Timteng Perang, Bulog Tunggu Restu BIN Cs soal Ekspor Beras ke Saudi login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Ekonomi Bisnis Timteng Perang, Bulog Tunggu Restu BIN Cs soal Ekspor Beras ke Saudi CNN Indonesia Rabu, 04 Mar 2026 18:33 WIB Bagikan: url telah tercopy Bulog masih menunggu asesmen BIN hingga Kemlu soal rencana ekspor beras ke Arab Saudi untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun ini. (Foto: CNN Indonesia/Sakti Darma Abhiyoso) Jakarta, CNN Indonesia — Perum Bulog masih menunggu asesmen dari sejumlah lembaga pemerintah terkait rencana ekspor beras ke Arab Saudi, menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan telah mengajukan permintaan penilaian keamanan kepada Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sebelum pengiriman dilakukan.Rizal mengatakan pemerintah pada dasarnya telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis untuk pengiriman beras bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Namun, jadwal keberangkatan tetap mempertimbangkan situasi geopolitik di kawasan tersebut. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT “Kalau sesuai jadwal, rencananya pemberangkatan tanggal 7 (Maret). Tapi kita mengikuti dinamika perkembangan geopolitik yang ada di sana. Kami juga sudah bersurat ke BAIS TNI, ke BIN, kemudian ke Kemenlu untuk meminta asesmen terkait pemberangkatan beras haji Indonesia ini,” kata Rizal di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Rabu (4/3).Lihat Juga :Mirae Asset Respons Tuduhan Dapat Untung Rp14,5 T dari Goreng Saham Ia menjelaskan pemerintah tetap mendorong agar ekspor dapat berjalan sesuai rencana. Akan tetapi, keputusan akhir terkait waktu pengiriman akan mempertimbangkan rekomendasi dari tiga institusi tersebut.”Untuk proses kelanjutannya kita mengikuti perkembangan dinamika di lapangan. Jadi kita menunggu informasi lebih lanjut dari asesmen dari tiga institusi tersebut,” ujarnya.Dalam kesempatan sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pengiriman beras tersebut tetap direncanakan menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Ia menilai ekspor masih memungkinkan dilakukan meski terdapat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.”Insya Allah aman sampai di Jeddah. Kita masuk pada saat (selatnya) buka,” kata Amran.Pemerintah menyiapkan ekspor beras sebanyak 2.280 ton untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi tahun ini. Program tersebut merupakan bagian dari keputusan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 23 Februari 2026 silam.Lihat Juga :Apakah THR PNS 2026 Sudah Cair?Rizal menjelaskan beras yang diekspor merupakan beras premium yang diproduksi dari panen baru di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, pabrik Bulog di Karawang, serta fasilitas pengolahan di Subang.Beras tersebut diolah dengan standar premium dengan tingkat patahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Menurut Bulog, kualitas tersebut lebih tinggi dibandingkan beras premium yang biasa diproduksi sebelumnya.Total nilai transaksi ekspor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp38 miliar. Pengiriman direncanakan menggunakan tiga perusahaan pelayaran, yakni Hyundai, Wan Hai, dan kapal lokal. Selain memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia, Bulog menilai ekspor ini juga menjadi langkah promosi untuk memperluas pasar beras Indonesia di Arab Saudi. Negara tersebut dinilai memiliki potensi permintaan besar, terutama dari jemaah umrah dan warga Indonesia yang menetap di sana.Namun, rencana ekspor tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup jalur pelayaran Selat Hormuz setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.Selat Hormuz merupakan jalur strategis pengiriman minyak dan gas dunia yang terletak di antara Iran, Uni Emirat Arab, dan Oman. Penutupan jalur tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan perdagangan global, termasuk distribusi energi dan logistik di kawasan Timur Tengah.[Gambas:Video CNN] (del/pta) Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT ekspor beras bulog arab saudi timur tengah jemaah haji beras badan intelijen negara kemlu ahmad rizal ramdhani ARTIKEL TERKAIT IHSG Amblas Lebih dari 4 Persen, Ini Dua Biang Keroknya 35 Penerbangan Internasional Bali Dibatalkan Imbas Perang Timur Tengah Kemenhub Pastikan Perjalanan Umrah Masih Berjalan saat Timteng Memanas Amran soal Impor 1.000 Ton Beras dari AS: Itu Beras Khusus Amran Pastikan Tetap Ekspor Beras 2.280 Ton Meski Selat Hormuz Ditutup Amran Pacu Ekspor Olahan Ayam-Telur RI usai Saudi Larang Impor Unggas REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
Related Posts
Menko Pangan: Beras Impor dari AS Hanya untuk Segmen Khusus, Harganya Mahal
Menko Pangan: Beras Impor dari AS Hanya untuk Segmen Khusus, Harganya Mahal
Filipina Jadi Target Ekspor ke-11, Indonesia Kirim Unggas Olahan Setiap Hari ke 10 Negara
Filipina Jadi Target Ekspor ke-11, Indonesia Kirim Unggas Olahan Setiap Hari ke 10 Negara
Bos Standard Chartered Ungkap Perubahan Iklim Sudah Mengganggu Ekonomi
Bos Standard Chartered Ungkap Perubahan Iklim Sudah Mengganggu Ekonomi
