnya adalah bagaimana menciptakan peluang usaha baru di Indonesia. Namun sampai produksi kita bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ruang untuk melakukan impor boleh saja, termasuk dari Amerika,” ujar Bahlil dalam konferensi pers virtual dari Amerika Serikat, dikutip, Sabtu (21/2/2026).Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga membuka peluang usaha baru di dalam negeri, terutama bagi sektor pertanian dan industri pengolahan bahan baku bioetanol. Komoditas seperti tebu, singkong, dan jagung dinilai memiliki potensi besar untuk menopang pengembangan industri ini.Baca Juga: Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini Meski demikian, ia mengakui kapasitas produksi bioetanol nasional saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan mandatori yang akan meningkat secara bertahap. Karena itu, pemerintah membuka opsi impor etanol sebagai solusi sementara hingga produksi dalam negeri mampu menutup kebutuhan domestik.Menurut dia, langkah impor akan dilakukan secara terukur dan proporsional sesuai kebutuhan. Di saat yang sama, pemerintah menyiapkan strategi peningkatan kapasitas produksi nasional agar industri bioetanol dapat tumbuh berkelanjutan dan tidak bergantung pada pasokan luar negeri dalam jangka panjang. Halaman :12 Lihat Juga : Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Gimana Nasib Perjanjian Dagang dengan Indonesia? Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63% Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga! bahlil lahadalia etanol amerika serikat bbm mandatori biodiesel Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkait Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Gimana Nasib Perjanjian Dagang dengan Indonesia? Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63% Pertamina Pastikan Impor Energi Rp253 Triliun dari AS Melalui Tender Terbuka Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini Pertamina Patra Niaga Teken Kesepakatan Pasokan BBM dan LPG di AS Pembangkit Captive Dominasi Sektor Industri, Muncul Risiko Ini Soal Tarif Trump Jadi 10%, Presiden Prabowo: Saya Kira Menguntungkan Presiden Prabowo Beberkan Isi Pertemuan 30 Menit dengan Donald Trump di Sela BoP Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa Rekomendasi Jadwal Salat dan Imsakiyah Semarang Hari Ini, 4 Ramadan 1447 H Wakil Ketua Komisi I: Kesepakatan Dagang Amerika-Indonesia Perkuat Hubungan Kedua Bangsa Operasi Damai Cartenz Tangkap 28 Orang di Yahukimo, 9 Ditetapkan Tersangka Selengkapnya 1,58 Juta Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Ludes Terjual Polda Metro Jaya Mutasi 175 Personel, Ada Kapolsek Digeser Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Pegunungan Bintang Papua Berita Terkini Selengkapnya Inilah Dirut Agrinas yang Memutuskan Impor 105.000 Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Danantara Siap Suntik Modal ke Manajer Investasi Global, Ini Tujuannya Industri Gaming Tumbuh Pesat, Topup.id Tawarkan Transaksi Cepat dan Aman Dicampur ke BBM, Bahlil Buka Peluang Impor Etanol dari AS InJourney Airports Resmi Serahkan Hadiah Mobil Listrik bagi Pemenang Program Eat Shop Fly Uang Saku Peserta Magang Nasional Utuh, Pajak Ditanggung Negara Selengkapnya Belajar dari Bencana Sumatera Sisi Gelap Game Online Intai Pelajar Terpopuler 1 Efek Beli BBM dan LPG AS Rp253 Triliun, Indonesia Kurangi Impor dari Negara Ini 2 Agrinas Impor 105.000 Pikap dari India, Bisa Gerus PDB hingga Rp39 Triliun 3 BEI Pastikan Penuhi Seluruh Ekspektasi dari Global Indeks Provider untuk Perbaikan Pasar Modal RI 4 Pelindo Dikabarkan Rombak Jajaran Direksi, Ini Susunan Terbaru 5 Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63% Infografis Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa Shares Selengkapnya Kanal Nasional Daerah Lifestyle Ekonomi Bisnis Teknologi Edukasi Multimedia   Internasional Sports Otomotif Kalam Hi-Lite Sindoscope MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel About Us Tentang Kami Redaksi Privacy Policy Kode Etik Sitemap Disclaimer Term of Service Kontak Kami Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *